Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 87


setelah melakukan penataan dan pengaturan tentang semua orang kini Arcane memiliki masalah yang mendasar, dimana hal itu sangat penting dan sangat di butuhkan.


apalagi kalau bukan peralatan, uang, dan sumbernya.


meskipun markas memiliki semua yang di butuhkan namun bahan mentah seperti bijih besi, benih tumbuhan dan hewan ternak masih tidak tersedia.


meskipun ada ruang pertanian ternyata itu hanyalah sebidang tanah dan rumput tinggi, meskipun wajar karena telah lama di tinggalkan apalagi penghuninya tidak membutuhkan makanan.


didalam gudang sebenarnya juga ada beberapa tumpukan makanan namun itu semua hanya makanan busuk dan jamur bau.


alhasil Arcane mengeluarkan semua uangnya kecuali permata simpanannya untuk menutupi semua kebutuhan yang di permukaan.


Arcane kini berada di kamarnya, ia sedang berbaring dengan malas sambil berfikir tentang setidaknya mendapatkan uang atau senjata.


namun konsentrasi nya terganggu dengan suara berisik dari luar.


"HAP..... YAH..... SIH..... SATU.... DUA.... TIGA.... "


Arcane yang merasa terganggu melihat keluar jendela dan mendapati kalau para prajurit sedang berlatih, melihat itu sebuah tombol di otak Arcane teah di tekan memunculkan sebuah ide.


"sepertinya aku terlalu sibuk hingga aku melupakan kalau jatidiri ku sekarang adalah seorang pangeran"


setelah mengatakan hal itu Blue tiba-tiba keluar dan bertanya.


"apakah anda mengalami pikun dini"


Arcane langsung merubah wajahnya menjadi jelek.


"kau kenapa tiba-tiba omonganmu sangat pedas? salah makan?"


Blue dengan santai menjawab.


"Hamba tidak bisa makan tuan ingat? "


Arcane menggelengkan kepalanya dan kemudian berkata.


"lupakan, sebaiknya persiapkan dirimu karena aku ingin kau meletakkan seluruh bagian istana"


"baik tuan" kata blue yang mengiyakan.


dimalam harinya ketika semua orang telah terlelap dan hanya ada para penjaga patroli sesosok bayangan bergerak gesit di istana.


seluruh tubuhnya di selimuti oleh baju dan kain yang di lilit berwarna hitam, dari perawakan bentuk fisiknya ia adalah seorang anak kecil sekitar 12 tahun.


tak hanya itu ia juga diikuti oleh cahaya redup berwarna biru di belakangnya.


"Blue bagaimana? "


"lancar tuan" jawabnya.


ia tak lain adalah Arcane yang kini berpakaian layaknya ninja, lalu dengan memanfaatkan sihir anginnya ia bisa berlari lebih cepat dan sunyi.


Arcane berlari berkeliling istana dan menuju bagian belakang, disana ia menemukan sebuah bangunan yang menuju ruang bawah tanah.


tanpa basa-basi ia memasuki ruangan itu dan mendapati kalau itu adalah sebuah penjara istana yang digunakan untuk menyiksa dan mengumpulkan informasi.


penjara ini di khususkan untuk narapidana sementara namun jika tidak berguna lagi maka ia akan di kirim ke penjara kerajaan yang jauh dari ibukota.


ketika Arcane memasukinya suasana lembab dan gelap menyambutnya ia kemudian langsung menuju kebagian terdalam dan terburuk di penjara itu.


ketika sampai ia langsung mengecek satu persatu sel penjara dan ia langsung menemukan orang yang ia cari.


di salah satu sel ia menemukan 2 Orang ras half beast yang sedang terluka di beberapa bagian, Arcane melihat itu langsung menyalakan penerangan dan memasukinya.


ketika melihat keadaan mereka ia langsung melakukan sihir penyembuhan.


"Gray, Brown apakah kalian baik-baik saja? "


"tu-tuan?.... anda di-sini? "


Arcane mulai lega karena mereka baik-baik saja, setelah melakukan pertolongan sementara Arcane menghentikan sihirnya dan berkata kepada Gray.


"maaf aku tidak bisa menyembuhkan sepenuhnya, kau pasti tau kan magsud ku? "


Gray dengan tatapan tajam mengangguk.


"anda tidak usah khawatir"


"bagus aku akan meninggalkan kertas sihir penyembuhan tingkat tinggi dan rendah gunakan jika mengalami situasi terdesak apalagi untuk Brown.


lalu.... "


Arcane berhenti lalu melonggarkan dan menghilangkan efek rantai yang membelenggu Gray.


"jangan ragu untuk melawan jika situasi semakin berbahaya, kalau bisa kau kabur menuju toko Gavin"


Gray disana hanya mengangguk dan kemudian ia juga memberikan informasi yang ia miliki.


"tuan, ratu Lina memiliki hubungan dengan dunia bawah aku yakin kalau grupnya tidak kecil"


Arcane tidak terkejut dengan perkataan Gray karena setiap bangsawan apalagi pejabat pemerintah tangan mereka tidak akan bersih.


setelah pertukaran beberapa informasi Arcane mengangguk kemudian ia berpamitan dan langsung keluar, dan meninggalkan Gray dan Brown disana.


disaat Arcane pergi Brown bangun dan menatap pintu dengan sedikit sedu, melihat itu Gray berkata dengan lembut.


"sudah aku bilang kalau ia dapat dipercaya"


Brown tersenyum dan mengangguk ia akhirnya paham kalau meskipun ia di penjara namun ini adalah tempat paling aman dari pada diluar yang akan terjadi pergerakan besar di kerajaan.


dengan berada di sel tahanan ini secara tidak langsung Arcane memberi mereka benteng perlindungan Paling aman.


sementara itu Arcane masih berjalan-jalan mengelilingi penjara itu, ia bisa melihat kalau kebanyakan narapidana didominasi oleh para budak.


meskipun Arcane tidak tau bagaimana penjara menjadi tempat untuk budak namun sepertinya ini dimaksudkan untuk merusak mental para pejabat yang ketahuan korup.


mungkin ini cara kerajaan ini memperlakukan para pejabat korup, dengan membuat mereka seperti budak dan membuat pikiran mereka hancur secara perlahan.


namun ketika Arcane berkeliling ia tanpa sengaja memasuki sudut terdalam penjara yang sangat sepi dan menemukan 1 tahanan yang sepertinya sangat spesial dikarenakan tempat dan pakaian yang dikenakan cukup nyaman.


Arcane berfikir kalau tahanan ini memiliki latar yang cukup istimewa, ketika Arcane mendekatinya dapat Terlihat dengan jelas dimana ruang napi itu sangat bersih dan kasurnya pun seperti kasur yang ia pakai.


dengan ruangan yang cukup lengkap mulai dari papan permainan, meja dan toilet pribadi dengan sekat di dalamnya.


tidak hanya itu ruangan itu juga di sinari oleh batu sihir cahaya yang mahal, Arcane juga melihat kalau orang yang di penjara itu adalah orang tua yang kemungkinan umurnya sama dengan kakeknya namun dengan janggut dan rambut putih yang sangat panjang dan tak terurus.


Arcane melihat orang itu sedang berbaring ia kemudian mendekati orang itu untuk mencari tau lebih jauh, namun ketika ia telah mendekat beberapa mereter.


orang itu tiba-tiba bangun dan melemparkan gulungan kertas dan mengarah langsung ke Arcane, secara refleks ia menghindari dan ketika mendarat di sebuah pintu kayu penjara.


"nguing.... brak!


kertas itu ternyata bisa menghancurkan pintu itu, Arcane kaget dan melihat kembali orang itu yang kini berdiri di depannya dengan tatapan yang mengerikan.


Arcane menelan ludah dan mengambil kertas itu, ketika ia mengambilnya ternyata ada 2 kunci di dalamnya dan 2 peta.


Arcane berniat mengembalikan barang itu namun orang itu malah melemparkan lagi kearah Arcane, sampai beberapa kali.


hingga akhirnya Arcane menyimpannya dan memberi hormat sebagai ungkapan terimakasih, setelah itu ia pergi begitu saja.


namun ketika Arcane pergi tanpa di ketahui siapapun, orang itu tersenyum mengerikan.