Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 80


dikamar kamar menara yang ada sebuah portal Arcane keluar dari dalamnya dan langsung merentangkan tangannya.


"huk.... ah....


sungguh malam yang panjang, benar kan Blue"


sebuah bola biru tiba-tiba muncul di belakang Arcane lalu langsung menjawab.


"benar tuan"


Arcane mengalihkan mananya dan dengan kehendaknya portal itu menutup dengan sendirinya tidak hanya itu monolit besar itu juga ikut menyusut hingga sebesar ibu jari, Arcane mencari tali dan langsung menjadikan alat teleportasi itu gantungan kuncinya.


ketika melihat keluar ia mendapati kalau ada asap tebal dari distrik timur dan tersenyum.


"meskipun terlalu cepat tapi percayaan kekacauan akan menjadi penghantar ku meninggalkan ibukota ini"


---------*sebelumnya*--------


"slamat tuan telah berhasil" Tiba-tiba Blue melayang dan mendekat Arcane dengan darah yang masih berada di tangannya.


Sebastian membeku dan menatap Blue dengan tatapan kosongnya dan penuh pertanyaan dalam pikiran nya, namun Arcane langsung menjelaskannya.


"jangan terkejut seperti itu sebenarnya syarat untuk mendapatkan persetujuan ini cukup mudah... " kata Arcane.


Arcane menjelaskan kalau syarat untuk mendapatkan kepemilikan tempat ini adalah orang itu harus memiliki pengikut yang berani bersumpah setia kepadanya seperti seorang pengikut yang bersumpah pada raja.


darah Arcane di gunakan untuk katalis supaya Arcane bisa merasakan dan mendapatkan kendali atas tempat ini, karena ketika Arcane mendapatkan kepemilikan tempat ini ia bisa merubah lokasi maupun bentuk dari tempat ini sesuka hatinya kecuali menghilangkan atau menambah ruangan baru.


lalu karena Blue masih berupa bola jiwa maka Arcane memegangnya karena takut kalau Blue tidak termasuk dalam kategori pelayan yang memenuhi syarat.


apalagi dengan perkataan menggenggam 'jiwa di tanganmu' Jadi secara tidak langsung Arcane menggenggam sebuah jiwa untuk menjadi raja.


setelah selesai Arcane di ajak berkeliling tempat itu untuk mengetahui semua kegunaannya, Arcane sebenarnya cukup terperangah karena ia seperti masuk kedalam penyimpanan dimensi.


pasalnya ada ruangan yang digunakan untuk melakukan pertanian, perkebunan, peternakan, pengolahan sampai pemandian.


Arcane cukup kebingungan dengan kondisi ini namun ia kemudian meminta untuk pergi ke perpustakaan, ketika di sana Arcane langsung mengambil beberapa buku sihir untuk di pelajari dan pergi untuk memeriksa beberapa hal namun ia berjanji kepada Sebastian akan kembali akan kembali secepat yang ia bisa dengan beberapa orang tambahan.


namun sebelum pergi Arcane di beri tau kalau meskipun bisa menggunakan semua ruangan yang ada tapi penggunaannya terbatas, jika ingin menggunakan ruangan itu secara maksimal maka ia harus mengalahkan penjaga di setiap ruangan seperti yang Arcane lakukan pada Sebastian.


--------*end*----------


Arcane kini menatap langit yang mulai bercahaya ia kemudian berbalik dan langsung merebahkan diri ke di kasur yang ada di kamar itu dan mulai memejamkan matanya.


"sekarang tinggal menunggu pihak lain melakukan langkahnya"


di sisi lain dalam istana terjadi kepanikan besar, 5 tabib kini sedang mengobati seseorang yang hampir seluruh tubuhnya terkena luka bakar.


2 tabib sedang melakukan penanganan normal sementara 3 lainnya melakukan sihir penyembuhan, orang yang berbaring itu adalah pangeran pertama.


para tabib bekerja keras untuk membersihkan luka, menyingkirkan benda asing dan mempercepat penyembuhan luka.


ratu Maria sangat khawatir ketika terdengar ledakan yang membengkak kan telinga ia langsung khawatir dan meraung-raung untuk mengirimkan pasukan tambahan.


bahkan seorang jendral menjadi sasaran kemarahannya karena datang terlambat ketika ledakan itu selesai dan memulangkan pangeran pertama dengan kondisi yang mengenaskan.


namun jendral itu dengan laporan palsunya berkata kalau ia menembus pertempuran namun naas mereka gagal dan sebuah bangunan meledak, padahal kenyataannya mereka datang ketika ledakan selesai.


ketika disana ia juga menangkap banyak pasukan dari geng yang bertarung dan ketua kelompok poison lily Rose ini membuat jendral itu mendapatkan pujian dari mentri pertahanan.


mereka yang tertangkap langsung di sembuhkan tanpa di berikan pengobatan lain seperti pemeriksaan benda asing di tubuh mereka.


dari informasi yang didapatkan ia terlalu buram karena mereka semua memiliki tujuan masing-masing per individu dan meski kerajaan tau kalau ini adalah perang 3 kelompok geng namun kerajaan mencurigai kalau ada seseorang yang merencanakan ini.


__________________________________________________________


disisi lain ratu Maria ia dengan cepat langsung menyuruh Eliana untuk mencari pelaku yang memasang jebakan seperti itu.


"Eliana cepat kirim pesan kepada pasukan untuk menyusup dan menghancurkan semua Orang dari dunia gelap itu!!! " kata ratu Maria.


Eliana masih berfikir jernih dan berkata.


"ibunda tenang lah dulu kita fikirkan baik-baik. jika pasukan rahasia kita di ketahui ayahanda tidak akan tinggal diam"


"benar ibunda lebih baik kita langsung mengintrogasi Arcane saja " saran Adam.


ratu Maria dan Eliana menatap Adam secara bersamaan, ratu Maria berjalan menuju Adam dan memegang bahunya dan berkata dengan nada tinggi.


"apa yang kau maksudkan!...


dengan sedikit ragu Adam langsung menjawab.


"ib-ibunda bukankah ia yang berkata kalau akan ada pertempuran?


ia pasti menyembunyikan sesuatu"


ratu Maria kini kembali ke logikanya namun meskipun begitu ia masih tetap saja ragu dengan pernyataan ini.


"baik, Eliana kau datang bersama Adam untuk mengintrogasi dia ketika kakak kalian sudah stabil."


Eliana dan Adam membungkuk dan dengan bersamaan berkata.


"baik ibunda"


__________________________________________________________


selanjutnya di kubu ratu Lina dan anak-anak nya mereka sedang berkumpul di sebuah tempat rahasia di luar istana, sejak ledakan itu mereka mengajukan izin keluar istana untuk mencari informasi dan pengalaman untuk para pangeran.


dan raja James mengizinkannya, namun mereka bertiga malah menuju distrik utara dan memasuki bangunan yang cukup rusak.


namun sesungguhnya di dalam bangunan itu memiliki ruangan yang bersih dan terpelihara, di sana kemudian seseorang datang dan langsung berlutut di hadapan mereka.


mereka bertiga tidak terkejut dengan kedatangan Orang itu karena seperti sudah biasa, tanpa menunggu waktu lama ratu Lina berbicara.


"Jadi? bagaimana situasinya? "


"keadaan kacau, sekarang distrik timur sedang dalam kondisi rentan apalagi gargantua juga sangat marah karena kini hanya ada 2 orang pelindung yang tersisa" kata Orang itu.


Elias kemudian bertanya.


"bagaimana dengan dead bath mereka tidak bergerak?"


"mereka kelompok pengecut tuan, mereka tidak akan bergerak meskipun ada kesempatan di depan mata" balas orang itu.


"lalu bagaimana dengan ledakan yang terjadi? Apakah itu perbuatan dead bath atau bagaimana?" tanya Elias


"kami juga tidak tau, namun jika itu dari dead bath maka pencarian informasi akan lebih luas karena anggota mereka tersebar ke seluruh ibukota bahkan kota sekitar" balas Orang itu.


mereka sedang berada di titik buntu dimana informasi tentang ledakan itu masih misteri, namun tiba-tiba Frost berkata.


"bagaimana kita tanya Arcane? "


Elias berbalik dan berkata.


"kenapa? apa hubungannya dengan si sampah itu"


Elias dengan santai menjawab.


"kau tau kan aku dan ibunda telah mencari informasi terlebih dahulu namun meski ada penyerangan namun tidak ada yang menyebutkan tentang jebakan ledakan itu.


yang ada hanyalah mereka melakukan penyerangan itu karena seseorang memancingnya dengan sesuatu yang sangat menggiurkan.


.


yang menjadi masalah adalah informasi penyerangan itu dilakukan secara mendadak dan hanya Orang yang benar-benar memiliki mata dan telinga terbuka yang tahu dengan cepat.


.


Jadi bisa di simpulkan kalau Arcane tau lebih cepat dari kebanyakan Orang"


mendengar penjelasan Frost, Elias dan ratu Lina mengangguk karena penjelasan itu terdengar logis dan masuk akal.


dengan cepat Elias langsung berkata.


"baik kalau begitu.


Frost kau dan aku setelah ini akan 'bertanya' ke Arcane, sementara ibunda akan mengurus Markas, bagaimana ibunda? "


ratu Lina tersenyum dan menjawab.


"tidak masalah aku ijinkan...


Frost selagi bisa belajar lah ke kakakmu"


"baik ibunda... " kata Frost sambil memberi hormat.