
"hah... hah... hah.... sial hampir saja aku kehilangan kesadaran karena mana ku habis"
saat ini di sebuah hutan lebat Arcane sedang duduk di bawah pohon dengan wajah pucat dan lemas.
sebelumnya ia tiba-tiba terjatuh saat terbang karena mananya habis untung nya ia terbang dengan pelan jadinya tidak terlalu beresiko.
saat ini menurut perhitungannya ia kurang lebih setengah perjalanan menuju lokasi yang di maksud, Arcane kini berdiri dan melihat keadaan sekitar.
dihadapannya ia menemukan sebuah bangunan yang di tumbuhi banyak lumut dan tanaman merambat lainnya, Arcane menghampiri bangunan itu dan mendapati kalau konstruksinya seperti sebuah reruntuhan candi.
tak berfikir lama ia langsung memasuki candi itu dan beristirahat di dalamnya, ketika ia beristirahat Arcane mengambil sebuah batu dan mulai berfikir.
'jika aku mengcopy ukiran di teleportasi apakah akan berhasil?'
ia kini kebingungan dengan apa yang harus ia lakukan, meskipun hanya beberapa hari namun dari informasi Sebastian kalau barang yang sama tersebar di seluruh dunia.
Arcane berfikir akan kembali ketika menemukan salah satunya atau menciptakan satu untuk pribadinya, namun sepertinya hal itu tidak semudah yang ia pikirkan.
namun bukan dirinya jika tidak mencoba, Arcane mengingat penuh seluruh rune atau simbol yang tertulis di monolit teleportasi tersebut, ia kini langsung mengukir pada batu candi itu dengan mananya langsung.
setelah beberapa saat dan wajahnya tengah pucat ia langsung mengangkat batu itu dan.
"selesai.... apakah berhasil? "
Arcane berbicara sendiri namun tidak terjadi apapun, ia akhirnya membuang batu itu kearah semak-semak.
ia akhirnya hanya bisa melakukan tehnik pernafasan yang ia kuasai untuk membantunya mengisi mana, Arcane bersembunyi di gelapnya malam dan berbaring di dalam candi itu.
samar-samar ia bisa merasakan dan mendengar langkah kaki penghuni hutan yang tidak kecil, Arcane tetap diam dan meyakinkan dirinya kalau ia tidak di temukan dan tidak hujan.
di pagi harinya Arcane keluar dengan kantung mata tebal di wajahnya, ia hampir tidak bisa tidur karena tidak nyaman dengan keadaan alam bebas seperti ini.
ia akhirnya menaiki pohon dan melompat seperti kera antar pohon, karena ia tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali.
setelah menembus belukar tebal ia akhirnya menemukan jalan besar, meskipun tidak tau akan mengarah kemana jalan ini Arcane memilih untuk melalui jalan seperti orang normal agar tidak tersesat.
Arcane memutuskan hal itu karena berharap ia bisa menumpang karavan karena ia menilai kalau jalan ini sering di lalui oleh banyak orang, bisa di lihat dari jejak yang ada di tanah.
namun hal mengejutkan terjadi, ketika ia berjalan santai di depannya terjadi sebuah tindak kriminal dimana banyak mayat dan darah dimana-mana.
Arcane menghampiri kejadian itu dan melihat darah yang belum kering sepertinya kejadian mengerikan itu baru terjadi, ia akhirnya melihat sekitar dan menemukan beberapa peti uang tersembunyi di kereta kuda.
Arcane menilai kalau itu adalah bekas karavan pedagang yang di rampok, kemungkinan mereka melawan namun karena suatu hal pertempuran terjadi.
namun keduanya tidak ada yang menang ataupun kalah karena Arcane menemukan sebuah jejak hewan yang ikut campur kejadian ini.
terlihat dari beberapa kuda yang masih berkeliaran dan beberapa uang yang berserakan, pasti ada prajurit bayaran atau bandit yang kabur.
Arcane tidak ambil pusing ia akhirnya menangkap 3 kuda dan mengaitkannya ke kereta kuda yang masih layak dan mengendarainya begitu saja.