
tak terasa hari telah berganti minggu dan tak terasa hari yang di tunggu telah tiba, Arcane menatap keluar dengan datar.
Tiba-tiba seseorang mendobrak pintu kamarnya.
"BRAK!!! "
2 Orang memakai zirah dan membawa tombak mendobrak pintu, Arcane melirik dan mendapati kalau zirah yang terlihat mewah dan elegan berarti itu berasal dari prajurit istana.
"jangan diam saja cepat ikut kami!!!"
kata salah seorang prajurit, sementara yang lain menyiapkan sebuah borgol sihir.
Arcane menuju para prajurit itu dan mereka langsung di borgol, tak hanya itu ternyata leher Arcane juga di Pakaikan kalung rantai.
kini jika bukan karena pakaiannya yang elegan pasti sudah menduga kalau Arcane adalah seorang budak yang di dandani bahkan sepertinya perawakan penjaahat lebih baik daripada Arcane yang sekarang.
kurang lebih 3 minggu total Arcane di kurung, selama itu Arcane terus diperlakukan semena-mena oleh para saudaranya.
apalagi ketika Johnson telah sehat dan tau kalau adiknya di serang ia langsung menuju tempat Arcane dan langsung menyerangnya.
meskipun ada larangan dari ratu Elizabeth untuk tidak mengunjungi Arcane kecuali memberikan makanan tapi nyatanya semua orang khususnya para pangeran selalu mem-bully Arcane.
meskipun tidak secara langsung namun mereka selalu melakukan hal yang mengganggu, seperti melemparkan kotorannya ke kamar Arcane.
membuat menara itu menjadi sangat dingin dengan sihir, melemparkan pasir kepada dia, hingga menghentikan pasokan makanan yang di berikan.
itu membuat tubuh Arcane menjadi tidak terawat, meskipun Arcane bisa keluar di antara gelapnya malam namun jika ia melakukan itu mereka bisa curiga.
dan ia tidak ahli dalam memanipulasi keadaan tubuh dan di Tartarus juga tidak ada, maka dengan terpaksa ia harus melakukan sandiwara dengan menyakitkan.
dalam jangka waktu itu juga dari kertas yang di dapatkan oleh Arcane ternyata adalah sebuah peta yang entah berada di mana.
dan sesungguhnya selain ibukota Arcane tidak pernah melihat peta yang ada di dunia barunya, meskipun ini adalah hal dasarnya namun ia benar-benar melupakannya.
kesampingkan masalah peta itu, di kertas lainnya ternyata adalah daftar penjahat yang tengah di penjara di tempat paling mengerikan.
namun ada juga nama yang masih berkelana bebas, Arcane tau dari gengnya dan penjahat yang di dalam list adalah mereka yang melakukan kejahatan besar.
Arcane kebingungan kenapa pria tua itu memberikan daftar para penjahat itu, namun sebenarnya Arcane sedikit tertarik karena salah satunya menggunakan sihir Necromancy.
sihir kegelapan yang bisa mengendalikan mayat, jadi tujuan berikutnya adalah selain membuat sistem kerja Tartarus ia akan berpetualang melihat dunia luas.
halaman eksekusi berada di depan istana yang jaraknya lumayan dekat dengan menara tempat Arcane di kurung, namun para prajurit itu menggunakan jarak yang sangat panjang dan memutar.
mereka sengaja melakukan itu karena untuk para prajurit dan pelayan bisa menghina dan melempar Arcane secara bebas.
mereka melakukan hal ini bukan karena perintah, ini di karena kan mereka ingin.
dengan reputasi sampah seorang bangsawan itu sama saja seperti singa yang kehilangan taring dan cakarnya.
setelah beberapa saat ketika sampai di halaman eksekusi mereka kembali mengambil jalan memutar melalui kerumunan warga.
disana hinaan dan caci-maki terus terlontar bahkan ada beberapa orang yang melemparkan baru kepada Arcane dan membuatnya berdarah, mereka benar-benar memperlakukan Arcane seperti sampah.
setelah sampai di depan panggung penampilan Arcane kini layak di sebut pengemis atau budak, para prajurit itu melepaskan belenggu Arcane.
Arcane mendongak dan melihat disana telah hadir sang Raja, para ratu dan seluruh pangeran dan para menteri kecuali kakek dan neneknya mereka semua telah hadir.
raja James kemudian menatap Arcane dengan tajam.
"baik aku rasa kau sudah merenung akan kesalahanmu dan sekarang kita langsung eksekusi penggal saja kedua orang ini!! "
tanpa menyebutkan apa kesalahannya Gray dan Brown langsung di hukum, Gray dan Brown di seret dan di bawa ke tempat pemenggalan bersama 2 algojo yang membawa kapak besar.
kedua algojo itu juga mempersiapkan tempat sekaligus prosesnya setelah selesai mereka menunggu raja untuk memberi aba-aba.
raja James mengangkat tangannya dan menatap racane, ia kemudian berkata dengan lantang.
"begitu kedua mahluk ini di penggal aku umumkan kalau pangeran Arcane akan di asingkan dari Kerajaan, selama pengasingan itu ia tidak akan mendapatkan perlindungan kerajaan bahkan jika ia di culik oleh Kerajaan lain"
begitu selesai raja James langsung memberi aba-aba, para algojo langsung mengangkat kapak mereka lalu.
"BOOM...... "
__________________________________________________________
__________________________________________________________
maaf para reader karena makin pendek, kesehatan Saya semakin memburuk, Jadi mohon maaf sebesar-besarnya