Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 138


begitu terkurung Blue tidak bisa keluar ataupun melihat apa yang ada di balik sangkar, entah kenapa seperti ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa melihat sekitar.


ia berusaha keluar namun kekuatan tak kasat mata membuatnya tidak berdaya, akhirnya setelah beberapa saat ia hanya bisa terdiam.


tidak ada yang bisa dilakukan pada ruangan kecil dan sunyi.


'jangan hilang harapan, Blue'


dalam pikirannya entah kenapa suara tuannya terdengar dan seiring dengan suara itu ia mengingat sebuah Kata-kata yang pernah Arcane katakan kepadanya.


"meskipun hanya menghitung domba lakukanlah jika itu bisa membuat harapanmu terus berada di dekatmu"


tak menunggu lama ia akhirnya mencoba berbagai hal untuk terus keluar dari kurungan itu, setelah seharian ia akhirnya menyerah akan keadaan.


namun harapan Blue masih terus berada di dalam dirinya, ia akhirnya duduk bersila dan berlatih apa yang ia bisa, dan tanpa ia sadari tubuhnya mulai berubah.


meskipun masih semi transparan namun perlahan ia mulai menampakkan tulang pelan namun pasti tulang terbungkus serat-serat otot kemudian membentuk organ tubuh.


Blue terus melakukan hal itu hingga selesai sepenuhnya dan kini tubuhnya bukan lagi semi transparan , saat ini tubuhnya benar-benar solid dan bisa di lihat dengan mata telanjang.


pusaran mana terus berputar di sekitar tubuhnya perlahan juga masuk kedalam tubuhnya, dan Seperti memasuki kondisi tidur Blue tidak bergerak sama sekali dari posisinya.


"clak..... selamat datang kembali Blue"


sebuah suara familiar memanggilnya, sontak saja ia membuka matanya dan tersenyum lebar.


seperti terbangun dari mimpi buruk Blue langsung keluar dan berputar-putar di atas ruangan, setelah beberapa putaran ia langsung menuju seseorang yang memakai topeng.


meskipun orang itu memakai topeng Blue bisa tau kalau ia adalah Arcane, Blue langsung memeluk dada Arcane dan berteriak.


"huaaa.... tuan... aku kira kita tidak akan pernah bertemu kembali.... huaaa.... "


suara tangisan bahagia terdengar di seluruh ruangan itu, di sisi lain Arcane membalas pelukan Blue, seperti belahan jiwa yang telah terpisah lama mereka saling memeluk.


Ghor disana langsung bertanya.


"hei arc, kau kenal dengan dia"


dengan pertanyaan Ghor itu Blue dan Arcane berpisah dan Blue sendiri langsung mendarat di bahu Arcane.


"yah bisa di bilang begitu"


Ghor mengangguk dan berkata.


"oh... Jadi dia yang kau cari saat di sini? "


Arcane mengangguk dan memperkenalkan Blue.


"benar ia adalah alasanku kemari.


dan kalian perkenalkan ia adalah Blue"


"uwoooh..... "


tentu saja keberadaan Blue memiliki eksistensi tersendiri hanya saja Arcane tidak menyadari hal itu.


keberadaan Blue membuat seluruh ruangan lupa akan pelelangan hingga mereka sadar ketika berada di akhir acara, namun mereka tidak keberatan sama sekali karena bisa berdekatan dengan Blue.


dan di sana juga Blue menjelaskan kalau kini dirinya sudah siap memasuki tubuh buatan, meskipun sebenarnya tidak membutuhkan hal semacam itu namun ia kini tidak bisa bersembunyi dengan bebas seperti sebelumnya.


jika sebelum ini Blue bisa menurunkan atau bahkan menghilangkan cahaya birunya dan menjadi transparan, kali ini ia tidak bisa melakukan itu.


namun sebagai gantinya ia kini bisa melakukan komunikasi antar roh, Blue sebenarnya tidak mengerti bagaimana ia bisa berkomunikasi antar roh namun ini menjadi keuntungannya sendiri.