Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 116


Arcane terus berjalan namun ia akhirnya tumbang, kini rasa kesal dan ketidak berdayaan memenuhi dirinya kecerobohan dan kelemahan dirinya terus menghantuinya.


namun di dalam perasaan itu seseorang datang dan mengangkatnya, Arcane bisa merasakan kalau ada beberapa orang yang mengangkatnya.


Arcane mengenali orang-orang itu, mereka adalah penduduk desa dan mereka membawa arcane kembali ke desa mereka.


ketika di sana Arcane dibawa masuk kedalam sebuah rumah dan di baringkan di sebuah kasur bambu sederhana, Arcane melihat juga banyak orang yang tengah berkumpul terdiri dari pemuda dan Laki-laki dewasa.


"kenapa kalian membawaku kembali, kalian ingin mengikat dan membiarkan aku mengikuti jejak kalian!? "


kata Arcane dengan marah.


seseorang kemudian mendekat dan berlutut, Arcane tau kalau itu adalah pemuda yang sebelumnya mendorong Arcane.


"kami salah, kami minta maaf"


pemuda itu kemudian bersujud dan diikuti oleh seluruh penduduk desa, Arcane yang melihat itu langsung marah.


"apa yang kau lakukan!!!.


aku bukan Tuhan atau orang tua kalian, jangan bersujud kepadaku!! "


para penduduk desa terkejut karena kemarahan Arcane, kemudian mereka akhirnya duduk lalu ada orang tua yang maju dan duduk di sebelah pemuda tersebut.


"aku kepala desa saat ini, dan ini adalah anakku atas namanya dan penduduk desa ini kami meminta maaf"


Arcane menelisik orang tua itu dan hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun.


"kami sadar dengan perkataan mu, desa kami memiliki tambang logam yang cukup bagus.


namun pemilik pertambangan itu bukan milik desa ini dan kami hanya sebagai pekerja, karena pemilik yang terlalu baik kami kehilangan semangat dan keberanian untuk menggapai sesuatu yang lain.


alhasil ketika pemilik tambang mati saat kekacauan ibukota kami juga seperti mati. ......"


Arcane terkejut dengan penjelasan kepala desa itu, dan ia akhirnya menyimak cerita kepala desa.


"lalu setelah seminggu entah kenapa tiba-tiba setiap malam kami terasa lemah dan juga banyak orang bertopeng datang dan mengatakan kalau itu adalah penyakit.


mereka menawarkan obat dengan syarat harus menjebak para pengembang kaya dan mereka yang miskin menjadi bagian dari kami.


kemudian setelah penjelasan itu Arcane bertanya.


"Jadi karena itu kalian menatapku dengan aneh saat aku datang? "


kepala desa langsung menjawab.


"benar, beberapa dari kami ingin lepas dari kekangan dan melawan namun kami tidak bisa melakukannya"


Arcane kini berfikir ia kemudian menatap penduduk desa yang pasrah akan keadaan.


"kalau begitu kalian ingin membantu aku?, temanku di tangkap oleh mereka dan aku ingin menghantam mereka dengan keras karena mengambil milikku"


penduduk desa kini mulai tersenyum kecil kemudian pemuda yang dari tadi diam berbicara.


"tapi bagaimana? kami tidak bisa melakukan sihir serangan dan prajurit kami juga telah kabur"


Arcane tersenyum dan berkata ringan.


"kata siapa kita harus bertarung dengan mereka secara langsung? "


__________________________________________________________


ketika hari telah menjelang siang Arcane telah pulih sepenuhnya, ia kemudian langsung keluar dan menatap sekeliling.


para warga kini mulai menggali di sekitar desa, mereka saling bahu membahu untuk membuat banyak lubang, ada yang menggunakan sihir dan memperdalam nya dengan skop.


baik orang tua maupun anak kecil mereka semua bekerja sama, Arcane menghampiri mereka dan langsung membantu menancapkan beberapa tombak kayu dan lainnya.


lalu tiba-tiba ada seseorang yang membawa tanaman merambat dan melilitkan nya di tombak tersebut, di sana Arcane langsung bertanya.


"tanaman apa ini? "


orang itu langsung menjawab.


"ini adalah tanaman beracun, jika terkena tanaman ini maka kau akan lemas seharian"