
dalam diam dan kepalanya tertunduk tanpa di ketahui siapapun Arcane tersenyum dan kemudian ia bergumam.
"boom!! "
"DUAR!!!.....BOOMM!!!!..... JDAR...... "
Tiba-tiba panggung yang di gunakan untuk mengeksekusi Gray dan Brown meledak dan diikuti juga oleh rantai ledakan dimana-mana, semua orang langsung terkejut.
asap ledakan itu menyebar dan langsung menutupi seluruh tempat, memanfaatkan kesempatan itu Arcane langsung berbalik dan menyerang para algojo.
tak berhenti sampai disana Arcane juga membebaskan Gray dan Brown dan langsung membawa mereka pergi memasuki istana.
bunyi ledakan terus terdengar dan kini merembet ke bagian luar istana dimana beberapa tempat meledak, para rakyat pun menjadi panik dan berhamburan kemana-mana.
raja James memasang barier tanah untuk melindungi keluarga nya, namun tiba-tiba Elisabeth berkata.
"yang mulia bukanlah ini tidak cukup luas? Arcane masih di luar"
James melirik Elisabeth dengan acuh.
"huh biarkan saja lagian ia sudah di asingkan."
"JADI KAU MAU MEMBIARKAN DIA MATI!? " teriak Elisabeth.
ia kemudian berlari namun terhalang oleh barier yang di buat Jonas.
"keluar kan aku! aku akan menyelamatkan anakku! "
raja James hanya memandang dengan acuh dan menjawab.
"jika kau keluar Selena juga akan terluka"
Elisabeth tersadar dan kini ia melihat selena berada di sampingnya dan menarik roknya, namun apa yang tidak di fikir kan Elisabeth adalah Selena mengatakan satu hal tang bisa membuat dirinya tenang.
"ibu kau adalah ibu kakak Arcane juga, ia memiliki darah keluarga Fortis dan darahmu.
cara kerja keluarga ibu adalah mengeluarkan taring dan cakar di saat yang tepat, kini jika ibu percaya kalau ia anak ibu maka tenang lah"
mata Elisabeth melebar ia kemudian menatap Selena dengan penuh tanda tanya, ia kini tau kalau Selena telah mewarisi otak jenius nya.
lalu sesaat kemudian sebuah angin kencang menghapus semua asap yang ada.
"wush.... "
kini semua orang dapat melihat kalau ternyata selain masyarakat disana ternyata juga ada prajurit asing dan Orang berjubah.
kepulan asap membuat semua pandangan terbatas, namun ketika semua asap itu menghilang nampak banyak orang yang memakai tudung hitam seakan mereka menutupi identitas asli, itu menunjukkan kemungkinan mereka dari dunia bawah.
sementara disisi lain banyak prajurit dengan banju zirah tanpa simbol, biasanya mereka adalah para prajurit bayaran ataupun tentara tersembunyi milik seseorang bangsawan.
tentara biasanya memiliki simbol atau logo kerajaan yang menjadi naungan mereka, juga biasanya setiap kerajaan memiliki ciri khas mereka masing-masing.
namun biasanya para bangsawan yang ingin memberontak membuat tentara mereka sendiri dengan simbol yang di sembunyikan atau dengan zirah yang di tandai.
melihat pemandangan itu raja James menjadi geram karena kini kemungkinan para penduduk menjadi sasaran sandra.
"prajurit berkumpul dan serang para penyusup!!! " teriak raja James.
kini semua orang terlalu fokus dengan apa yang di depan mereka, para prajurit pun berusaha berkumpul sementara raja James langsung mengambil pedang dari lantai dan memasang posisi bertarung.
para prajurit rana James langsung melindungi keluarga kerajaan sementara raja James diikuti beberapa prajurit langsung menerjang ke-dua kelompoknya itu.
pihak prajurit dan kelompok dunia gelap itu menjadi gundah lalu mau tak mau mereka harus bertempur, 3 kekuatan kini saling serang dan bertahan.
di sisi lain selain Elisabeth dan Selena mereka semua memasang wajah terkejut dan bingung, Selena yang menyadari itu berbalik dan berkata kepada Johnson.
"kakak pangeran pertama kenapa anda tidak ikut bertarung?
jika kakak membantu ayahanda pasti ia akan memberikan hadiah"
Johnson bingung namun ratu Maria membalasnya.
"apa maksudku! ia sedang sakit karena lukanya" jawab ratu Maria dengan ketus.
Selena di jawab begitu menjadi kesal ia pun menjawab dengan acuh.
"jangan marah aku cuma bertanya"
Adam merasa tak Terima dan ia pun berteriak.
"apa maksudmu dengan menjawab dengan nada seperti itu!? "
"kenapa? kau tak Terima?! " jawab Selena.
"kau.... "
dengan amarah yang menggebu-gebu Adam berjalan ke Selena dan siap bertarung namun kejadian itu di hentikan oleh ratu Lina.
"hentikan kalian berdua jika tidak aku akan menghukum kalian!! " kata ratu Lina dengan marah.
mereka semua akhirnya diam dan dengan arahan prajurit mereka menyingkir, disaat itu Elias melihat pertempuran itu sesaat dengan tatapan marah.
namun itu hanya sesaat dan ketika prajurit menyadarkan dirinya ia hanya mengangguk dan mengikuti menuju titik aman.
ketika semua orang ingin memasuki istana sebuah ledakan besar terjadi di pintu istana, membuat pintu itu terhalang puing-puing bangunan.
"istana juga di pasang ledakan? apa yang sebenarnya terjadi" kata ratu Elizabeth.
"ratu lebih baik kita memutar, meskipun lebih jauh tapi hamba yakin itu lebih aman" kata seorang prajurit.
"tapi bagaimana dengan yangmulia raja? bukannya kalian harus bertarung dengan dia? " kata Elisabeth
"tenang saja beliau pasti akan memanggil prajurit khusus untuk situasi seperti ini" kata prajurit itu.
Elisabeth mengangguk dan mereka pun langsung menuju ke tempat yang di magsud, namun ledakan terus mengiringi perginya mereka disaat itu ada puing bangunan yang akan jatuh ke arah mereka.
punging bangunan itu cukup besar bahkan jika di serang sekalipun puing bangunan itu pasti akan mengenai para prajurit.
"BOOOM.....!!"
di saat seperti itu seseorang datang dan langsung menyerang bangunan itu dengan ledakan yang besar.
"apakah kalian baik-baik saja? " kata orang itu.
semua orang berbalik dan mencari asal suara, ketika menangkap seseorang yang memakai zirah di seluruh tubuhnya dan ada jejak bercahaya di bagian-bagian d zirah nya semua orang terkejut.
namun teriakan Johnson membuat mereka tersadar.
"Magical knight, kalian datang! "