Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 18


lalu ketika arcane akan pergi seseorang berteriak.


"HEI GAVIN... TINGGAL KAN TOKO INI SEKARANG JUGA.


ATAU KAU AKAN MATI SEKARANG!!!!!!"


teriakan itu berasal dari luar toko kecil itu, dan gavin tentu saja keluar di ikuti dengan arcane dan gray.


ketika keluar mereka telah di kepung oleh 20 orang dengan tampang preman salah satu di antaranya yang berada di bagian paling depan adalah seorang pria kurus dari pada rekan lainnya yang berotot.


namun bisa di lihat kalau ia adalah pemimpin mereka.


"gavin, sekarang kau tidak bisa berkutik lagi.


jadi langsung saja serahkan toko ini dan pergi dari sini! "


"cuih aku tidak sudi, jika ingin memiliki toko ini langkahi dulu mayatku! "


kata gavin dengan tegas, itu membuat pria kurus itu kesal dan langsung berteriak memerintahkan anak buahnya.


"baik aku kabulkan keinginanmu!


kalian semua.... serang dia!!! "


mereka semua masuk ke halaman untuk menghajar gavin, mereka semua bisa masuk di karna kan selain beberapa barang yang berserakan di luar halaman toko sebenarnya itu memiliki halaman yang luas.


jika tumpukan "sampah" itu di bersihkan makan toko itu bisa menampung sekitar 50 orang di sana.


ketika para preman itu mendekat dan gavin akan bertarung arcane berteriak dan memposisikan berada di antara keduanya.


"tunggu sebentar tuan-tuan..... "


para preman disana heran dan salah satu berkata kepada nya.


"ada apa!? "


arcane tersenyum ramah dan menjawab.


"jangan menggunakan kekerasan, mari kita lakukan dengan kepala dingin, jika boleh tau ada masalah apa di sini!? "


ekspresi preman itu masih tetap dan si kurus maju untuk berbicara.


"kau tidak perlu ikut campur atau tau akan masalah ini.


jadi kau lebih baik pergi! "


arcane masih tersenyum lalu ia merogoh kantongnya dan mengeluarkan 1 koin emas, ia memainkan koin emas itu diantara jari-jarinya dan sesekali melempar nya.


melihat koin emas berkilau seluruh preman matanya tertuju pada koin itu, dan jika di perhatikan kepala mereka mengikuti arah gerak koin itu.


"ehem.... ,mungkin aku tidak namun benda kecil ini sepertinya bisa"


perkataan arcane membangunkan mereka, lalu si kurus langsung menenangkan diri dan berbicara.


"hahahaha..... nak kau salah, tidak semua bisa di selesai kan dengan benda kecil itu"


"oh ya, namun kata si kecil ini ia bisa melakukan segalanya"


kata arcane santai.


para preman mendengar itu berasumsi kalau arcane adalah anak manja yang mengandalkan uang untuk segala urusannya.


"hahahaha.....


sepertinya kita menemukan domba gemuk, baik aku beri tau kalau kami ingin menyita tempat ini karena hutangnya menumpuk namun siapa sangka kalau kami akan mendapatkan bonus beberapa keping emas"


kata si kurus dengan tatapan rakus.


setelah mengatakan itu gavin berteriak.


"BOHONG!!!, AKU TIDAK PERNAH BERHUTANG APAPUN KEPADA KALIAN.


KALIAN SENDIRI DATANG KE TOKO DAN SENGAJA MELUKAI DIRI KALIAN DAN MEMINTA KOMPENSASI"


preman kurus itu tersenyum licik dan berkata santai


"heh, namun bukan kah semua saksi mata melihatnya kalau kau yang melukai kami"


DAN BAHKAN KAU MEMINTA PRAJURIT PATROLI YANG KAU SUAP UNTUK MENJADI HAKIM"


"hahaha.... tidak ada bukti, dan hasil telah keluar jadi tidak ada yang bisa di lakukan"


dari percakapan itu arcane bisa mengerti secara garis besar masalah ini, ia sebenarnya tidak ingin ikut campur masalah ini, namun ia melihat beberapa benda bagus ketika memasuki toko itu jadi sekalian saja membantu seseorang sedikit.


arcane mendekati gray yang sebenarnya sudah sedikit naik pitam dan ingin menyerbu mereka semua, namun ia mengurung kan niat itu karena arcane mendekat dan membisikkan beberapa kata kepada gray.


"bersiap lah"


2 kata singkat namun jelas mengisyaratkan kalau arcane setuju kepadanya, gray yang mantan budak pastinya memiliki empati jika seseorang yang memiliki nasib yang serupa diperlakukan tidak adil, dan ketika mengetahui kalau tuannya ingin membantu gavin ia merasa senang di hatinya.


arcane maju kedepan dan berkata santai.


"jadi begitu tuan...?"


"thin"


"tuan thin, jadi aku mengerti secara garis besar masalah ini.


jadi bagaimana kita akan menyelesaikan masalah ini? "


pemimpin preman itu menyebut dirinya thin pun membalas dengan nada rakus.


"simpel saja, serahkan toko itu dan semua uang yang kau miliki maka semuanya akan selesai"


arcane kini memasang wajah kebingungan, ia pun langsung membalas.


"kenapa melibatkan aku? "


"hahaha....


karena kau menghalangi pekerjaan kami, dan tentu saja kau harusnya memberikan kompensasi"


kata thin sambil memberi kode untuk anak buah mereka untuk mengambil semuanya.


arcane menganggukkan kepalanya dan berkata dengan santai


"oh jadi begitu..... "


setelah beberapa orang mendekat dan berada di depan arcane ia langsung menggenggam kerahnya dan dengan nada mengancam ia berbicara.


"sekarang jangan mempersulit diri nak"


"tentu saja, namun jika terlalu mudah tidak akan seru bukan?"


preman itu kebingungan dengan perkataan arcane.


lalau di detik berikutnya sebuah tendangan melayang di antara kedua kalinya, secara refleks ia melepaskan genggamannya dan memegangi masa depannya.


melihat kejadian itu semua mereka yang ada di sana sedikit merinding karena kejadian itu.


namun itu hanya sesaat, mengetahui rekannya telah di serang mereka semua langsung maju untuk bertarung satu persatu mengeluarkan aura merah di tubuhnya.


arcane yang sudah siap langsung menghadapi mereka, ia memasang kuda-kuda dan menyerang mereka yang menghampiri dirinya.


gerakan arcane simpel namun efektif seperti semua gerakannya telah di rencanakan dan di prediksi, arcane menggunakan kekuatan murni fisiknya karena ia ingin mengetahui batas kekuatannya.


beruntung semua yang di dana adalah tipe pelatihan fisik jadi tidak ada diantara mereka yang melancarkan serangan sihir, namun beberapa dari mereka masih bisa melakukan beberapa tehnik seperti tinju api.


sementara itu gray ia langsung menerjang ketika para preman itu maju, ia mengeluarkan aura kekuatan jingganya maju dan langsung mengirim tendangan ke salah satu wajah preman itu.


gray mengeluarkan segenap kekuatannya untuk menghadapi mereka, dan kini ia menyadari kalau latihannya dengan arcane menunjukan hasilnya.


gray merasakan kalau gerakan, insting, dan reflek nya telah meningkat bahkan inti mananya juga telah berkembang.


meski bukan jurus atau keahlian baru namun kualitas gerakan dan tehnik telah ia kuasai seperti itu adalah bagian dari dirinya sejak lahir.


di sisi lain gavin ia langsung bersembunyi di balik tumpukan benda yang ada di sekitar, bukan karena takut namun itu adalah cara bertarungnya.


gavin memanfaatkan lingkungannya untuk bertarung, ia melemparkan beberapa benda untuk membuat fokus preman itu terpecah dan ketika sudah berhasil ia melemparkan sebuah benda dan mengakibatkan tumpukan tinggi runtuh menimpa beberapa preman.


meski tumpukan itu menimpa dengan pelan namun berat dari tumpukan itu bukan sesuatu yang di remehkan, dan itu sudah cukup untuk menimbun mereka dan melukai beberapa bagian tubuh mereka