Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 115


seluruh penduduk desa terkejut, namun tidak hanya itu beberapa orang juga bangkit dan langsung memakai topeng yang serupa.


kini para penduduk desa sadar kalau ternyata ada penyusup diantara mereka yang menyamar, apalagi informasi tentang pengunjung.


setelah semua harta telah di dapatkan orang yang di sebut sebagai tuan itu berkata.


"karena kami baik kami akan pergi, namun besok kami akan mengambil kalian sebagai budak untuk menambang.


Jadi nikmatilah tidur nyenyak di malam terakhir ini"


mereka semua semakin ngeri dengan apa yang akan terjadi, seluruh penduduk desa pun di tinggalkan begitu saja di dinginnya udara malam dengan banyak dari mereka luka-luka.


lalu Tiba-tiba sebuah cahaya melesat dengan disertai lingkaran sihir.


"kalian..... "


lingkaran sihir itu langsung mengeluarkan kobaran api yang langsung menyerang orang bertopeng aneh, orang-orang terkejut dengan kedatangan cahaya itu.


namun seorang dari topeng aneh itu dengan sigap langsung menangkap cahaya itu.


"aku kira apa ternyata adalah peri"


"tuan!!!"


orang itu adalah yang sebelumnya menyamar dan yang ia tangkap adalah Blue, pria yang menangkap Blue tersenyum dan mengambil karung yang berada di dekatnya.


"jika di jual sepertinya akan mahal"


kata pria itu dengan nada penuh kemenangan, namun tubuh Blue bisa menembus karung yang mengurungnya.


namun tak tinggal diam orang itu langsung mengeluarkan sebuah kandang dari cincin dimensinya dan mengurung Blue kedalamnya.


kali ini Blue tidak bisa keluar karena jika ia menyentuh kandang itu ia akan terkena tekanan yang kuat.


"ternyata jiwa Ya, hahaha.... pasti akan lebih mahal jika di jual pada ahli nujum.


kita pergi!!! "


kata pria itu yang sepertinya adalah pemimpin dari kelompok itu karena semenjak kedatangannya mereka selalu menundukkan kepala dan menuruti perkataannya.


disisi lain Arcane hanya bisa menatap tajam dengan apa yang dihadapannya, sebelumnya ia sudah menyuruh Blue untuk tetap bersembunyi namun entah kenapa tiba-tiba ia langsung keluar dan menyerang mereka.


ketika hari menjelang pagi energi Arcane kini mulai terkumpul, dengan sihir api sederhana ia bisa membakar tali dan tanaman yang mengikatnya.


meskipun masih lemas dan hampir tidak bisa berjalan ia tetap memaksa untuk terus bergerak, sementara para penduduk desa hanya melihat dan meratapi kondisi diri mereka sendiri.


Arcane tidak peduli dengan mereka dan terus berjalan, disaat itu seseorang berkata kepadanya.


"lupakan saja, tok kau tidak bisa melakukan apapun"


Arcane mendengar itu dan berbalik ia menemukan kalau orang itu adalah pemuda yang paling kekeh untuk membunuh Arcane.


akhirnya ia hanya meludah dan berbalik.


"aku tidak akan menjadi orang yang menyedihkan seperti kau dan seluruh orang yang ada di sini.


pengecut..."


seolah tak trima pemuda itu bangkit dan langsung mendorong Arcane hingga tersungkur.


"apa yang kau katakan? pengecut?.


lalu bagaimana denganmu? kau bahkan tidak bisa berdiri dengan benar!! "


Arcane hanya menggeleng dan tertawa.


"hahaha.....


inilah sifat seorang pengecut, hanya berani melawan seseorang yang tidak berdaya. "


Arcane tidak membalas apapun melainkan bangkit dan berjalan menuju hutan.


"aku bukan seperti kalian, aku berani membuang status dan hak ku karena aku ingin melakukan apa yang aku inginkan. "


Arcane terus berjalan hingga sosoknya tertelan oleh rindang nya semak dan diantara pepohonan, sementara itu para warga desa kini mulai menggenggam erat.