Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 60


semuanya kembali mencerna perkataan Elias, apalagi Elisabeth sebagai seorang ibu ia pasti tau bagaimana anaknya telah berubah namun ia tidak memiliki waktu karena pekerjaannya di istana.


setiap ratu memiliki pekerjaannya masing-masing untuk membantu raja, biasanya raja sendiri yang menentukan apa pekerjaannya bisanya paling sering adalah pengarsipan atau keuangan.


namu kini Elisabeth semakin menyadari kalau perubahan Arcane itu berasal dari mereka Gray dan Brown, kini ia menjadi lebih meragukan dengan dirinya sendiri.


untuk Arcane sendiri ia malah bingung dengan apa yang di utarakan oleh Elias.


"bagaimana kau bisa sebegitu yakin? "


Elias tersenyum licik ia kemudian mengeluarkan sesuatu dari cincin ruangnya dan mengangkatnya tinggi-tinggi.


"karena hal ini.... "


Arcane melihat itu dan tau apa itu malah sangat familiar, karena tak lain adalah granat buatannya entah bagaimana cara Elias mendapatkannya begitu cepat namun sepertinya ada hak yang salah disini.


Elias kemudian melanjutkan pembicaraan nya.


"ini adalah bom tangan, tehnologi yang di gunakan ini belum kita temukan jadi aku curiga kalau ini adalah barang dari negara luar khususnya ras lain"


Arcane langsung menjawab dengan nada tinggi.


"darimana kau mendapatkan nya? dan bagaimana kau bisa begitu yakin kalau itu berasal dari ras lain? "


Elias langsung maju kearah tempat podium di ikuti oleh seseorang yang berpakaian seperti pendeta di belakangnya kemudian dengan lantang ia berbicara.


"aku mendapatkan benda ini dari pengikut gereja, mereka awalnya berusaha membongkar tehnologi ini namun sayangnya mah bagaimana pun tehnologi ini akan meledak seperti fungsinya.


tidak ada satu negara pun di ras manusia yang memiliki tehnologi ini, dan dari informasi pengikut gereja barang ini mulai muncul saat pangeran ke 3 membawa mahluk kotor itu ke kediamannya.


pengikut gereja juga mencari tau informasi lebih detail selain barang ini tersebar di pasar gelap barang ini sulit terlacak dan aku hanya bisa menemukan tempat penjualannya saja.


jadi sepertinya dari fakta yang ada kedua mahluk itu membawa benda ini ke kerajaan kita untuk membuat kekacauan besar"


selesai berkata seperti itu semua orang yang hadir setuju dengan pernyataan yang di katakan Elias, namun Arcane tidak setuju.


"oh, lalu bagaimana bisa para pengikut gereja bisa masuk kedalam pasar gelap?


perkataan Arcane sukses membuat pendeta di belakang Elias marah dan langsung menyerang arcane dengan bola air.


"lancang kau.... "


Arcane langsung memblokir bola air itu dengan tangan yang di silang kan di depannya, namun tanpa di duga Arcane merasakan kalau tangannya menjadi perih dan sepertinya sihir itu lebih kuat dari dugaan arcane.


setelah menyerangnya pendeta itu kembali berteriak.


"kau berani menghina para pemuja dewa, jangan lancang kau.


karena kelancanganmu hari ini ketika kau mengabdi pada gereja nanti kau harus berlutut di patung dewa selama 7 hari!!! "


Arcane memandang pendeta itu kemudian ia dengan bingung berkata.


"siapa kau"


perkataan Arcane berhasil membuat pendeta itu lebih marah ia kemudian mengeluarkan aura sihir berwarna hijau.


"kau berani melupakan pendeta yang memimpin upacara kedewasaan mu!!!! "


Arcane sedikit tersenyum kemudian ia juga mengeluarkan aura berwarna merah.


"maaf aku tidak tau karena ketika itu kepalaku selalu menghadap ke bawah.... "


arcane berhenti sejenak dan mengeluarkan auranya dengan lebih kuat.


"lagian apa aku peduli dengan pengabdian seperti itu!?....


asal kau tau aku tidak akan mengikuti pengabdian itu karena menurut ajaran Gereja mereka yang telah melakukan upacara kedewasaan bebas memilih apakah akan melakukannya atau tidak!!! "


mendengar perkataan Arcane pendeta itu sangat kaget pasalnya meski tak diajarkan namun pelaksanaan pengabdian itu bisa di lakukan kapan saja namun seseorang bisa tidak melakukannya jika ia telah melakukan kedewasaan.


ini biasanya terjadi jika seseorang dalam keadaan spesial karena sakit atau krisis kelaparan mereka tidak akan melakukan pengabdian namun langsung ritual kedewasaan.


namun bisanya seseorang yang tidak melakukan pengabdian biasanya akan sulit untuk mendapatkan bantuan jika dimasa depan mengalami kesulitan maka dari itu masyarakat biasanya akan selalu mengabdi meskipun telah di lakukan upacara kedewasaan.