
"jadi bagaimana bisa terjadi"
arcane kini bersama brown di ruangannya ia menanyainya karena ia tidak mendengarkan perintah arcane.
"begini tuan..... "
dengan ragu dan sedikit gemetar brown bercerita.
dalam penjelasannya gray dan brown mendengar suara ledakan, bukan hanya sekali namun beberapa kali terdengar.
karena takut akan terjadi kerusuhan gray mencari asal ledakan itu dan masih belum kembali sampai sekarang, lalu brown yang sedang menunggu tiba-tiba ada seseorang yang mengendap-endap ke kamar arcane.
entah apa yang akan di lakukan orang itu namun tanpa pikir panjang brown memergokinya dan malah diserang, brown tentu melawan sampai tanpa sadar ia terlempar keluar hingga ia di temukan Pendeta itu dan mulai menyeretnya hingga ke taman.
pendeta itu ingin melecehkan brown namun untung arcane datang.
"begitu tuan"
arcane mengangguk dan kembali berkata.
"baik kalau, laku apa kau mendapatkan barang atau petunjuk pria misterius itu? "
brown berfikir kemudian ia berdiri dan mencari di beberapa tempat, lalu akhirnya ia menemukan sebuah kantung lusuh di tempat yang tersembunyi.
"ini tuan"
arcane menerimanya lalu memeriksa, sekilas arcane tidak tau akan benda itu karena berbentuk bubuk, kemudian ia mencium bau benda itu dan ia pun mengerti.
"narkoba ya"
meskipun arcane selalu berkutat di kamar dan keasikan membuat project nya tapi arcane mengetahui informasi dan benda seperti itu.
karena hal seperti itu bukanlah hal yang asing bagi dunia bawah ataupun Pasar gelap, tapi untuk barang sekelas barkoba adalah hal langka.
pasalnya meski di pasar gelap ada obat yang serupa namun barang yang di labeli narkoba sangat susah di temukan.
bukan karena peminatnya yang sedikit namun karena bahan yang dibuatnya sangat terbatas jadinya benda ini sangat langka.
namun barang yang di pegang arcane ini memiliki berat sekitar 1 kg jika ada seseorang yang melaporkan ini pasti arcane akan dihukum paling buruk eksekusi.
karena obat ini dilarang di seluruh kerajaan karena bisa membuat seseorang ketergantungan dan merusak manusia.
arcane kemudian menyimpan bubuk itu untuk di teliti lebih jauh akan efek yang di timbulkan.
"baik, istirahat lah"
brown kemudian pergi dan beristirahat ia tidak berani melawan karena takut akan kemarahan arcane dan baik arcane maupun dirinya tau kalau gray pasti bisa menjaga diri.
ketika brown pergi ke tempat tidurnya, sementara itu arcane juga pergi ke tempat tidur nya.
arcane kemudian teringat kalau ia masih memiliki proyek astral soul kalau selain ingatan dari mahluk hidup astral soul bisa di tingkatkan dengan memberi beberapa katalis untuk membuatnya cepat berkembang.
astral soul seperti sebuah bayi, jika sudah di buka maka jiwa yang terbentuk akan terus berkembang dan jika selama masa Ingkubasi di berikan katalis seperti ingatan tambahan atau benda lain bisa membuatnya semakin cepat berkembang.
ketika ia mengeluarkan nya dan ingin menyatukannya arcane terlihat ragu, pasalnya ia takut kalau percobaan ini gagal apalagi ia masih memerlukan beberapa petunjuk tentang buku itu.
ia kemudian membuka buku teori dan buku sihir itu berfikir kalau akan menemukan sihir yang berguna.
ketika membuka dan membolak balikkan halaman arcane menemukan ada sebuah mantra yang bisa di gunakan untuk menggandakan barang.
arcane membaca mantra itu, ketika selesai ia bingung pasalnya mantra itu seperti sebuah syair atau do'a karena kalimatnya yang begitu panjang.
namun tanpa pikir panjang arcane mempraktekkan sihir itu, arcane mengarahkan tangan kanannya dan dengan jari telunjuknya ia melakukan gerakan seperti menulis di udara.
seketika itu juga sebuah sinar kecil berwarna putih muncul di jarinya dan arcane mulai menulis mantra yang tertera.
"satu.... dua... tiga....
setiap hal di dunia ini memiliki pasangan, hanya ada satu hal di dunia ini yang berjumlah tunggal.
maka dari itu aku merubah aturan dunia dan menjadikan apa yang aku kehendaki menjadi berlipat ganda..........."
arcane terus menulis hingga mantra itu selesai, ketika selesai secara otomatis tulisan itu membuat semacam portal kecil, jika di bandingkan sebesar lubang kelinci.
arcane pun mengambil buku acak dan memasukkannya kedalam portal itu lalu.
"zing.... "
buku itu langsung menjadi dua, arcane senang dan tanpa pikir panjang ia langsung mencoba kepada buku *pesial* nya dan hak yang terjadi mampu menghapus senyuman arcane.
"drrrt..... "
portal itu bergetar dengan kuat dan berdengung arcane sedikit ketakutan, laku beberapa saat kemudian berlembar-lembar kertas berisi tulisan keluar dari sana.
kertas itu seperti lembaran kertas yang di ambil dari sebuah buku, arcane kini gelisah dan kemudian ia membuka kotak astral soul di depan portal dan memasukkan semua kertas yang muncul.
ketika kotak terbuka kertas itu masuk kedalam sana, arcane menjadi tenang kembali dan memerhatikan kotak itu.
malam semakin larut namun kotak itu terus menerima kertas yang tanpa henti keluar seperti black Hole yang menelan apa saja yang bisa di telan.
arcane mulai bosan hingga mengantuk, lalu tanpa sadar ia tertidur karena sejauh ini proses itu masih aman untuk saat ini.
__________________________________________________________
"tuan bangun.... "
suara lembut brown membangunkan arcane.
"selamat pagi..... "
arcane melihat sekitar dan mendapati kalau kotak itu telah menutup dan portal itu menghilang, ia juga menemukan buku spesialnya, arcane menjadi tenang kemudian dalam hatinya ia berkata.
'apakah sudah selesai?'