
"habisi dia"
"benar kita bunuh saja dia"
"tenang semuanya, kita tidak bisa begitu saja menghakimi! "
"lalu bagaimana dengan kita! "
Arcane perlahan mendengar suara ribut-ribut, ia dengan perlahan membuka mata sinar matahari begitu menusuk matanya.
setelah beberapa waktu ia sadar sepenuhnya dan melihat sekitar, setelah sadar sepenuhnya ia menyadari kalau ia kini telah di gantung di tengah desa dan Arcane berada di kerumunan warga.
dari apa yang ia lihat mereka marah kepada Arcane karena suatu hal.
"ini.....? "
para penduduk sadar kalau Arcane telah sadar seseorang mulai maju dan langsung menunjuk Arcane dengan marah.
"kau!! kau pembawa masalah!! "
"karena kau istri dan calon anakku hampir tiada!!! "
"tunggu, jangan terlalu gegabah! "
Arcane melihat mereka kini terbagi menjadi dua kubu ia tidak tau kenapa dan bagaimana caranya bisa sampai seperti ini dan Arcane pun ingin keluar dari keadaan ini.
Namun tubuhnya sangat lemas hingga tidak bisa bergerak, dan ketika ia melihat dirinya sendiri ternyata seluruh tubuhnya telah di ikat di sebuah tiang dengan tali dan tanaman aneh.
Arcane menduga kalau itu adalah tanaman yang sama untuk melemahkan mereka semua di malam hari dan entah kenapa mereka bisa mendapatkan tanaman jenis seperti itu.
ketika kondisinya sangat runyam tiba-tiba seseorang berteriak.
"bagaimana jika kita serahin semuanya kepada dokter? "
orang itu terlihat sangat tua hingg memerlukan sebuah tongkat untuk berjalan, ia kemudian maju dan berkata dengan nada kebijaksanaannya.
"kita tidak bisa melakukan apapun Jadi kita serahkan saja kepada para dokter, bukannya mereka menginginkan para pengunjung!?" kata orang tua itu.
mereka semua langsung diam dan mengangguk, sementara Arcane terus berusaha untuk angkat suara namun sekeras apapun ia tidak bisa melakukannya.
Arcane akhirnya di biarkan begitu saja di tengah-tengah desa.
hari telah menjelang sore dan Arcane masih di sana dengan lemas karena efek dari tanaman itu dan ia belum makan seharian.
Ketika menjelang sore seorang ibu-ibu merasa kasihan dan memberi Arcane minumannya, meskipun di beri tatapan sinis orang-orang sekitar namun Ibu itu sepertinya tidak memperdulikan nya.
ketika hari telah menjadi malam, seperti biasanya mereka menutup rapat rumah mereka dan orang-orang dengan topeng aneh itu datang, namun kali ini mereka membawa anggota yang lebih banyak atau lebih tepatnya membawa pasukan yang lebih besar.
kini selain kabut putih mereka membawa senjata dan baju besi, dan jumlah mereka pun kini sangat banyak.
sama seperti sebelumnya para warga desa kini di kumpulkan dengan menjadikan Arcane sebagai pusatnya, salah seorang kemudian menghunus pedangnya dan berteriak.
"apa maksudnya ini? kalian membawa persembahan untuk dewa!? "
para warga menjadi takut namun beberapa orang maju dan berkata dengan yakin.
"dia orang yang kalian cari, kamu telah menangkapnya"
orang bertopeng aneh itu kini menatap dan beberapa memeriksa Arcane setelah beberapa saat orang yang mendekati Arcane berkata.
"ia tidak memiliki apapun yang berharga! "
orang-orang bertopeng aneh langsung menghunus senjata dan mulai menyakiti beberapa penduduk, setelah beberapa saat beberapa orang kini mulai menjarah rumah warga.
"kalian terlalu banyak drama, sebagai kompensasi kami ambil harta yang ada di sini!! " kata salah satu orang itu.
Setelah semua harta terkumpul orang-orang bertopeng aneh itu mengangkutnya dengan kereta kuda yang ada di desa, dapat di lihat kalau tatapan tidak berdaya terukir di wajah mereka namun tiba-tiba.
"hei kalian lupa satu hal".
sebuah suara terdengar dari tengah-tengah kerumunan warga, semua orang berbalik dan menatap dan ternyata itu adalah salah seorang warga.
ia tiba-tiba bangkit seperti tidak ada apapun, ia kemudian berjalan ke arah orang bertopeng aneh dan langsung meninju salah seorang topeng aneh itu.
para warga tersenyum dan tampak kebahagiaan terukir di wajah mereka namun perkataan pria itu membuat semuanya musnah.
"kalian mengotori bajuku, bisakah kalian melakukan pekerjaan lebih baik"
"ma-maaf tuan"