
tanpa terasa hari yang di maksud telah tiba istana penuh dengan orang-orang penting, meski begitu tak ada tampang kegembiraan di wajah mereka ini bisa di tarik kesimpulan kalau mereka tidak mengharapkan acara ini dan mereka datang secara formalitas.
disisi lain di sebuah ruangan arcane sedang mempersiapkan diri ia memakai baju upacara yang sangat rumit hingga ia harus di bantu oleh brown.
ketika ia sedang memakai pakaiannya seseorang datang dengan mendobrak pintu dengan lumayan keras, ketika arcane melihatnya dari pantulan cermin ia bisa mengenali kalau itu adalah kakak laki-laki tertuanya.
"senang rasanya bisa bertemu setelah sekian lama.
maaf karena tidak bisa memberi hormat karena akua sedang mempersiapkan diri"
arcane langsung menyambutnya dengan nada sedikit mengejek, namun jhonson sepertinya tidak terlalu terpengaruh dengan ejekan arcane.
jhonson menghela nafas dan berkata dengan tegas.
"jangan membuat kekacauan seperti kebiasaan mu yang mencoreng nama baik keluarga"
arcane tersenyum dan membalasnya dengan santai.
"yah akan aku coba, setidaknya aku tidak mau melakukannya namu karena kau mengingatkan aku aku jadi ingin mempertimbangkannya"
jhonson kini mulai marah, ia langsung mendekat dan menendang kaca yang di gunakan arcane hingga pecah.
"ini bukan candaan...... "
lalu jhonson baru sadar kalau yang membantu arcane adalah pelayan dari ras half beast ia pun menatap tajam dan berkata kepada pelayan itu.
"siapa ini? darimana datangnya binatang ini"
arcane mendengar nada sarkas dari jhonson ia pun langsung menjawab.
"dia adalah pelayan ku saat ini namanya brown, kenapa? "
jhonson mendengus dan menatap brown dengan tatapan menghina.
"huh..... menjadikan binatang ini menjadi pelayan, sepertinya kau lupa dengan aturan tak tertulis di istana ini jadi biarkan aku yang menyelesaikannya"
jhonson langsung menghimpun kekuatan di tangannya dan bersiap menyerang brown, disisi lain brown tentu saja gemetar karena bingung harus melakukan apa.
lalu di saat ia akan menyerang 2 kekuatan menghentikan jhonson, itu adalah sebuah bola angin yang berada di depan wajahnya dan sebuah pedang yang berada tepat di lehernya.
jhonson melirik dan mendapati seorang lagi dari rasa half beast.
"kau berani melawan ku binatang"
orang yang menghentikannya adalah gray, ia memang berada di ruangan itu untuk membantu namun karena tidak tau bagaimana cara bersiap ia akhirnya melipir ke pojok ruangan untuk bersatai.
gray menurunkan kewaspadaan nya hingga akhirnya ia sadar kalau ada niat membunuh di ruangan ini, dan ketika sadar ada seseorang yang ingin menyerang adiknya ia secara reflek mencoba menghentikan serangan itu.
di sisi lain jhonson mengira kalau yang mencoba menghentikan serangan nya adalah gray seorang, ia kemudian mengeluarkan aura mananya yang berwarna kuning.
itu adalah aura merah namun jhonson merasakan kalau aura itu sedikit berbeda.
ketika ia mencari dimana pemilik aura itu tiba-tiba arcane berkata dengan dingin.
"jika ingin berkelahi kau bisa datang kepadaku, tapi jika ingin menyerang orang ku maka kau juga yang akan mencoreng nama keluarga"
jhonson berbalik dan menghadap arcane dan menemukan kalau aura itu datang dari dirinya, jhonson tidak gentar mengingat tingkatan kekuatannya yang berbeda.
namun instingnya mengatakan tidak, jhonson memilih untuk mengikuti instingnya dan menghilangkan aura itu lalu di ikuti oleh arcane.
setelah itu jhonson berbalik dan pergi, ketika keluar ia mengatakan sesuatu.
"jangan biarkan mereka ikut upacara ini, atau aku sendiri yang akan membunuh mereka"
jhonson langsung keluar sementara itu arcane dengan acuh berbalik dan menciptakan cermin baru dari es dan melanjutkan persiapannya.
mereka tau kalau diskriminasi rasial sangat kental apalagi dikalangan bangsawan, berita bahwa arcane memiliki pengawal dan pelayan brown dan gray dari ras half beast sebenarnya sudah membuat arcane di musuhi oleh para petinggi namun arcane tidak memperdulikan nya.
arcane sebenarnya tidak ingin membawa gray dan brown namun karena mereka memaksa apalagi pastinya tidak ada yang mau membantu arcane maka ia hanya bisa menyetujuinya namun dengan syarat mereka harus menutupi telinga dan ekor mereka.
arcane pun menyuruh mereka berdua berada di dekatnya supaya tidak ada yang berani menyinggung di depan nya, namun jhonson yang masuk tiba-tiba menyadari keberadaan mereka.
namun arcane masih pada rencana awalnya.
__________________________________________________________
beberapa saat kemudian arcane telah selesai dan mengingat waktu upacara akan berlangsung ia dengan tergesa-gesa menuju ruangan upacara.
namun di tengah perjalanan seseorang mencegatnya di tengah jalan, arcane mengenalinya namun ia langsung melewatinya begitu saja.
melihat arcane yang seperti itu orang itu memangil arcane.
"dimana sopan santun mu arcane? apakah kau sudah melupakan tata krama kerajaan? "
arcane berhenti dan tanpa berbalik ia berkata dengan dingin.
"aku akan terlambat jika meladeni mu kakak ke dua, jadi slamat tinggal"
ia adalah Elias sang pangeran kedua, ketika arcane akan beranjak pergi Elias mengatakan sesuatu.
"jangan terlalu sombong kau, disaat kau melakukan pengabdian ke gereja aku pastikan kau akan tersiksa"
arcane pergi tanpa membalas, dalam lubuk hati dan pikiran arcane mengatakan kalah ia harus menjauhi orang itu sebisa mungkin.
juga arcane sebenarnya tidak tertarik dengan pengabdian itu, ia memiliki rencana tersendiri dan ingin segera keluar dari segala kerumitan keluarga kerajaan ini