
mesin mulai berjalan dan terlihat hanya seperti sebuah benda yang bergerak karena aliran deras air, One eye sedikit tersenyum dan berkomentar.
"tuan apa yang sedang kau buat"
Arcane menoleh dan kemudian menarik tangan One eye, tanpa curiga One eye hanya mengikuti tuntunan Arcane.
lalu Arcane langsung meletakkan tangan tangan One eye pada ujung generator itu dan.
"brezzzt.... rttzzzz.... "
Tanpa diduga One eye lang tersetrum dan tubuhnya kejang-kejang, Arcane di sana langsung tertawa puas sementara orang lainnya kebingungan.
Arcane kemudian menjelaskannya.
"alat ini bernama generator listrik tenaga air, selama ada aliran air maka alat ini akan terus menghasilkan listrik"
semua orang langsung mengangguk paham dan berbalik melihat One eye yang berbaring kaku dengan tatapan kasihan, Arcane melihat itu juga dan menendangnya.
"hei bangun aku yakin manusia lebih kuat dari pada itu"
Arcane kemudian mengeluarkan satu barang lagi dan memasang nya di output generator itu, sementara One eye mulai bangkit dan melihat sekeliling.
"apa yang baru saja terjadi? "
"tuan sebenarnya apa yang ingin kau lakukan? bukankah sihir petir lebih berguna daripada alat itu?.
lalu kenapa kau membuatnya? " kata Gray.
Arcane melirik dan menunjukkan sesuatu, itu adalah sebuah lempengan yang di atasnya terukir lingkaran sihir dan rune rumit.
"kita tau kalau mana adalah bentuk dari energi yang ada di dunia, sementara itu benda ini adalah alat yang bisa mengubah petir atau sejenisnya menjadi mana.
selanjutnya kalian tau Magsudku kan? " jelas singkat Arcane.
lalu kali ini Kai bertanya.
"kenapa anda menggunakan alat itu? "
Arcane tanpa menoleh kini memasang generator dan alat pengubah petir itu dan berkata.
"aku ingin kau menambah kapasitas mana di setiap prajurit, dan aku ingin kalian menggunakan cara baru dalam menggunakan mana"
Semua orang kini semakin bingung namun mereka diam saja, setelah beberapa saat Arcane telah selesai dan bersamaan dengan itu sebuah aliran tipis mana keluar.
semua orang bisa merasakan kalau mana memang semakin menebal dan terasa sangat nyaman.
__________________________________________________________
kini mereka sudah berada di ruang singgasana Arcane
"ok kalau begitu aku ingin memberi tau kalau aku akan pegi berpetualang dan.... "
sebelum Arcane menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Gray langsung memotong.
"TUAN!!!! apa kau akan meninggalkan aku!? "
Arcane tertawa kecil dan kembali melanjutkan perkataannya.
"tidak Gray aku hanya ingin melihat dunia, berpetualang seperti orang biasa.
sudah terlalu lama aku mengurung diri dan aku tidak ingin terus berdiam diri dan hanya duduk dan mengatur kalian. "
kali ini Kai angkat bicara.
"tunggu anda ingin mundur dari posisi pemimpin? "
Arcane menggeleng lalu menjawab.
"tidak, aku akan membuat seseorang menjadi seperti pemimpin.
namun sebenarnya akulah yang memimpin"
mereka mengangguk namun Gray masih tidak Terima, Arcane kemudian kembali berkata.
"baikbaik, meskipun aku berkata akan pergi namun sebenarnya aku tidak akan pergi"
Blue tiba-tiba datang entah darimana, ia juga membawa sebuah kotak yang berukuran kecil di atasnya.
"trimakasih blue"
"Sama-sama tuan"
begitu selesai menyerahkan kotak itu Arcane kemudian membukanya, Arcane mengambil sesuatu dari dalam itu dan kemudian mengangkatnya.
benda kecil aneh di tangan Arcane membuat semua orang kebingungan namun Arcane segera menjelaskannya.
"ini adalah temuan baruku, namanya air pod"