Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 86


Thin kini tersenyum lebar karena meskipun ia tau kalau jabatan itu terbilang sebagai pelayanan namun ia masih menerimanya daripada harus melakukan pekerjaan kasar dan bertarung.


Arcane berjalan dengan tertatih-tatih menuju podium namun sebelum itu Kai mencegahnya.


"kenapa kau menjadikan ia sebagai wakil jendral mu? "


Arcane menatap dengan bertumpu pada tongkatnya namun ketika ia melakukannya tongkat itu patah menjadi serpihan-serpihan kecil dan besar.


Arcane dengan kekuatannya berdiri tegak dan berkata.


"karena kau tidak akan terlalu lama menjadi jendral, aku telah memberikan penerus yang kompeten"


mata Kai membesar dan kini wajahnya menjadi marah, dengan sedikit berteriak ia berkata kepada Arcane.


"APA KAU HANYA AKAN MEMBUAT AKU MATI di TEMPAT TIDUR!!! "


Arcane kini menatap Kai dengan tatapan heran dan ia pun membalas.


"apa kau akan meninggalkan posisi mu saat kau mati did medan pertempuran atau perang?


jika itu terjadi aku tidak akan membiarkan nya, bahkan jikalau kau memohon"


Kai kini terdiam ia mengerti maksud Arcane sekarang sebagai seorang petarung sudah sepantasnya ia mati saat bertempur, berbeda dengan ras beast yang mati di medan tempur karena keyakinan, bagi seorang prajurit mati di medan pertempuran adalah sebuah kebanggaan.


apalagi seorang pemimpin yang kalah di medan perang wakil atau penerusnya akan menjadi obor yang lebih terang dan jika menang namanya akan menjadi legenda.


Kai mengerti ia langsung mengeluarkan pedangnya dan mengangkatnya selayaknya kesatria yang memberikan pedangnya ia kemudian berlutut dan berkata dengan tagas.


"Kai siap menjadi pedangmu tuan! "


Arcane mengambil pedang itu dan melakukan prosesi pengangkatan kesatria dengan menaruh pedang itu di kedua bahu Kai, setelah itu ia kembali ke podium.


setelah beberapa saat ia telah sampai dan berkata.


"aku tidak peduli asal-usul kalian, selama kalian berguna kalian bisa bekerja denganku.


kita jadikan kelompok ini menjalar, menancapkan akarnya di setiap kerajaan yang ada dan menjadi organisasi yang paling mendominasi.


dan bahkan sebuah kerajaan akan takut kepada kita!!!"


semua orang bergetar dengan rencana Arcane, jika biasanya organisasi dunia bawah melakukan operasinya antar kerajaan di ras yang sama namun Arcane berani bilang kalau ia akan membuat organisasi yang bisa mencakup seluruh kerajaan.


Jadi mereka akan melebarkan sayapnya ke setiap ras yang ada yang notabene nya perdagangan dan kekuatan tidak akan pernah bisa di remehkan siapapun.


mereka mengepal dan kini mulai bersyukur bergabung dengan kelompok yang di buat Arcane, sementara itu Arcane kembali berbicara.


"sebelumnya aku telah menyinggung 3 kelompok di distrik timur ini dan akibatnya adalah kejadian beberapa hari lalu.


kalian pasti tau kabar selanjutnya bukan?!... "


semua orang menjadi teringat akan kejadian segar yang Baru-baru ini terjadi dan mulai bergidik ngeri.


"...... hanya sebuah pertemuan yang tidak di sengaja, mengorbankan 1 bangunan aku dan Brian bisa melemahkan 3 organisasi distrik timur.


lalu apa yang bisa di lakukan jika kita semua bersatu? "


Arcane bicara dengan kata-kata yang sangat mendominasi, kini mereka menjadi kasihan dan bersyukur karena tetap memilih tetap tinggal di tempat.


Arcane kemudian memunculkan monolit di sebelahnya dan berkata.


"baik.....


sekarang biasakan dengan markas baru kita"


__________________________________________________________


matahari telah tenggelam dan bulan pun menampakkan dirinya, di sebuah hotel terlihat kalau Brian masuk dan menuju kamarnya.


sebelumnya tempat judinya adalah tambang uang sekaligus rumahnya, namun ketika Arcane menyuruhnya pergi ia mengira pangeran itu ingin membayar kebaikannya namun sepertinya ia telah menyelamatkannya.


Brian memasuki kamarnya dan di sambut oleh istrinya yang sedang membaca sebuah buku.


"sayang kau telah kembali"


Brian tersenyum dan membalasnya.


"aku pulang, dimana Lou? "


Brian memandang sekitar namun tidak menemukan Lou, ia namun istrinya menjawab.


Brian tersenyum getir ia pun memegang tangan istrinya itu dan berkata.


"kau tenang Hana, di pertemuan tadi tuan akan menyediakan tempat lain untuk kita urus.


meskipun lokasinya tidak terlalu bagus namun aku telah di berikan posisi penting"


Hana menjadi bingung dan ia bertanya.


"apa maksud mu? "


"begini.... "


Brian pun menjelaskan dengan semangat.


-------sebelumnya-------


Arcane langsung mengaktifkan monolit itu dan sebuah portal tercipta, semua orang memasukinya dengan rasa penasaran.


begitu masuk mereka semua terkejut dan takjub akan design ruangan, namun semua itu berhenti sesaat ketika Sebastian datang.


mereka semua takut dan langsung melakukan posisi bertarungnya namun Arcane menenangkan mereka dan berkata kalau itu adalah kepala pelayan di sini.


Arcane juga menceritakan tentang tempat itu sambil menuju ke aula istana, ketika sampai Arcane juga menjelaskan kalau banyak ruangan yang tersedia.


selesai menjelaskan Arcane dengan di bantu Thin mulai membagikan setiap ruangan yang ada, mulai dari Gavin yang di tempat kan di ruang penempaan, Kai yang di tempatkan di kantor prajurit, Jack yang mengatur dan menghitung penyimpanan dan sebagainya.


Arcane juga memberikan pekerjaan yang mereka inginkan bahkan para budak, namun untuk mereka yang berdagang atau sebagainya hanya di beri ruang arsip karena mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu di luar markas.


rencana Arcane untuk sementara akan menjadikan bangun Gavin dulu menjadi tempat judi kamuflase yang akan di pimpin oleh Brian.


sementara tempat yang dulu akan dijadikan toko untuk menjual barang hasil markas, dan bahkan Arcane berencana membuat acara lelang untuk mempromosikan.


semua orang tampak senang dan puas dengan apa yang Arcane berikan kepada mereka.


Arcane juga menjelaskan kalau di setiap ruangan bisa di pakai namun tidak akan bebas menggunakannya, seperti ruangan perpustakaan yang hanya bisa mengakses beberapa buku selain itu buku tidak akan bisa di ambil dari rak nya.


keterbatasan itu dikarenakan setiap ruangan memiliki penjaganya masing-masing dan Arcane memberikan tantangan jika seseorang bisa lulus dari tes penjaga tersebut maka ruangan itu akan menjadi miliknya sepenuhnya.


meskipun Arcane masih memiliki hak untuk menggunakannya namun sang pemilik ruangan yang memiliki Otoritas tertinggi seperti Arcane yang bisa mengatur denah seluruh tempat dan memecat pemilik ruangan.


---------------


"wah apakah hal itu nyata" kata Hana yang tiba-tiba menyela.


Brian mengangguk dan berkata.


"benar dan bahkan disana ada ruangan untuk bertani dan beternak.


sangat ajaib! "


mendengar hal itu Hana kini mulai berandai-andai.


"hmmm....


apakah aku bisa berkerja disana?"


"hm?.... kenapa kau berkata seperti itu? " tanya Brian keheranan.


Hana dengan santai langsung menjawab.


"yah sepertinya seru bekerja di tempat yang misterius"


mendengar itu Brian kini sedikit menekuk mulutnya dan merengek.


"istriku... apakah kau tidak mau membantuku mengurus kembali usaha kita.


aku yakin aku membutuhkan keahlian pengarsipan mu huhuhu.... "


Hana tertawa kecil melihat tingkah Brian yang seperti anak kecil.


"ara ara, aku hanya bercanda sayang....


lalu apa nama organisasi yang baru? "


ketika Hana berkata seperti itu Brian langsung menjadi serius dan kemudian berkata.


"Tartarus..... penjara para Titan"