Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 2


"argh..... "


pusing melanda kepalanya dan aliran ingatan mengalir ke kepalanya, dan kini ia dapat mengambil kesimpulan.


Arcane fortis seorang jenius tehnologi kini telah bereinkarnasi ke ke masa lalu atau lebih tepatnya ke dunia lain di masa lalu dengan nama yang sama namun identitas yang berbeda.


pada dunia ini terdapat ras selain manusia, yaitu ras elf, half beast, dwarf dan demon.


itu adalah 4 ras utama namun sebenarnya banyak ras lain jika di uraikan satu persatu, mereka semua memiliki budaya, wilayah, dan keunikannya sendiri.


namu dari seluruh ras terdapat kesamaan yaitu setiap mahluk hidup yang ada di dunia ini bahkan tumbuhan dapat mengolah energi yang di sebut mana, mana adalah sebuah energi alam yang mengalir seperti udara air dll.


dengan mana itu mahluk hidup bisa melakukan sebuah keajaiban seperti memunculkan api dari kekosongan dan hal ini umumnya di sebut sihir.


sihir umumnya digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti memasak, menambah energi, pengobatan bahkan mempertahankan sebuah wilayah.


umumnya setiap orang ketika lahir dapat mengendalikan mana dan sebagai awal mana yang ada di dalam tubuh akan berwarna putih bersih.


namun seiring waktu jika di latih maka warna mana itu akan berubah dan tingkatan yang ada adalah:


putih


merah


jingga


kuning


hijau


biru


nila


ungu


sementara itu dalam pemanfaatan pelatihan dibagi menjadi 2:




penyihir


untuk pelatihan ini murid akan di fokuskan untuk melatih sihir yang di milikinya dan lebih berfokus untuk pelatihan sihir.




kesatria


untuk yang ini pelatihan akan berfokus pada tubuh dimana menguatkan tubuh sekuat mungkin dengan sihir atau kekuatan murni




dalam kasus Arcane sendiri ia masih berasa di warna putih, dimana tingkatan itu sama dengan tingkatan masyarakat kelas rendah, padahal kebanyakan masyarakat berada pada tingkatan semi merah atau bahkan merah, padahal ia iki telah berusia 12 tahun.


dan juga status arcane kini adalah seorang pangeran ke 3 yang paling tidak di sukai oleh seluruh kerajaan bahkan di keluarganya sendiri karena ia sangat malas dan suka menghambur-hamburkan uang, ia pun seorang pengecut yang sangat sombong dan singkatnya ia adalah seorang sampah.


arcane berbaring dan temenung dengan menatap langit-langit kamarnya cahaya dari luar meskipun terang tidak menyilaukan matanya, dan bertanya-tanya kenapa ia bisa bereinkarnasi ke dunia ini.


"..... aku sekarang ..... seorang pangeran sampah ya? "


ketika selesai bergunam tiba-tiba seseorang orang memasuki kamarnya dengan tersedu-sedu.


arcane meliriknya dan menemukan kalau orang itu adalah ratu Elizabeth ibunya, ia memiliki wajah cantik dengan rambut hitam yang membuat kesan elegan pada dirinya.


ratu Elizabeth melihat kondisi putranya yang telah bangun dan ia langsung terkejut, sontak saja ia berlari ke pinggir tempat tidur dan langsung menggenggam tangan arcane dengan hangat.


"putraku kau siuman...... PELAYANAN PANGGILKAN TABIB SEGERA!!! "


tanpa menunggu apa yang terjadi ia langsung memberi perintah ke pelayan, ia kemudian memandangi putranya dengan tatapan haru dan senyuman kecil.


arcane melihat itu dan bertanya.


"ibu..... apa yang terjadi, dan sudah berapa lama aku tertidur..... "


"1 minggu, anakku aku kira kau tidak bisa bangun lagi, kau sebelumnya terjatuh di tangga hingga membuat beberapa tulangmu patah.


lain kali Berhati-hatilah ketika berada di tangga supaya tidak jatuh"


arcane kembali mengolah ingatannya dan mendapati kalau seorang pelayan mendorong nya dari tangga yang cukup tinggi di istana, arcane tau kalau itu bukan kecelakaan.


namun saat ini ia tidak bisa apa-apa karena kondisinya yang terluka parah.


lalu arcane berbicara ringan dengan ibunya dan beberapa saat kemudian sang tabib kerajaan datang dan memeriksa kondisi arcane dengan cermat.


setelah memeriksa ia langsung memberi tahu kondisi arcane kepada ratu.


"ratu Elizabeth ini adalah sebuah keajaiban.


saya tidak menyangka kalau pangeran bisa siuman, padahal menurut pemeriksaan sebelumnya cidera pangeran ke 3 cukup fatal.


sepertinya pangeran memiliki keberuntungan yang cukup besar"


ratu Elizabeth terseyum syukur dan berkata.


"trimakasih tabib, lalu bagaimana selanjutnya? "


tabib tanpa ragu menyerahkan sebuah botol kecil dan didalamnya terdapat cairan berwarna merah.


"yang mulia cukup memberi health potion ini kepada pangeran ke 3 supaya bisa lekas sembuh.


di perkirakan pangeran akan sembuh dalam 3 hari kedepan"


sang ratu menerima botol itu dan langsung memberi hormat.


"trimakasih tabib"


"Sama-sama ratu "


setelah tabib itu menjawab ia langsung bergegas pergi meninggalkan mereka berdua.


setelah sang tabib pergi sang ratu meminumkan potion itu ke arcane, lalu karena arcane yang tau kegunaan potion itu ia langsung menelannya meskipun rasanya sangat pahit.


setelah Health potion itu memasuki tubuhnya ia dapat merasakan kalau tubuhnya mulai menyembuhkan diri, namun tidak hanya itu kini ibunya mengulurkan tangannya ke atas dada arcane.


"heal"


sang ratu berkata pelan dan tangannya muncul cahaya kuning keemasan seperti cahaya matahari yang menghangatkan.


arcane tau kalau itu adalah salah satu sihir dan ia merasakan kalau sihir itu mempercepat proses penyembuhannya.


setelah beberapa saat Elizabeth berhenti dan duduk di samping ranjang arcane sementara arcane kini bisa bergerak dan duduk di tempat tidur.


"nak apakah ada rasa sakit lainnya?, atau apakah perlu sesuatu?"


Elizabeth bertanya dengan penuh perhatian dan kasih sayang, arcane yang dulunya hidup sendiri dan bahkan tidak memiliki orang tua kini ia tersentuh dengan kehangatannya.


ia meneteskan air mata dan bersyukur diberikan kesempatan untuk memiliki orang tua yang lama ia impikan.


"ibu aku sedikit lapar, apakah ibu bisa menyuapiku?"


"kau ini, baik ibu ambilkan dulu"


Elizabeth tersenyum lembut dan keluar untuk mengambil makanan untuk arcane.


setelah Elizabeth keluar arcane mengolah kembali ingatan yang berada di tubuh barunya ini, dan ia mendapati kalau ia memiliki 5 saudara lain dengan ibu yang berbeda.


arcane bahkan tidak akrab dengan 3 diantara mereka, dan juga arcane menemukan kalau sebenarnya dirinya yang lama sebenarnya memiliki sifat yang tenang dan lembut.


namun arcane berbuat seperti seorang sampah karena saat ia berumur 7 tahun, arcane mendapatkan pengalaman buruk dimana ia di tindas dan di pukuli tanpa alasan yang jelas apalagi saat itu ia tidak ada yang membela malah ia yang di salahkan karena terlalu lembut bahkan beberapa kali ia terkena kasus penculikan dan harus mencari cara kabur dengan usahanya sendiri.


sejak saat itu ia selalu takut dan melakukan segala cara untuk melindungi dirinya namun hal itu malah membuat dia ke jalan buruk dimana membuat karakter nya menjadi seorang sampah.


namun sisi lain arcane salut karena tubuh lamanya memiliki harga diri untuk tidak ingin ditindas dan tidak ingin menindas orang lain, ia hanya melawan kepada orang yang pernah menindasnya siapapun itu.


arcane tersenyum dan mencoba berdiri menghadap balkon yang ada di sebelah kanannya, karena waktu masih siang ia bisa melihat pemandangan tan luas dan hijau dari lantai ia berada.


lalu ia menuju lemarinya pakaian yang terdapat cermin yang setinggi 3 meter, disana ia bisa melihat tubuhnya yang hanya memakai celana pendek dan balutan perban di tubuhnya tampangnya yang memiliki rambut hitam dan mata merah yang indah, ia juga memiliki tubuh yang terbilang ideal meski tidak ada otot yang timbul.


arcane sendiri juga memiliki tampang yang bisa terbilang tampan, lalu dengan yakin ia kemudian berbicara kepada dirinya sendiri di cermin itu.


"arcane aku akan menggantikan dirimu, sekarang tubuh ini adalah milikku dan aku tidak akan membiarkan diriku di tindas dan sekarang kau adalah aku dan aku adalah kau jadi kau tenang di sana dan selamat beristirahat dengan tenang"