
Arcane berjalan dengan tertunduk matanya memancarkan kemarahan dan kebencian meski begitu pikirannya masih tenang dan rasional, memberi waktu Arcane 1 bulan sudah lebih dari cukup untuk membuat sebuah rencana.
ketika berjalan Luna kini meragukan penglihatannya malam itu, dan ia pun berfikir kalau Arcane memiliki orang di belakangnya yang melindunginya, karena jika Arcane yang di depannya adalah orang yang sama kemungkinan ia akan melawan atau setidaknya menyerang raja James.
sementara itu beberapa orang yang disana para ratu dan pangeran mulai mencibir kalau Arcane hanya orang yang seperti anjing yang terus menggonggong tanpa adanya tindakan.
disaat itu Arcane benar-benar seperti aib bagi kerajaan, ia hanya di anggap seperti alat sekali pakai untuk kepentingan politik kerajaan.
__________________________________________________________
dimalam yang dingin hujan telah turun dengan derasnya, di suatu hotel Arcane membaringkan Gray dan Brown yang tak kunjung sadar.
sebelumnya setelah pertemuan itu Arcane langsung meninggalkan istana tanpa memberitahu siapapun dan dengan mengendarai kereta kuda untuk membawa Gray dan Brown.
Arcane juga tidak membawa mereka ke kediaman Black Rose karena takut kalau ibunya akan langsung membunuh mereka, selain itu Arcane memiliki sesuatu yang harus di lakukan.
tanpa suara ia melompat dari cendela dan melompat melewati atap ditengah hujan yang deras, Arcane melakukan itu untuk memotong waktu supaya cepat sampai.
beberapa saat kemudian ia telah sampai di tempat yang ia tuju, tempat itu tak lain adalah tempat pengoperasian kelompok One Eye.
bangunan itu telah diperbaiki dan menjadi semakin baik seperti sebelumnya dan lampu di dalam pabrik itu masih menyala yang sepertinya masih ada orang, tanpa ragu Arcane langsung memasuki bangunan itu.
ketika Arcane masuk semua orang berada di depan pintu dengan One Eye dan Thin berada di barisan paling depan memegang sebuah senjata berupa tongkat.
Arcane juga melihat kalau Jack berada di anak tangga yang menuju lantai 2 bersama Gavin yang berada di sampingnya.
Arcane membuka jubah basahnya dan menaruhnya dilantai, dengan tatapan santai ia menghela nafas.
"hah.... kalian sudah tau kan?
sekarang apa yang kalian inginkan? "
One Eye maju kemudian mengarahkan senjatanya ke Arcane.
"kau, pangeran sampah....
kau mau apa dengan kami!!!, kau adalah seorang banjingan yang sesungguhnya!!! "
Arcane maju hingga tepat di depan One eye.
"beritau aku seperti apa aku? "
dengan geram One eye langsung memegang kerah Arcane dan berkata dengan keras.
"apa kau lupa di umur 7 tahun kau hampir memerkosa seorang balita, setelah itu kau melakukan pemerkosaan di setiap tempat di ibukota ini....
kau adalah maniak ***, padahal ada tempat bordir namun kau masih kurang akan wanita!?...
kau juga masih berani membunuh bayi hanya karena ia menangis karena kau terganggu dan takut ketahuan saat melakukan pemerkosaan"
Arcane memiringkan kepalanya lalu kemudian ia kembali bertanya.
"darimana kau mengetahuinya? "
One eye melempar Arcane dan menyerangnya, Arcane dengan santai langsung memblokir nya.
"darimana aku tau? tentu saja dari kawanku dan berita yang tersebar di penduduk kota...
semua orang tau kalau kau melakukan itu semua!!! "
Arcane kemudian menyerang balik One eye hingga membuatnya mundur.
"ada lagi yang ingin kalian sampaikan?"
kali ini giliran Thin yang berkata.
"kabarnya kau itu lemah dan pengecut namun sepertinya kau menyembunyikan kekuatan mu Ya untuk melakukan tindakan keji seperti itu"
Thin bisa berkata seperti itu karena meski seburuk apapun dirinya dan kelompok nya ia tidak pernah melakukan pemerkosaan atau pembunuhan, meski mereka sebenarnya membunuh secara perlahan orang lain sih.
beberapa orang juga mengucapkan beberapa perkataan yang sama tentang semua keburukan Arcane, sementara itu Arcane juga sebenarnya tidak pernah melakukan hal seperti yang mereka tuduhkan.
One eye kembali menyerang Arcane dengan amarah dan di ikuti oleh beberapa orang lainnya, Arcane tidak menyerang dan menghindari mereka semua karena kebanyakan di antara mereka bukan petarung melainkan orang-orang yang melakukan perakitan.
sambil menghindari semua serangan Arcane kembali berkata.
untuk sesaat beberapa orang berhenti namun One eye tidak berhenti dan membalas.
"hah? apa maksudmu!? "
Arcane melompat dan mengambil jarak ia kemudian dengan tatapan tajam berkata.
"kebanyakan dari kalian bukan petarung atau penyihir bukan!?, aku juga mengatakan aku benci penghianatan.
.
.
dan sebaiknya mereka yang bukan petarung atau penyihir tidak ikut perkelahian ini! "
seketika Arcane menghimpun dan melepaskan tekanan aura inti mana warna merahnya keseluruhan tempat itu, meski ia hanya berada di tahap merah namun auratnya sangat kuat.
aura ini sukses membuat sebagian orang pingsan di tempat dan beberapa lainnya menahan dengan berbaring di lantai dan menggulung tubuh mereka untuk menahan tekanan.
bahkan One eye di buat bertekuk lutut.
'kuat sekali, apakah benar dia berada setingkat denganku!? '
setelah beberapa saat Arcane berhenti dan mendapati mereka yang masih bertahan.
"sepertinya ada beberapa orang dari divisi pengrajin memiliki potensi untuk menjadi pejuang"
Arcane menghafal semua wajah orang yang disana sekaligus penempatan pada divisinya jadinya ia juga tau kalau ada beberapa orang yang sebenarnya juga memiliki potensi yang baik.
kemudian ia mendekat kearah One eye dan berlutut.
"katakan... jika aku sekuat itu atau sekejam itu mengapa aku memberikan kalian rancangan bom itu secara cuma-cuma.
aku tau kau juga melakukan sesuatu di belakang ku untuk menimbun beberapa keping emas.
.
.
apalagi aku memberikan tehnik pelatihan yang di gunakan oleh grand king kepadamu...."
semua orang disana tertegun dengan perkataan Arcane. 'tehnik pelatihan grand king? bukankah itu adalah tehnik pelatihan kerajaan? dan hanya para keluarga kerajaan yang bisa menggunakannya.'
Arcane mengerti dengan pemikiran semua orang dan ia pun berdiri dan menjelaskan kepada mereka.
"ya, akun dilatih oleh grand king secara langsung Baru-baru ini dan aku mencuri beberapa tehnik yang ia gunakan.
meskipun aku harus hampir mati karena itu.... "
Arcane menceritakan awal pelatihannya kepada mereka yang bahkan ketika ia hampir mati karena serangan grand king sendiri, alasan Arcane ingin dilatih oleh grand king hanya karena ini.
Arcane mempelajari apa yang di ajari oleh grand king dan menuangkannya kedalam surat yang di kirim Gray untuk One eye, meski teknik itu tidak terlalu lengkap namun ini masih lebih baik daripada tidak sama sekali.
ia juga membeberkan beberapa informasi yang ia peroleh dari istana tentang dirinya yang sebenarnya selalu berada di kediaman black rose.
lalu untuk kejahatan yang ia lakukan pastinya kerajaan akan tau dan setidaknya menghukum seperti di penjara atau di asingkan, namun Baru-baru ini raja sendiri menghukum Arcane untuk diasingkan hanya karena ia tidak membutuhkan status pangeran, sungguh alasan yang terlalu remeh.
lalu jikalau Arcane memang sekejam itu mengapa ia lebih bekerja sama dengan para preman dan kelompok yang tak di kenal seperti One eye dan thin, mengapa tidak bekerja sama dengan para pejabat korup dan organisasi yang lebih besar.
dan sebenarnya alasannya simple yaitu karena mereka memiliki apa yang diinginkan Arcane, ia ingin membuat organisasi yang tidak bisa di sentuh maka dari itu ia harus membuatnya dari nol dan merekrut mereka yang tak memiliki nama di masyarakat.
rencana yang ia siapkan untuk menjual beli barang juga di maksudkan untuk membuat kelompok ini tetap tersembunyi meski dilihat dari dekat, Arcane berencana membuat kelompok ini gajah di pelupuk mata mereka yang Sewaktu-waktu bisa langsung menghabisi mereka yang mengancam daripada naga di sebrang pulau yang di buru oleh seluruh kekuatan yang ada.
ia juga ingin menghancurkan pandangan semua orang mengenai perbedaan ras dan bisa hidup berdampingan bersama mereka, itulah mengapa Arcane tidak masalah memiliki Gray dan Brown sebagai bawahannya.
mendengar itu semua orang yang disana mulai meragukan semua informasi tentang Arcane, lalu One eye kemudian berdiri dan berkata dengan nada serius.
"lalu sekarang apa yang ingin kau lakukan? "
Arcane berjalan melewati One eye dan menaiki tangga menuju lantai 2, ketika ia berada di depan Jack dan Gavin yang menatapnya dengan pandangan keyakinan Arcane berbalik dan berkata dengan lantang.
"Petama-tama kita perlu rencana untuk masa depan kelompok ini dan rencana untuk membunuh Gray, Brown dan aku"