Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 74


hari yang panjang telah berakhir kini malam pun tiba, di sebuah jalan yang cukup ramai Arcane berjalan dengan menggunakan jubah seperti biasanya.


ia kini juga berhenti di depan sebuah toko penempaan.


"waktunya mengambil barang pesanan"


Arcane memasuki toko itu dan tanpa basa-basi langsung masuk ke bagian penempaan dan mendapati kalau Beni sedang menempa sebuah pedang.


Arcane melangkah lebih jauh dan langsung berada di depannya, Arcane kemudian berkata.


"sudah selesai? "


Beni mendongak dan menunjuk ke salah satu kotak di belakangnya, Arcane menuju ke sana dan mengecek semua bagian yang di pesannya.


Arcane tersenyum dan mengangguk, sebelumnya ia berfikir kalau peralatan ini mustahil untuk di ciptakan namun dengan adanya sihir sepertinya pembuatan mesin tidak mustahil.


Arcane puas dan langsung mengeluarkan sebuah kantong yang berisi permata didalamnya.


"ini bayaran mu....


dan bonus untuk 3 tambahannya, danitu sebagai bonus dan permintaan maaf karena terlambat dalam pengambilan"


Beni membuka dan didalamnya ada beberapa permata dan kepingan emas, ia kemudian langsung menyimpan pembayaran itu dan melanjutkan pekerjaannya.


Arcane melihat Beni ia tau kalau sepertinya Beni terasa kesal, Arcane tau kalau ia membuat 4 buah karena mencari tau bentuk benda itu dan mencoba untuk menghubungkan keseluruhan bagian.


namun sepertinya semuanya gagal dan rusak bisa di lihat kalau ada beberapa part yang patah di sekitaran tempat kerja Beni.


Arcane kemudian langsung menyimpan semua benda pesanannya dan berjalan keluar, ketika ia melewati Beni Arcane berkata.


"jika kau tertarik bekerjasama dalam 3 hari temui aku disini, meskipun bukan benda yang spesial"


Arcane berkata seperti itu karena meskipun Beni adalah seorang penempa namun ia memiliki rasa penasaran yang besar, Arcane bisa melihat kalau Beni membuat beberapa benda sihir yang cukup rumit disana namun semuanya tidak terpakai atau dihancurkan.


tak menunggu lama Arcane langsung mencari gang kecil dan tiba-tiba ada sebuah burung kertas yang menghampirinya, Arcane tersenyum dan berkata.


"lebih cepat dari dugaan, berarti tinggal beberapa sentuhan lain"


seakan-akan Arcane tau burung kertas itu kemudian ia berlari di tengah gelapnya malam melewati atap-atap rumah.


__________________________________________________________


Arcane keluar cukup lama namun seisi istana tidak ada yang mengetahui nya ia bahkan tak perlu repot-repot untuk mengecoh para prajurit.


Arcane terbang menaiki menara dan memasuki kamarnya setelah itu ia langsung mengeluarkannya semua barang yang tadi ia ambil.


tanpa sengaja Arcane juga mengeluarkan sebuah cincin dari sabuk nya dan teringat kalau itu adalah cincin dari Fake yang ia kalahkan dari meja judi.


Arcane kemudian mengeluarkan semua yang ada karena di dalamnya hanya ada 3 benda saja, ketika di keluarkan Arcane cukup terkejut dengan isinya.


isinya terlihat sangat tidak spesial karena barang pertama semacam pedang besar yang telah retak dan akan hancur sewaktu-waktu.


Untuk barang kedua seperti bongkahan batu berwarna hitam yang lumayan besar selain itu tidak ada yang spesial, kemudian barang terakhir adalah sebuah pilar atau lebih tepatnya sebuah monolit yang di ukir banyak rune dan simbol aneh.


Arcane bingung pasalnya semua yang berada di sana selain monolit itu seperti sampah, namun karena sebelumnya yang memiliki cincin ini adalah seorang kolektor maka pastinya ada sesuatu yang tersembunyi.


Arcane kemudian memilih untuk menyimpan kedua benda itu dan mulai meneliti monolit itu dan bagaimana cara kerjanya, ketika melihat dan mempelajarinya Arcane melihat kalau ada beberapa rune yang terhapus atau tidak lengkap.


Arcane bingung akan kondisi monolit ini yang dimana itu adalah barang buatan jaman ini atau peninggalan kuno, karena sepengetahuannya sihir tidak akan bisa di lancarkan kalau rune dan lingkaran sihirnya rusak.


namun Arcane bisa merasakan kalau ada jejak sihir yang keluar dari monolit itu, akhirnya ia mencoba mengalirkan sejumlah mana kedalamnya.


beberapa saat kemudian monolit yang sebelumnya seperti pilar kini di bagian depannya muncul kabut yang berputar yang semakin lama semakin membesar.


Arcane menyaksikan fenomena itu dan setelah lingkaran kabut itu selesai ia mulai mengamatinya, ia melakukan beberapa percobaan seperti melemparkan beberapa benda namun di ikat ke sebuah tali.


namun hasilnya sedikit mengerikan pasalnya benda-benda itu kembali dengan berlumuran lumpur, ada yang basah biasa, ada juga yang talinya terbakar jadinya benda itu hilang di dalamnya, ada juga yang meleleh yang sepertinya terkena racun atau asam yang sangat kuat.


Arcane kini menjadi sedikit ngeri karena pasti ada yang salah dengan benda ini, ia juga sedikit merasa kasihan jika ada seseorang yang Fake paksa untuk memasuki alat ini.


ia juga kini sadar kalau benda ini pasti rusak dan perlu di perbaiki, tapi masalahnya bagaimana caranya.


ketika ia sedang berfikir tiba-tiba sebuah suara memanggilnya.


"tuan, Apakah perlu bantuan? "


Arcane yang mendengar suara itu menoleh ke kanan dan kekiri tapi tidak menemukan siapapun, apalagi suara itu seperti suara anak kecil namun tanpa ekspresi.


"siapa kau? tunjukkan dirimu juga kalau bicara" kata Arcane.


sesaat tidak ada jawaban namun tiba-tiba sabuk Arcane bercahaya dan mengeluarkan sebuah kotak, Arcane ingat kalau ia melakukan eksperimen tentang benda yang ada di dalam buku itu apalagi ia memiliki koneksi dengan benda itu.


ketika kotak itu terbuka keluar sebuah bola berwarna biru seukuran bola kasti, bola itu bersinar terang dan menghampiri Arcane.


"tuan ini hamba"


"oh kau ternyata....


lalu sebelumnya siapa namamu? "tanya Arcane.


bola cahaya itu melayang sesaat kemudian menjawab.


" tuan belum memberikanku nama"


Arcane kemudian mengangguk dan berfikir kalau hasilnya cukup memuaskan, benda itu seperti AI di dunia lamanya dan sepertinya cukup maju apalagi seiring berjalannya waktu benda itu akan berkembang dan membentuk tubuh dan yang lainnya.


Arcane kemudian menatap benda itu dan mengatakan.


"mulai sekarang namamu Blue Birds aku akan memanggilmu Blue, meskipun aku tidak tau kau akan berbentuk seperti apa kedepannya tapi mohon kerjasamanya"


benda yang di panggil Blue.B berputar-putar singkat kemudian menjawab.


"baik.....trimakasih tuan"


Arcane mengangguk lalu ia berkata.


"ok lalu bagaimana caranya memperbaiki ini"


Blue kemudian menghampiri monolit itu lalu tiba-tiba ia mengeluarkan sebuah lingkaran sihir dan seperti mesin fotocopy, blue menyalin replika monolit itu secara hologram dan mengarahkannya ke depan Arcane.


Arcane cukup terkejut karena Blue bisa melakukan hal semacam itu kemudian Blue berbicara.


"tuan anda hanya perlu merubah bentuk atau menambahkan monolit itu aku juga akan melakukan simulasi apakah sudah sesuai atau tidak, setelahnya aku akan melakukan perbaikan"


Arcane mengangguk dan melakukan beberapa perbaikkan, ini lebih sulit dari yang Arcane bayangkan karena mulai dari kedalaman hingga besar kecilnya ukiran menjadi faktor tambahan untuk keberhasilannya.


untungnya Blue bisa mengkoreksi Jadi Arcane tidak perlu melakukan kesalahan berlebih, setelah selesai Blue kemudian menarik hologram itu lalu meletakkannya bertumpuk dengan monolit yang asli.


setelahnya Blue mengeluarkan sihir kedua dan perlahan monolit itu perlahan membentuk seperti hologram, bebarengan dengan itu lingkaran kabut mulai membentuk pusaran sempurna di tengahnya dan kini bisa di sebut sebagai portal.