Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 54


seluruh tamu memperhatikan james kemudian ia melanjutkan bicaranya.


"tamu yang terhormat saya akan mengumumkan rencana pertunangan salah satu anakku yang satu ini.


ia begitu spesial hingga melakukan 2 upacara sekaligus hari ini.


meski ia memiliki reputasi buruk namun percayalah dirinya sebenarnya memiliki bakat yang mengagumkan.


jadi kami berencana untuk memberinya beberapa tangung jawab untuk kedepannya"


para tamu hanya melihat satu sama lain lalu kemudian Elisabeth yang kali ini berbicara.


"kalau begitu kita perkenalkan calon tunangan arcane.


putri luna lunar, dari Kerajaan horn hils"


luna maju menaiki panggung dan memberikan hormat kepada raja dan ratu lalu selanjutnya kepada tamu undangan.


__________________________________________________________


acara selesai ketika hari sudah menjelang tengah malam, dan kini arcane dan luna berjalan bersama di lorong istana.


tidak ada percakapan apapun yang terucap diantara mereka, dan entah bagaimana caranya mereka bisa terjebak bersama.


tanpa terasa mereka sampai di taman istana, lalu luna akhirnya memulai perkataan.


"aku luruskan satu hal, aku sebenarnya tidak ingin menikah denganmu apalagi menjadi istrimu!....."


arcane hanya melirik dan mengangguk dengan melanjutkan jalannya.


"aku tidak ingin menikahi seorang yang lebih lemah dariku!!!......"


arcane masih tetap berjalan tanpa memperdulikan luna.


"aku yakin ini hanya sebagai kerjasama politik antar kerajaan.... "


ketika selesai bicara luna baru menyadari kalau arcane telah jauh berjalan di taman itu, ketika ia mengikutinya dan berusaha menghentikannya secara pelan dan Samar-samar sebuah suara terdengar.


"tidak, tolong...... "


luna melihat arcane semakin cepat berjalan lalu ia tetap mengikuti arcane, suara semaik keras dan jelas.


dan akhirnya mereka berdua telah sampai pada sebuah gazebo yang cukup tertutup dan di tempat yang remang-remang.


ketika mereka berdua tiba sebuah pemandangan yang tidak mengenakkan terpampang di sana, khususnya arcane ia kini terlihat sangat marah.


luna kebingungan dengan ekspresi arcane dan ia melihat kejadian didepannya dimana seorang pelayan sedang di lecehkan.


"tuan tolong aku.... "


pelayan itu meminta tolong kepada arcane dengan air mata yang merembes, bajunya juga telah di robek-robek meski bagi luna itu adalah pelayan biasa namun suara itu sangat familiar bagi arcane.


"apa yang kau lakukan!!! "


arcane berkata dengan marah dan mulai mendekat, ketika itu juga bulan bersinar terang kini terlihat kalau yang sedang di perkosa adalah brown.


disisi lain pendeta itu malah tersenyum dan meremehkan arcane.


"oh pangeran ketiga.... bagaimana kabar anda? "


arcane masih dalam keadaan marah.


"Jawab pertanyaan ku"


pendeta itu malah tertawa kecil.


"hamba menemukan penyusup di ruangan anda jadi hamba membawanya kesini untuk di interogasi"


menanggapi perkawinan pendeta itu arcane langsung mengeluarkan kekuatannya dan berhasil mendorong pendeta itu hingga menjauh dari brown.


"apa yang kau sebut penyusup adalah pelayan pribadi ku"


pendeta itu berdiri dan tertawa mengejek.


"hahahaha.... benarkah?


seorang pangeran memiliki pelayan dari ras half beast, haha ini lucu sekali.


aku rasa negri ini akan segera di kutuk!! "


mendengar Kata-kata yang tidak mengenakkan arcane langsung meluncurkan tebasan pisau angin, tebasan itu sangat cepat hingga menyayat mulut pendeta itu.


"lancang sekali kau bicara....


apa kau terlalu banyak mengucapkan khotbah jadinya kau dengan gampangnya berkata hal-hal kotor seperti itu?"


pendeta itu terasa ngeri kepada arcane dan tanpa sadar tubuhnya bergetar hebat.


"kau.... kau berani menyerang pendeta!! "


"hanya seorang pendeta kau bisa apa?


dan karena kau telah menyerang orang ku tanggung akibatnya"


arcane kini langsung menyerang pendeta itu dengan kejam.


arcane melakukan serangan angin secara terus menerus hingga potongan terkecil, setelah itu setiap omongannya di lempar dengan kekuatan angin arcane ke segala penjuru.


setelah melakukan kekejaman itu ia langsung menggendong brown di punggungnya dan membawanya.


ketika kembali arcane tidak melupakan keberadaan luna dan dengan nada dingin arcane berkata didekat telinga luna.


"aku tidak peduli dengan pernikahan kita yang bahkan belum tentu terjadi.


hubungan kita tidak lebih dari sekedar hubungan politik yang kemungkinan kau akan menikahi adikku adam yang memiliki umur yang sama.


jadi slamat tinggal"