
pria yang memakai penutup mata itu tentu merasa sangat tersinggung sekaligus sangat marah, bagaimana tidak 2 orang bocah datang menghancurkan pintu markasnya dan ingin menguasai apa yang ia miliki tentu saja ia marah.
dengan kemarahan itu battle aura berwarna jingga menyelimuti seluruh tubuhnya, melihat itu gray langsung memposisikan diri namun di tahan arcane.
"kali ini aku akan menghadapinya sendirian"
gray terkejut dan langsung protes.
"ta-tapi tuan kenapa? apa kau tidak percaya kepadaku? "
arcane tersenyum dan mengeluarkan aura merah di sekeliling tubuhnya dan menatap gray dengan tersenyum.
"aku percaya, jadi lindungi punggungku dari semua orang yang di sini"
gray dapat melihat tekat yang terpancar di mata arcane, ia dapat melihat kalau ia percaya kepadanya untuk tidak mengganggu pertarungannya.
mendengar alasan itu gray yakin dan percaya kepada tuannya.
"serahkan kepada saya tuan"
arcane mengangguk dan langsung menghampiri pria itu.
mereka kini saling berhadapan dan Kira-kira hanya berjarak 1 meter, karena pria penutup mata itu cukup tinggi arcane harus sedikit mendongak untuk bertatap mata.
melihat arcane yang mendongak pria itu tersenyum meremehkan.
"huh..... anak bau kencur berani melawan ku! "
arcane tanpa gentar juga menjawab.
"tentu berani, dan aku pastikan kalau keadaan kita akan berbalik"
kerutan di dahi pria itu bertambah banyak karena perkataan arcane yang sangat berani, dan arcane langsung memasang kuda-kuda.
melihat arcane siap pria itu langsung mendekat lalu melayangkan sebuah tinju, ia melayangkan tinju murni dari fisiknya tanpa penambahan mantra penguat atau serangan sihir.
meski cepat arcane bisa melihat serangan itu dan dengan langkah simpel ia menghindari tinju tersebut, tak berhenti sampai di sana dengan momentum yang tepat arcane langsung membalas dengan 3 pukulan beruntun.
pukulan pertama yang langsung mendarat di pelipis kirinya, setelah wajahnya pria itu menghadap ke kanan arcane langsung meninju rahang kanan pria itu, dan di pukulan terakhir arcane meninju rahang bawa pria itu.
3 pukulan yang sangat cepat mereka yang menonton pertarungan itu melihat pukulan arcane terasa seperti bayangan.
pukulan arcane juga tidak menggunakan sihir namun arcane tinjunya tepat mengenai titik lemah dari pria itu, meski tidak terlalu terasa namun tinju itu membuat pria itu merasa sedikit pusing.
pria itu mundur terhuyung 3 langkah, setelah membuat pikirannya jernih ia memandang arcane dengan pandangan yang berbeda.
"siapa namamu anak kecil!! "
"arcane"
"hahaha...., panggil aku one eye"
setelah percakapan itu pria yang mengakui dirinya one eye langsung menyerang arcane dengan serius, ia langsung melancarkan tinju berapi kepada arcane.
sementara itu arcane yang tidak mau kalah ia juga melayangkan serangan sihir juga namun ia melancarkan tinju es, itu membuat tangannya membeku dan di lapisi es.
mereka mendekati satu sama lain dengan cepat dan langsung beradu tinju.
"whoooosh..... "
begitu tinju beradu ruangan pabrik yang cukup luas itu terkena dampaknya, pancaran energi panas dan dingin merembet ke seluruh ruangan.
kejadian itu hanya sedetik namun membuat seluruh ruangan itu berganti suhu, tidak sampai di situ baik arcane maupun one eye langsung melancarkan tinju lain.
namun kini karena arcane memiliki tubuh kecil ia dapat langsung mengenai perut one eye sekaligus menghindari tinju lawannya.
ia langsung mundur dan memeriksa bekas tinju arcan, dan dapat dilihat kalau tinju itu memebekukan dagingnya juga, secara insting ia langsung menghangatkan bagian itu dengan api yang menyelimuti tangannya.
namun arcane tidak memberi kesempatan one eye untuk menyembuhkan dirinya ia langsung menerjang dan melancarkan beberapa pukulan.
one eye kini berada di posisi bertahan dan kini seluruh tangannya di selimuti api untuk bertahan, ia bertahan tanpa memperdulikan dampak luka dari pukulan arcane tadi.
arcane terus memukul dengan ganas dan sesekali one eye membalas pukulan, namun seperti sia-sia dan kini one eye benar-benar terpojok.
one eye melihat sekeliling untuk mencari celah, dan sesaat kemudian ia menemukan sebuah pipa besi yang berada tidak jauh darinya.
one eye mengambil resiko dimana ia menaikan intensitas panas dan menyilaukan arcane, arcane mundur beberapa langkah sementara one eye melompat untuk mengambil pipa besi itu.
arcane mengetahui kalau one eye menggunakan pipa besi langsung mengambil jarak lebih jauh lagi, namun kali ini ia salah memilih keputusan.
ketika ia menjauh one eye mengarahkan salah satu lubang pipa itu ke arcane sementara lubang lainnya ia sumbat dengan jaringannya.
one eye membidik arcane dan mengaktifkan sihirnya.
"BANG"
suara membengkak kan telinga terdengar membuat semua orang menutup telinganya, sementara arcane ia tumbang dengan baju bagian bahu terkoyak.
arcane berdiri dan melihat lukanya dan melakukan sihir penyembuhan, namun one eye kembali menembak.
arcane tentu saja berlari ke balik pilar yang ada di sana untuk berlindung.
"rupanya kau adalah penembak jitu ya"
one eye tersenyum.
"haha....
yah masa lalu"
arcane kini harus memutar otak karena seperti di dunia sebelumnya, kau akan kesulitan untuk melawan seseorang yang memakai senjata api tanpa perlindungan atau persiapan yang tepat.
arcane memutuskan untuk mengintip dan melihat bagaimana cara one eye untuk menembak, karena tidak mungkin ia menggunakan pipa secara sederhana untuk langsung menjadikan sebagai senjata api.
meski ini dunia sihir namun pipa itu bisa panas dan meleleh, itu akan mengakibatkan rusaknya pipa tersebut dan mungkin hanya bisa di gunakan beberapa kali.
arcane merilis beberapa bola api dan melemparkan nya ke one eye, ketika one eye melihat itu ia langsung menembak semua bola itu.
arcane keluar bersamaan dengan one eye menembak, ia melihat kalau selain meniupkan api ke dalam pipa itu one eye menggunakan peralatan sihir sederhana berbentuk cincin yang membuat pipa itu menjadi dingin.
one eye memanfaatkan tekanan panas dan dingin untuk membuat tembakan angin yang sangat kuat namun meski begitu tembakan itu hanya bisa di gunakan dengan jarak yang terbatas.
arcane menyadari itu dan kembali menerjang dengan tangan esnya, ia juga melancarkan beberapa jarum es yang lumayan besar untuk menghentikan one eye.
one eye juga tidak kalah sigap karena ia langsung menembak habis jarum es yang di luncurkan arcane dan juga ia mencoba menembak arcane.
beberapa tembakan mengenai arcane namun tidak menghentikan kecepatannya, namun semakin dekat tembakan one eye semakin tidak akurat.
arcane selalu bisa menghindari tembakan itu, one eye panik dan tanpa sengaja membakar pipa besi itu sampai meleleh.
sementara arcane ia langsung memegang ujung pipa itu dan langsung membekukan nya, pipa itu membeku dan merembet hingga ke tangan one eye.
one eye sadar dan ingin melepaskan genggaman nya namun arcane langsung memukul tanah dengan tangan lainnya dan membuat stalagmit dari es dan mengurung dan membekukan one eye.
"hah.... hah... hah....
aku menang..... "