
"kau maju"
blast menatap tajam gray dan ada jejak menghina di matanya, arcane tau kalau blast adalah orang yang tidak bisa mengajar dan pasti jika ia mau melatih mereka pasti ada balasan yang di berikan oleh neneknya kepada blast.
karena itu arcane berkata dengan serius kepada gray.
"gray, jangan menahan aku tanggung segala akibatnya"
gray kebingungan dan hanya mengangguk, ia berjalan menuju tengah lapangan dan memberi hormat kepada blast.
blast memberi balasan dengan tatapan menghina, ia kini tidak dapat menyembunyikannya lagi hinaan kepada seseorang yang di depannya dan dirinya yang merasa terhina.
gray langsung memasang kuda-kudanya dan berdiam, blast bingung dan berkata.
"kenapa kau tidak menyerang? "
"menunggu anda siap tuan, atau setidaknya anda yang memulai"
gray menjawab dengan serius namun sopan, tapi jawaban itu tidak memuaskan blast ia kini meremehkan gray yang sedang memasang kuda-kuda dengan serius.
"heh..... mahluk lemah sepertimu mencoba bertarung adil, tidak usah sok kesatria serang aku seperti kebiasaan bar-bar kalian"
blast dengan perkataan menghina, memang ras half beast dan beast hampir sama perbedaannya half beast lebih mirip dengan manusia dengan telinga dan ekor hewan, sementara beast adalah ras dengan seluruh tubuhnya tertutup rambut dengan bentuk hewan yang berbentuk manusia.
mereka biasanya berkelompok sesuai jenis mereka seperti rusa, serigala dll.
ras ini kebanyakan hidup mengembara di sebuah wilayah selatan, namun di kondisi ini half beast biasanya di kucilkan bahkan dengan jenis ras mereka sendiri karena bentuk fisik mereka yang berbeda.
kembali ke cerita gray sudah terbiasa dan langsung menyerang dengan segenap kemampuannya.
gray menyerang seperti biasa yaitu dengan fisik yang kuat tanpa menambahkan mana atau apapun, ketika tengah mendekat dengan mudah gray di tampar hingga jatuh oleh blast.
blast tanpa ampun menggunakan mana di tamparan itu membuatnya lebih keras, namun gray tidak menyerah ketika akan terjatuh ia sudah siap dan menahan dengan tangannya.
itu membuat kakinya tetap di atas dan langsung melancarkan tendangan kepada blast, blast menangkap kaki gray dan mengangkatnya.
dengan perasaan marah dan menghina ia berbicara kepada gray.
"kau berani menyerang grand king ini dengan kaki kotor mu!.
kau harus di hukum! "
blas langsung membanting gray ke lantai sampai terjadi retakan, gray disana tentu saja kesakitan.
tidak sampai di situ blast membanting nya sampai beberapa kali dan setelah puas menendang gray sampai terpental hingga beberapa meter.
arcane kesal dengan perlakuan blast, ia tidak bisa menahan ekspresi amarah terhadap blast.
kini ia tidak bisa diam saja, dan ia pun berteriak dengan tegas.
"GRAY, SUDAH AKU BILANG KELUARKAN SELURUH KEMAMPUAN MU, TIDAK PERLU RAGU!!!!.
AKU BERJANJI ATAS NAMAKU, JIKA PERBUATANMU HARI INI MEMBUATMU MATI AKU MATI BERSAMAMU!!!!"
"deg..... "
gray tersenyum dan ia bangkit dan aura merah muncul di seluruh tubuhnya dan langsung menatap tajam blast, gray tau kalau salah bertindak atau bahkan tidak di sukai blast ia bisa langsung di bunuh apalagi lawan tandingannya adalah grand king sendiri jadi ia masih ragu untuk menyerang begitu pula untuk brown.
bedanya brown hanya melakukan sihir suport jadi bagaimanapun ia tetap aman karena grand king memiliki keangkuhan tersendiri.
namun perkataan arcane membuat hatinya bergetar, ia tau karena sampai saat ini tidak di beri devil mark meski ia tidak tau namun instingnya mengatakan kalau tanda itu bukan sekedar tanda biasa.
kemudian gray langsung menju dengan kecepatan luar biasa dan langsung melancarkan tinjunya, blast hanya melakukan gerakan sederhana untuk menyingkirkan gray sama seperti sebelumnya.
namun gray bisa menghindarinya dan melayangkan pukulan dan langsung di tahan oleh blast.
ketika itu ia sadar kalau gray melancarkan sihir rangkap 3 yaitu penguatan insting, akselerasi, dan power.
3 sihir dasar kesatria meski hanya dasar namun jika langsung mengaktifkan sihir itu bersamaan membutuhkan tingkat pengendalian yang luar biasa.
blast menilai kembali dan sedikit mengakui gray karena di umur yang terbilang muda bisa melakukan aktivasi rangkap 3 dengan lancar.
blast kini menghilangkan perasaan menghinanya dan meladeni gray, ia melakukan beberapa serangan namun tidak bisa mengenai gray.
blast kini semakin frustasi dan marah dengan sigap tanpa sadar ia serius menyerang dan langsung mencengkram leher gray.
namun gray tidak tinggal diam meski kesakitan ia mengangkat tubuhnya dan langsung menendang tepat di wajah blast.
blast sadar dan langsung melempar gray dengan dorongan mananya, gray berhasil lepas namun terlempar beberapa meter dan mendarat di tempat sandaran senjata kayu.
gray mengambil pedang di masing-masing tangannya dan langsung menyerang blast, dengan jangkauan serangan yang bertambah gray memanfaatkannya dengan menyerang blast bertubi-tubi.
serangan itu terus mengarah pada daerah sendi, leher dan titik buta blast, di sisi lain blast terus tenggelam dalam pikiran nya, meski begitu ia masih bisa menghindar dan menangkis serangan gray.
blast hanya terus berfikir dan selalu menolak kalau orang yang ia lawan kini sangatlah berbakat, pertanyaannya bagaimana arcane memiliki budak sekelas ini?
lama berfikir ia akhirnya tersadar ketika ia sebuah serangan mengenai siku kanannya, ia menoleh dan terlihat kalau gray terpaku di sana.
seketika itu pula blast melemparnya dengan kekuatan mananya dan kali ini membuat gray mengeluarkan darah dan tidak bisa berdiri.
arcane dan brown melihat itu langsung menghampiri gray dan melakukan sihir penyembuhan, bersamaan dengan itu arcane berkata dengan nada benci.
"kenapa aku tidak menghentikan ini ketika aku tau ini akan terjadi.
maaf gray"
gray dengan nafas berat hanya tersenyum dan menepuk bahu arcane.
"bukan salah anda tuan"
sementara itu blast mendekati gray dan berbicara kepadanya.
"malam ini temui aku di gerbang kediaman"
blast mengatakan hal seperti itu tanpa memperdulikan arcane atau yang lainnya, gray dan brown tak tau akan maksud blast namun arcane tau.
blast berbalik namun tidak ke tengah lapangan untuk melanjutkan pelatihan, namun ia akan kembali masuk ke dalam kediaman.
arcane melihat itu marah dan matanya memancarkan kebencian yang mendalam dan dalam pikirannya ia terus mengulang perkataan yang sama.
'apakah karena aku lemah? atau seorang pengacau? seperti grand qwen melakukan ini untuk melihat apakah aku layak atau tidak'
arcane mengeluarkan aura merah, tidak hanya itu seluruh tubuhnya juga di selimuti angin.
blast berjalan dengan santai lalu tiba-tiba.
"Sling..... "
sebuah tebasan berbentuk bulan sabit meluncur dan mengarah kepada dirinya, tanpa bergerak ia melancarkan tembok angin dan memblokir serangan itu.
ketika berbalik ia hanya menangkap gray dan brown di tangah lapangan, namun sebuah suara mengejutkan dirinya.
"menyenangkan melihat seseorang dari atas sini......
jadi.... kita lanjutkan latihan ini? "
blast melihat keatas dan matanya melebar, pasalnya ia melihat sesuatu yang mustahil.
pasalnya ia melihat kalau saat ini arcane sedang melayang di udara.