
di sebuah tempat padang rumput yang luas banyak bunga bermekaran dan keindahan alam yang menenangkan.
di sisi kanan padang rumput itu terdapat hutan yang sangat lebat nan indah, setiap pohon tumbuh dengan lebatnya.
di sisi lain terdapat lautan yang sangat luas memperlihatkan cakrawala yang tiada batasan, seolah-olah menantang petualang mencari arti kehidupan.
namun beberapa saat sesuatu jatuh dari langit dan mendarat di hutan lebat itu, benda itu bercahaya sangat besar dan terang lalu tak lama setelah itu air laut tergoncang hebat.
laut mulai terbelah dan dari belahan itu sebuah energi gelap keluar dari dalamnya dan mulai menyebar keseluruhan tempat di sekitarnya.
yang bercahaya membuat semuanya layu dan terbakar sementara kegelapan menelan semua yang di lewati nya.
setelah itu bola cahaya perlahan menjadi seorang kesatria lengkap dengan baju besi berwarna putih dan corak emas dan pedangnya, tidak hanya itu di punggungnya juga ada sayap putih yang sangat megah namun sangat menindas disaat yang bersamaan.
sementara itu di sisi lain seorang kesatria juga muncul dengan bentuk yang sama persis namun bedanya baju besi nya berwarna hitam dengan corak ungu sayapnya berwarna hitam dengan aura mengerikan.
keduanya seperti kesatria cahaya dan kesatria kegelapan yang sangat bermusuhan mereka memasang posisi bertarung dan beberapa saat kemudian mereka berdua langsung maju dan saling menyerang.
mereka yang memiliki ukuran dengan tinggi 15 meter membuat apa yang mereka pijak menjadi hancur dan rusak.
tak peduli tempat yang mereka gunakan telah hancur dan hilang, mereka terus bertarung dan setiap tabrakan kedua pedang itu terjadi gelombang energi yang merusak.
namun setelah banyak kerusakan tiba-tiba terdapat sobekan ruang di tengah-tengah mereka, disaat itu juga seseorang keluar dan dengan kekuatannya memisahkan kesatria cahaya dan kegelapan itu.
keduanya terlempar hingga berbaring di tanah, ketika mereka akan bangkit tiba-tiba sesuatu menarik mereka kehadapan Orang yang keluar dari pecahan ruang dan melayang di samping kiri dan kanannya.
para kesatria itu berusaha menyerang namun gagal karena kekuatan tak kasat mata membuat mereka kesulitan bergerak.
orang itu akhirnya mengatakan beberapa hal dan ajaibnya para kesatria itu menurut dan berdamai, mereka juga memperbaiki kerusakan yang mereka lakukan.
namun tiba-tiba orang itu menjadi debu dan terbagi ke dalam kedua kesatria itu, keduanya langsung menjadi diam.
tanpa terasa kedua kesatria itu diam selama berabad-abad dan kini mereka akan melanjutkan pertarungan itu lagi, tapi di saat pertarungan akan di mulai seseorang muncul.
orang itu begitu lemah dan rapuh hingga akhirnya entah hukuman atau berkah kedua kesatria itu menyalurkan kekuatan mereka kedalam orang itu.
orang itu dalam sekejap menjadi sangat kuat, namun lama-kelamaan kekuatannya membuatnya gila dan menderita.
tapi disaat keterpurukan nya di tengah malam sinar bulan menerangi dirinya dan jalan yang ia lewati, orang itu berjalan tanpa rasa takut di temani bulan yang menyinari nya.
meskipun tubuhnya terus terluka namun sang bulan seperti memberikan kekuatan kepada orang itu kekuatan untuk berjuang dan berjalan maju.
sementara itu semua kejadian itu di saksikan oleh seseorang wanita lemah, ia tak lain adalah Luna.
ia takjub dengan adegan yang ia saksikan, entah itu adalah ilusi ataupun mimpi namun semua kejadian itu terasa sangat mustahil untuk terjadi.
kemudian semuanya menjadi gelap Luna seperti melayang di antara kegelapan, disaat itu pula sebuah cahaya kecil bersinar.
Luna menghampiri cahaya itu karena instingnya dan ketika ia menghampirinya ternyata ada orang yang membawa benda yang bercahaya berbentuk bulan dan bintang.
Luna melihat orang itu terkejut pasalnya wajah orang itu sama persis dengan wajahnya, ia mulai ketakutan namun orang itu tersenyum lembut membuat Luna menjadi tenang.
orang itu kemudian menunjuk sesuatu dan Luna melihat apa yang di tuju, alangkah terkejutnya Luna dengan pemandangan itu.
perlahan kegelapan menghilang dan melihat kalau dua kesatria tadi berada di depannya saling berhadapan dan di tangan mereka ada seseorang yang mirip Arcane yang pingsan dan melayang.
hati Luna entah kenapa menjadi khawatir namun ketika akan mendatangi Arcane orang yang mirip dengannya menahan dan menenangkannya.
kemudian orang itu berkata.
"Apakah kau akan memilihnya sebagai pahlawanmu atau kau mencari pahlawan lain.
tugasmu adalah mendampingi dan menyelamatkan pahlawanmu ketika ia membutuhkan seorang pahlawan"
kemudian dalam sekejap pikiran Luna kembali ke tubuhnya, ia terkejut hingga mundur beberapa langkah dan melihat sekitar, sementara Arcane memegang kepalanya dan memijat sedikit.
Luna kemudian bertanya.
"apa kau melihatnya juga? "
kepala Arcane masih terasa sakit dan menjawab tanpa memandang Luna.
"melihat apa? jika yang kau magsud aku seperti menjadi orang lain dan menjadi monster, iya.
dan 2 kesatria raksasa"
Luna menjadi diam sesaat ia memandangi Arcane dengan wajah terkejut, ia kemudian menggelengkan kepala dan memberi hormat.
"kalau begitu aku pamit, karena aku akan pulang ke kerajaan ku"
Arcane mengangguk dan kemudian ia membalas.
"baguslah, setidaknya kau akan terhindar dari kerusuhan yang akan terjadi"
Luna menjadi penasaran dengan perkataan Arcane namun ia memilih mengabaikannya dan pergi dari sana.
"uh apa itu tadi? aku seperti memasuki negri dongeng"
ketika keluar Luna tidak menyadari kalau telapak tangan kirinya tercetak gambar bulan dan bintang di sebelahnya, namun gambar itu perlahan-lahan memudar dan menghilang.
di sisi lain.
"tuan apakah anda tidak apa-apa? " kata Blue.
"tidak sepertinya aku butuh tidur sebentar" kata Arcane yang memilih untuk tidur, meskipun dengan beberapa luka yang di tubuhnya.
____________________________________________________________________________________________________________________
halo pembaca yang budiman, mohon maaf untuk chapter ini akan terasa pendek karena ada beberapa hal yang harus dilakukan jadinya sulit cari waktu buat ngelanjutin novelnya.
Jadi maaf akan ketidaknyamanannya 🙏🙏🙏