Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 68


"mari mulai permain-"


sebelum memulai permainan Brian tiba-tiba menarik Arcane dan berkata.


"pameran apa kau yang akan bermain? tidak menyuruh orang untuk mewakili anda"


Arcane menatap Brian dengan tatapan bingung karena sesaat yang lalu ia bilang percaya dan bertaruh padanya, namun Arcane tidak menjawab dan tersenyum penuh keyakinan dan berbalik.


Brian yang melihat Arcane kini mulai was-was karena ia tau kalau sebenarnya keberuntungan nya sangat buruk, ini membuat ia berkeinginan untuk membuat Arcane pingsan dan menggantikannya.


namun semua sudah terlambat, permainan sudah dimulai dan kini tidak ada yang boleh mengganggu mereka disaat bermain.


permainan diawali dengan setiap orang mengambil kartu yang identik dan mengocok nya, kartu juga digilir sebanyak 4 kali setelah beberapa saat berlalu kartu dikumpulkan dan di kocok kembali.


disana juga ada seseorang yang membagikan kartu kepada setiap pemain disini terjadi beberapa perseteruan tentang penunjukan dimana setiap pemain berdebat tentang siapa yang akan menjadi bandar.


namun akhirnya Arcane keluar dan menarik seseorang yang lewat dan menjadikan dirinya pemegang kartu, semua orang Setuju dan permainan dimulai.


mereka melakukan permainan yang sangat clasic yaitu poker Arcane sebenarnya cukup lega karena ada permainan yang cukup familiar untuk nya.


kartu mulai di bagikan dengan masing-masing 5 kartu dan mereka bertaruh pada barang yang terkecil terlebih dahulu, seperti 1 budak 1 botol racun dll.


kondisi normal di menit-menit awal namun semakin lama kondisi taruhannya semakin besar dan kondisinya semakin menyudutkan terutama untuk Arcane.


ia tidak pernah menang sekalipun dan kemenangan telak di raih oleh Fake, mereka sudah manebak dari awal bagaimana permainan ini berjalan.


namun Arcane masih memasang tatapan datarnya seperti biasanya untuk menunjukkan sikap tenang, namjn meskipun begitu tubuhnya tidak menunjukkan rasa tenang sama sekali.


Fake menyadari bahasa tubuh Arcane, ia kemudian berkata merendahkan.


"bocah lebih baik kau menyerah saja, anak seperti mu memang seharusnya tidak bermain seperti ini"


Arcane hanya menatap Brian dengan tatapan datarnya dan kemudian Arcane melihat kartunya dan tersenyum.


di sisi lain Brian sudah pasrah akan keadaan, ia akan kehilangan segalanya di hidupnya yang berharga namun sebuah kata dari Arcane membuatnya tersadar.


"Four of a kind" kata Arcane.


untuk sesaat harapan pada Brian mulai bersinar namun ia masih tertampar oleh kenyataan dan tersadar kalau itu kemungkinan adalah keberuntungan belaka.


di sisi lain di meja judi ketiga lawan Arcane hanya terseyum mengejek dan Rose berkata dengan merendahkan.


"jangan terlalu senang anak muda karena itu hanyalah keberuntungan"


Arcane hanya tersenyum dan melanjutkan permainan, dan ternyata permainan lebih lama dari yang terlihat.


mulai dari kemenangan sepihak hingga draw mereka semua yang bermain menjadi bingung dengan apa yang terjadi.


dan kini Kai yang berkomentar.


"kenapa rasanya seperti memasuki labirin? "


disisi lain Fake dan Rose juga merasakan hal yang sama kemudian setelah beberapa putaran Rose berkomentar.


"apa ini? permainan ini seperti tarik ulur"


mereka kini semakin jengkel kemudian Fake mulai tidak sabar.


"argh....


permainan apa ini, apa yang sebenarnya kita mainkan"


melihat semua lawannya kesal Arcane langsung berbicara dengan datar.


"bagaimana kita akhiri di sini...


aku Al in"


Arcane berkata seperti itu bahkan ketika kartu belum di bagikan namun perkataannya seperti kalau ia telah memenangkan pertandingan.


"sial apa maksudmu! kau bahkan belum memiliki benda yang cukup untuk membuat kami bangkrut! "


"oh Ya....? lalu apa ini semua"


balas Arcane dengan menunjuk kearah belakangnya.


semua orang melihat dan cukup terkejut pasalnya tanpa sadar semua orang Arcane telah memiliki hampir keseluruhan harta ketiga lawannya.


jika Arcane melakukan "all in" dalam permainan poker ini maka semua musuhnya juga harus mengikuti namun dengan catatan Arcane cukup mengeluarkan taruhan sesuka hatinya dengan minimal jumlahnya ssetara dengan dana keseluruhan milik lawannya.


namun Arcane mengeluarkan seluruh barang yang ia miliki Jadi mau tidak mau Fake, Kai, dan Rose harus mengeluarkan dana tambahan untuk mencukupi taruhannya.


mereka melihat apa yang di dapatkan sebelumnya namun alangkah terkejutnya mereka dengan hasil yang mereka dapatkan, pasalnya mereka mendapatkan budak atau barang yang tidak terlalu berharga.


mereka kini menatap Arcane dengan tatapan ngeri dan tidak berani meremehkannya, mereka langsung bertaruh dengan mengeluarkan harta paling berharga mereka.


dimulai dari Fake mengeluarkan sebuah cincin.


"aku pertaruhkan apa yang ada di cincin ini dengan barang utamaku (keluarga Brian dan dokumen tanah) disini ada benda yang bisa membuat banyak orang ber teleportasi"


sementara Rose juga mengeluarkan sebuah buku tebal.


"aku mempertaruhkan buku manual pembuatan dan penawar racun, meski ini salinan namun bukan berarti tidak berharga"


Arcane memeriksa dan menganggap kalau itu setara lalu ia menatap Kai dan mendapati kalau ia sedang berfikir, kemudian ia pun berkata dengan penuh keyakinan.


"aku mempertaruhkan kesetiaan ku! "


"BRAK!!!!"


seluruh penonton terdiam dan memerlukan beberapa waktu untuk mencerna keadaan, namun tanpa pikir panjang Arcane langsung menerima usulan Kai.


keributan langsung terjadi di tempat judi itu sementara para pengikut Kai tak Terima.


"tidak tuan anda tidak bisa melakukannya! "


"tuan Anda bisa mempertaruhkan saya, tapi jangan mempertaruhkan anda! "


berbagai perkataan dilontarkan kepada Kai, namun Kai sendiri mengangkat tangannya dan berkata tegas.


"ini urusanku, Jadi kalian tidak boleh ikut campur! "


setelah itu kartu langsung dibagikan, suasana semakin memegang karena pertaruhan di meja ini melebihi apa yang bisa di bayangkan.


satu persatu membuka kartu secara perlahan dan yang paling merugikan adalah Kai, semua kartunya sampah apapun yang ia lakukan menjadi sampah.


disisi lain Fake tersenyum lebar.


"full house ha-ha-ha....


tuan Kai sepertinya kau kini berada di bawah bos baru"


Fake berkata seperti itu karena ia sudah yakin akan menang dan ia juga melihat kalau kedua musuh lainnya diam dan termenung.


wajah rose sangat tidak enak di pandang dan memandang terus buku yang berada di bawah telapak tangannya, Fake kemudian berdiri dan mengambil buku itu namun masih di tahan Rose.


"nona jangan menyalahi aturan, kau juga harus berlaku adil di sini" kata Fake.


namun ketika buku itu di geser di tengah meja Arcane langsung melempar kartunya tepat di depan Fake, Fake melihat itu langsung berkeringat dingin.


ia kemudian menatap Arcane dengan perasaan kesal, sementara itu Arcane tersenyum penuh kemenangan dengan tatapan datarnya.


"royal flush....


sepertinya kau terlalu cepat memutus keadaan"


semua orang kembali terdiam dan tidak mempercayai apa yang mereka lihat, sentara itu Arcane langsung mengambil buku itu dan membacanya seperti tidak terjadi apapun.