
suasana menjadi semakin runyam namun seluruh orang yang disana kecuali keluarga Arcane dan Luna masih mempertahankan ketenangan mereka.
disisi lain Brown langsung memberi mantra pelumpuh pada setiap prajurit yang menghampirinya, mantra pelumpuh yang di gunakan adalah burung petir dimana yang terkena akan menjadi lumpuh beberapa saat.
Brown menggunakan mantra ini karena bisa di belokkan sesuka hati dan mudah di kendalikan jadinya setiap prajurit itu bisa di lumpuhkan dengan mudah bahkan ketika mereka berhasil menghindar.
setelah semua prajurit di lumpuhkan ia berbalik dan memasang posisi waspada, didekat Arcane.
Elias melihat keadaan seperti itu langsung mengeluarkan tongkat sihirnya di ikuti oleh pendeta itu, tongkat milik Elias terlihat kecil dan mudah di sembunyikan namun berbeda dengan si pendeta.
tongkatnya lebih mirip seperti staf sihir yang panjangnya 3 per 4 tubuhnya mereka langsung melakukan beberapa serangan seperti bola angin dan tanah yang meluncur ke Brown.
namun serangan itu semua di tahan oleh Gray yang ternyata telah di tambah oleh sihir penguat, kelincahan, dan ketahanan.
sebenarnya Gray cukup terdesak dan kewalahan karena harus terus bertahan namun tekadnya membuat dirinya terus bergerak.
Johnson tak mau tinggal diam ia juga menyerang Gray dengan sangat keras dan cepat.
"lawanmu adalah aku mahluk kotor"
"boom.... boom.... bom... "
kini Gray mau tidak mau harus terus meladeni Johnson dan membiarkan beberapa serangan mengarah langsung pada Brown.
sekilas ia melihat kondisinya namun ia bisa tenang karena ia melihat kalau Brown bisa melawan mereka meski hanya bisa bertahan namun ia bisa memperhitungkan kalau Brown tidak lebih lemah dari mereka.
sementara itu Arcane melihat pertarungan itu dengan serius bahkan sepertinya tanpa berkedip sedikitpun tapi tanpa di sadari siapapun ia sebenarnya sangat khawatir akan kondisi mereka.
disisi lain Luna memandang Arcane dengan penasaran ia sebenarnya masih ada perasaan ngeri kepadanya namun ia mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya kepada Arcane.
"pa-pangeran Arcane, kenapa anda bisa diam saja saat ini? bukankah dari tadi anda dengan keras membela mereka?, apa kini kau sadar kalau kau mengambil jalan yang salah? "
"sebagai seorang tuan aku harus menjawab tekad bawahannya dengan kepercayaan...."
Arcane berhenti sebentar dan menyadari kalau para prajurit mulai bangkit dari kelumpuhan, ia tidak menunggu lama dan langsung menghimpun aura pertarungan nya.
aura berwarna merah keluar dari tubuh Arcane dan ia langsung menekan udara di sekitar tubuhnya, Elisabeth tau apa yang akan di lakukan Arcane ia pun berteriak.
"Arcane jangan ikut campur!!! "
semua orang kebingungan pasalnya apa yang bisa dilakukan oleh seseorang yang berada di intimana warna merah terhadap prajurit kerajaan yang notabene nya berada di warna kuning.
namun semua keraguan di patahkan oleh Arcane, sesaat setelah Elisabeth berkata seperti itu Arcane langsung melesat dengan cepat dan bahkan hanya tersisa sedikit bayangannya saja.
Arcane langsung menuju prajurit terdekat dan memukul tengkuk mereka yang membuat semua prajurit itu pingsan, semua orang terkejut dengan apa yang di lakukan Arcane.
lalu ia langsung berdiri di tempat semula dan berkata.
"selama mereka berbuat benar maka aku akan berada di pihak mereka, dan aku akan terus melakukan apa yang aku anggap benar"
Adam dan Frost geram dengan tingkah Arcane juga di ikuti oleh James dan Albert masih mempertahankan ketenangan mereka namun sepertinya beberapa saat lagi tidak bisa menahannya.
kembali ke pertarungan terlihat Gray kini mulai terdesak, Johnson menyeringai dan berkata dengan nada merendahkan.
"menyerah lah kau mahluk kotor, kau takkan pernah bisa mengalahkan aku"
Johnson semakin menambah kekuatan serangannya sehingga Gray tidak bisa mengikuti, dan kini ia sadar kalau pengalaman nya sangat kurang dibandingkan dengan lawannya.
gray mulai tidak bisa mempertahankan pijakan nya dan ia pun terjatuh, lalu didepannya Johnson telah mengangkat pedang besarnya.
"mati kau!!... "