Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 58


Arcane memasuki ruangan itu dengan santainya, tanpa peduli seluruh tatapan kebencian yang terus mengarah padanya hanya ada beberapa orang yang memaklumi tindakannya sebagian yang lain ada yang sedikit ngeri.


tanpa perintah atau persetujuan ia langsung duduk di tempat yang tersedia dan langsung berkata dengan santai namun dengan tatapan yang datar.


"sekarang apa yang akan kita bahas?"


semua orang disana terdiam tak tau mau membahas tentang apa, namun Elias memulai pembicaraan.


"ehem.... ini mengenai pertunangan mu, ayahanda akan membuat pertunangan mu ketika umurmu 15 tahun jadi... "


Elias sengaja berhenti dan memperhatikan ekspresi sekitar khususnya Arcane, namun hal yang ia tidak tau adalah kalau Arcane sudah tau arah pembicaraan ini.


jadi sebelum Elias melanjutkan bicaranya Arcane langsung membalasnya.


"mengenai itu aku setuju..... "


ia sengaja berhenti dan meniru apa yang dilakukan Elias lalu ia melanjutkan.


"namun aku memiliki syarat ku sendiri"


setelah berkata Jhonson membalasnya.


"tidak biasanya kau bertindak seperti Elias?


lalu apa syarat mu? memberi setengah kekayaan kerajaan? "


tampak sekali nada menghina keluar dari mulutnya, memang di antara yang lain Elias sangat pintar dan pandai diantara pangeran lainnya sementara itu jhonson adalah pangeran yang lebih kuat dari yang lainnya.


kedua hal itu saja membuat mereka terus bersaing saat mereka kecil, apalagi dari doktrin dari ibu mereka yang membuat perang dingin di antara mereka terus terjadi.


menanggapi hal itu Arcane hanya tersenyum mengejek dan menggelengkan kepala.


"bukan itu yang aku inginkan namun jika mau di berikan aku tidak keberatan untuk memasukkan ke dalam list ku.


trimakasih atas sarannya, sepertinya kau lebih pandai dari yang aku kira"


Johnson sedikit tersinggung dan karena karakteristik nya sedikit singgungan itu membuatnya marah.


"Arcane!! kau!!! "


melihat Johnson akan hilang kendali James langsung menenangkan Johnson.


"tenang nak.....


hah.... dan kau Arcane apa syarat mu? "


Johnson kembali tenang kemudian seluruh perhatian menuju ke Arcane, merasa sudah menjadi pusat perhatian Arcane kemudian maju ketengah ruangan yang memang menjadi tempat audiensi di ruang rapat itu.


dengan santai ia berkata dengan nada yang penuh martabat.


"pertunangan hanya akan dilakukan di umurku ke 17 tahun...


sementara untuk pernikahan akan dilakukan di umurku yang ke 23 sampai 25 tahun, jika tunangan ku memilih kekasih lain aku tidak masalah maka pertunangannya gagal.


sekian, oh satu lagi syarat ini bisa di tambah namun tidak bisa di rubah atau di ganti"


setelah Arcane berhenti berkata seperti itu tentu saja raja Albert merasa keberatan.


"itu tidak bisa di lakukan....


itu terlalu lama dan-"


sebelum selesai bicara arah langsung memotongnya.


"aku tau kalau ini untuk kerjasama untuk kedua kerajaan, namun jika kau tidak setuju maka nikahkan saja putri anda dengan adam.


bukankah umurnya sama dengan ku?


apalagi bakatnya lebih baik daripada aku"


Albert menimbang keuntungan dan kerugian ini lalu tanpa sadar ia menatap ratu Maria, bukan tatapan nafsu atau sebagainya melainkan tatapan licik politikus dimana yang memegang kartu paling banyak dan kuat adalah pemenangnya.


setelah beberapa saat Albert mengeluarkan pendapat nya.


"yah menimbang itu aku set-"


belum selesai bicara ia di potong oleh seseorang yang tak lain adalah Maria.


"aku tidak setuju"


sesaat ratu Maria kehilangan ketenangannya namun ia bisa mengendalikan emosinya.


"ehem....


Adam masih harus berlatih di Akademi berbeda denganmu Arcane yang hanya berada di kediaman mu setiap harinya"


lalu tanpa ragu Arcane pun membalasnya.


"bukankah itu sudah menjadi bukti lebih dari cukup kalau ia lebih baik dari pada aku?


tinggal majukan saja upacara kedewasaan nya seperti kemarin"


perkataan Arcane berhasil membuat Maria terdiam, namun tanpa diduga ratu Lina yang membalas.


"bukankah kau juga yang di latih langsung oleh grand king juga membuat dirimu layak? "


sontak semua orang yang disana terkejut, pasalnya pelatihan Arcane itu bersifat rahasia dan hanya kediaman ratu Elizabeth lah yang tau hal itu.


namun Arcane masih bisa mempertahankan tatapan datarnya dan sesungguhnya hal itu menjadi bagian kemungkinan yang di perhitungannya.


lalu Arcane dengan santai membalas.


"namun bukankah itu hanya bertahan beberapa minggu?, yah siapa yang bisa menduganya....


lagian di Akademi Adam memiliki fasilitas dan guru yang lebih baik dan 'ramah'.


aku juga tidak bisa mengikuti pelatihan itu"


ratu Lina tak mau kalah ia pun membalasnya.


"namun kau pastinya sudah cukup kuat dan dengan bekal itu kau bisa mengasah nya lagi.


lagian putri Luna tidak keberatan dengan itu begitu putri?"


Luna yang di tatap semua orang hanya bisa mengangguk dengan gugup, bukan karena ia tidak terbiasa dengan keadaan ini namun ia lebih ngeri kepada Arcane yang nyatanya pandai bersilat lidah dengan santainya.


Arcane menggelengkan kepalanya lalu menjawab perkataan ratu Lina.


"yah masuk akal, namun bukanlah itu seperti berjudi.


jika ternyata aku di serang seperti dulu dan aku menjadi lumpuh bagaimana? "


ratu Lina tau kalau Arcane mengarahkan ke kejadian ia di pukuli dengan naas ia berfikir mengalihkan topik namun ketika ia akan melakukannya raja James berbicara.


"cukup, pembicaraan ini tidak akan berakhir jika dilanjutkan.


Arcane syarat mu aku setujui namun kau harus meyakinkan aku dan raja Albert dengan cara diumur 15 tahun kau dikirim ke kerajaan Horn Hills dan tinggal di sana sampai umur mu 17 tahun.


bagaimana? "


Arcane berfikir sejenak saat ini umurnya kurang lebih 12 tahun dan tidak lama lagi ia berada di umur 13 tahun, yang artinya kurang lebih ia memiliki waktu 2 tahunan untuk membentuk cakarnya di Kerajaan ini.


dengan waktu yang begitu sempit artinya ia harus bertarung dengan waktu tapi sepertinya selama periode waktu tersebut setidaknya ia memiliki waktu yang cukup untuk membuat organisasi di dunia bawah.


Arcane akhirnya mengangguk dan memberi hormat sebagai tanda persetujuan raja James ketika melihat sekeliling mendapati kalau tidak ada yang keberatan.


akhirnya diskusi itu berakhir lalu ketika Arcane akan kembali sebuah suara menggema di ruangan.


"baik selanjutnya aku ingin bertanya.


dengan cara apa kita mengeksekusi kedua mahluk kotor yang di bawa Arcane? "