Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 15


makan malam berjalan lancar tanpa hambatan raja mengobrol dengan ratu, dan anak-anak nya mereka sangat harmoni sebagai keluarga.


namun tidak untuk arcane karena selain duduk terlalu jauh ia fokus dengan belajarnya, dan bahkan arcane pun tidak peduli dengan mereka semua.


ketika makanan datang semua makanan berada di dekat raja sementara arcane hanya diberikan piring kosong, bersamaan dengan itu grand kind dan grand qwen datang yaitu blast dan marina.


semua yang di sana terkejut karena tidak biasanya mereka datang, mereka langsung berdiri dan memberikan hormat.


sebagai info untuk sekarang kerajaan hanya memiliki 1 grand qwen karena istri raja terdahulu telah meninggal karena penyakit ataupun usia.


namun jhon melihat arcane masih duduk ketika akan menegurnya ia di cegah oleh istrinya.


setelah memberi hormat mereka mempersilahkan duduk tepat di samping raja jadi yang lain menggeser tempat duduk mereka.


"kami tidak mengganggu kan? "


kata marina dengan lembut.


"tentu tidak nenek, malahan kami senang karena kalian bisa bergabung"


kata Eliana dengan gembira.


"hahah begitu ya"


balas jhon dengan senyuman.


lalu tanpa basa basi mereka mulai makan, suasananya semakin meriah dan hangat, namun di sisi lain tidak ada yang memperdulikan arcane.


ia melihat mereka semua sedang asik makan malam dengan nikmat tanpa menawari arcane makanan, dan piringnya juga tidak ada makanan apapun seolah-olah para pelayan memang sengaja melakukannya.


marina menyadari itu dan langsung berkata.


"arcane kenapa dudukmu begitu jauh, kemari dan makanlah bersama kami"


ketika arcane akan membalas frost langsung berkata.


"biakan dia nenek, orang tidak berguna seperti dia seharusnya kita buang karena ia adalah sampah"


Marina menatap frost dengan lembut.


"jangan begitu bagaimana pun ia adalah saudara mu"


frost tampak sangat tersinggung dengan ucapan marina, dan ia tidak bisa melakukan apapun kepadanya.


"tak apa nenek, aku hanya tidak ingin mengganggu pertemuan ini jadi lakukan apapun yang ingin kalian lakukan"


arcane bicara dengan santai dan bebas, beberapa orang di sana merasa sedikit tidak senang.


namun marina merasa tidak masalah.


"meski begitu kau harus makan, sini aku ambilkan"


"tidak perlu merepotkan diri nenek, aku bisa melakukannya sendiri"


ketika marina akan berdiri dan mengambilkan arcane makanan arcane menolak dengan lembut.


arcane pun melakukan apa yang di lakukan ketika ia makan bersama ibu dan adiknya, ia mengeluarkan aura sihirnya dan atas kendalinya beberapa makanan melayang dan menuju ke piringnya.


kejadiannya sama ketika arcane makan bersama ibu dan adiknya, dan semua orang kecuali Elisabeth dan selena terkejut.


mereka tau kalau arcane itu tidak pernah berlatih menggunakan sihir namun kini di hadapan semuanya arcane telah menunjukkan kalau ia bisa mengendalikan sihir dengan bebas.


apalagi mereka merasa kalau itu adalah sihir ber elemen karena mereka bisa merasakan aliran lembut dari elemen angin yang arcane kendalikan.


tidak ada yang bersuara ataupun bergerak dalam kejadian tersebut karena tidak ada yang berfikir kalau akan ada orang yang mengendalikan sihir seperti ini, kalau itu non elemen kemungkinan tidak masalah, namun ini memiliki elemen di dalamnya tentu saja membuat mereka terkejut.


"ehem..... silahkan lanjutkan makan malamnya"


arcane berdehem dan menyadarkan mereka semua


mereka melanjutkan makan mereka di samping itu blast berkata.


"arcane kapan kau bisa mengendalikan sihir sampai setingkat ini? "


"bukannya semua orang bisa melakukannya? "


Elisabeth tiba-tiba menjatuhkan alat makannya, namun tidak ada yang memperdulikannya mereka lebih terkejut dengan jawaban arcane.


"arcane kapan kau belajar mengendalikan sihir"


arcane mengingat kalau sesungguhnya arcane yang dulu juga bisa namun tidak seleluasa sekarang.


"sejak dulu, mungkin sejak aku 5"tahun atau kurang nenek"


"jadi kau berlatih sejak itu? "


"tidak, aku berlatih baru-baru ini"


"lalu kenapa kau menyembunyikannya? "


"karena tidak ada yang bertanya.... "


arcane menatap sekeliling dan terlihat kalau wajah semua orang yang disana keheranan.


"kenapa kalian menatapku seperti itu, padahal semua orang bisa melakukannya"


semuanya stagnan mereka tidak mengerti apa yang di pikiran arcane, padahal apa yang arcane lakukan sebelumnya adalah sebuah hal yang sangat sulit.


sebenarnya untuk melakukan apa yang arcane lakukan itu memerlukan pengendalian yang sangat sulit dan rumit, ada sihir non elemen yang sejenis tapi arcane melakukannya dengan sihir angin itulah yang membuatnya sulit.


namun melihat arcane yang biasa saja itu membuat mereka sedikit terganggu karena ia melakukannya dengan mudah dan singkat


_______________________________________________________


setelah makan malam arcane memisahkan diri, ia mengembalikan buku dan tanda ke neneknya lalu kembali ke kediamannya, meski pertunjukan semalam menarik namun 'prestasi' arcane masih sangat melekat.


karena alasan itu juga arcane langsung pergi dari sana, ia tidak peduli dengan urusan kerajaan atau membersihkan nama baiknya.


arcane saat ini lebih mementingkan kekuatannya untuk melindungi dirinya sendiri, meski ada gray dan brown itu tidak menjamin keamanannya.


namun saat ini ia merasakan kelainan di dalam inti mananya.


"ugh..... sakit"


arcane merasakan inti mananya terasa sakit saat melakukan penyerapan maupun pengeluaran mana untuk melakukan sihir, ia kini menyadari kalau semakin luas kapasitasnya semakin besar juga penyerapannya juga tehnik pernafasan nya juga mempercepat penyerapan mananya.


saat ini di kamarnya ia berusaha untuk menaikkan tingkatnya, karena dalam buku selain kekuatan inti mana juga akan lebih solid dan padat.


jadi kemungkinan ini adalah cara untuk arcane bisa memperkuat dirinya.


Untuk menaikkan tingkat seseorang harus menghimpun mana dan menyalurkan ke seluruh tubuhnya lalu kembali ke inti mana, cara kerjanya seperti sirkulasi jantung, jadi arcane juga melakukan cara yang sama.


berbeda dengan mengeksekusi sihir yang mana akan mengeluarkan ke luar tubuh, aliran mana ini di alirkan ke seluruh tubuh terus menerus sampai inti mana berubah.


proses ini biasanya memakan waktu yang lama tergantung pada pemahaman atau kejeniusan orang itu, ada alternatif lain seperti menggunakan obat untuk memperlancar peningkatan.


namun di kasus arcane sirkulasi nya lebih tertata dan merata, seperti sirkulasi atau aliran darah yang secara alami terus mengalir dengan lancar.


arcane terus melakukan hal itu dan kemudian.


"ssssh........ "


suara mendesir keluar dari tubuhnya, arcane mengeluarkan aura yang tadinya putih kini menjadi merah cerah, setelah berubah sejumlah mana masuk ke dalam tubuhnya.


selama proses itu seluruh ruangan di kamarnya menjadi lebih menekan, jika seseorang berada di sana pasti menduga kalau arcane sedang bertarung.


lalu aura tekanan pada kamar itu perlahan menurun dan kembali normal, arcane pun membuka matanya.


ia merasakan kalau tubuhnya kini penuh dengan kekuatan dan energi, tubuhnya pun merasa ringan dan gilirannya menjadi lebih jernih.


tidak ada gangguan lagi di inti mananya selain berkembang dan kapasitasnya bertambah.


"sepertinya berhasil"