
seluruh musuh Arcane terkejut dengan apa yang di lakukan Arcane, namun Weston tidak memperdulikan itu dan langsung menerjang Arcane.
namun ketika ia mendekatinya Arcane mengeluarkan bom asap yang membuat pandangan semakin minim dan kini 6 orang berada dalam posisi yang sama.
namun tanpa di ketahui Arcane diam-diam meletakkan bom waktu dan ranjau darat di sekitar mereka dengan kecepatan yang luar biasa.
Arcane telah mengingat medan pertempuran dan berbekal itu ia bisa bergerak bebas di dalam kabut, Weston dan yang lain tidak berani bergerak karena takut akan berujung fatal.
orang dari penyihir hitam itu langsung menggunakan sihirnya dan dari sihir itu lingkaran sihir tercipta di bawah kakinya.
lingkaran sihir berwarna hitam kemerahan bersamaan itu mengeluarkan aura yang mengerikan dan bersamaan dengan itu banyak kerangka bermunculan dan membentuk semacam kubah tulang.
sembari tulang-tulang itu terbentuk beberapa skeleton berwujud manusia dengan memegang semacam tulang yang di buat sebagai tongkat muncul.
Arcane yang kesana kemari tidak tau akan hal itu dan melihat dari balik asap dimana Mereka tidak berani bergerak, namun ketika mendekati penyihir gelap itu ia merasakan rasa aneh.
setelah beberapa saat ia melihat banyak bayangan orang yang tengah menjaga sesuatu, Arcane tidak ingat kalau ada orang tambahan namun ketika di dekati Arcane menyadari kalau itu adalah tengkorak Hidup.
Arcane mengambil jarak dan dengan cepat melempar beberapa bom lainnya, setelah selesai ia langsung mencari tempat aman.
begitu selesai Arcane langsung bersembunyi di tempat yang dia kira aman.
"5... 4...3...2...1...boom"
"BOOM.... DUAR.... DOOR... "
rentetan ledakan terjadi dan kini membuat keseluruhan bangunan roboh, sementara itu Arcane sendiri juga lumayan terkejut akan ledakan yang telah terjadi.
Setelah beberapa saat ledakan berhenti dan Arcane perlahan-lahan muncul dari timbunan reruntuhan, ia melihat sekeliling kalau bangunan itu telah banyak yang telah roboh.
selain itu di kejauhan ia melihat sebuah kubah tengkorak dan kubah cahaya disisi lain ia juga melihat kalau seekor gorila memasang tubuhnya untuk melindungi orang yang di belakangnya.
"cih aku kira akan berhasil dalam sekali serang"
Arcane memasang wajah kecewa karena menyesal karena menghawatirkan para orang tua itu.
"sial apa kau tau apa yang kau lakukan!!! "
Weston berteriak marah dan kehilangan ketenangannya, selain itu ia mulai membersihkan beberapa perhiasannya yang kotor.
sementara itu di kelompok gereja si kesatria berjalan maju dan berbicara dengan tegas.
"pengecut kau melakukan cara licik seperti ini!? "
Arcane melihat pemuda kesatria itu dan membalas.
"kenapa kau merasa keberatan? "
pemuda itu langsung menjawab.
"kau kesatria bukan!? namun kau malah menggunakan cara licik seperti ini untuk melawan kami! "
Arcane tersenyum dan langsung tertawa.
"bhahahaha, kesatria? aku? apakah karena aku memegang pedang kau mengatakan aku adalah kesatria? "
pemuda dari gereja hanya termenung ia baru menyadari kalau cara bertarung Arcane berbeda dari kebanyakan orang.
tanpa menunggu lagi Arcane langsung bersiap.
"baik karena arena telah tercipta bagaimana kalau kita mulai saja? "
seketika semua orang langsung menyadari akan masalh yang awal mereka, seketika kesatria gereja itu langsung berinisiatif untuk langsung memulai penyerangan