Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 4


Elizabeth kini sedang berada di depan sebuah pintu megah, di sebelah kanan dan kirimnya ada 2 orang penjaga pintu dan di belakangnya juga ada 2 pelayan yang mendampingi dirinya.


salah satu dari kedua pelayan itu membuka pintu dan didalamnya adalah ruang kerja pribadi.


bisa di katakan seperti itu karena disana ada meja kerja, sofa, tembok yang berupa rak penuh buku, dan beberapa lemari yang berisi dokumen lain.


di dalam ruangan itu ada seseorang yang memiliki aura ketegasan dan bangsawan, ia sedang fokus menangani beberapa dokumen yang menumpuk.


Elizabeth berada di hadapannya dan langsung berbicara dengan serius.


"apakah kau benar-benar tidak peduli dengan putra kita? "


pria itu tanpa menghentikan pekerjaannya menjawab dengan acuh.


"aku tidak peduli, bahkan jika ia mati aku tidak akan ke liang kuburnya"


Elizabeth dengan mata berkaca-kaca berusaha tegas.


"meski ia adalah seorang sampah ia masihlah darah daging mu"


sedetik kemudian pria itu berhenti dan menatap Elisabeth dengan tajam.


"kerajaan mountain kingdom tidak memiliki pangeran sampah seperti dia, aku memiliki rencana lain untuk nya.


dan lebih baik kau urus putrimu itu, karena ia lebih menjanjikan"


Elisabeth pergi dengan kekecewaan yang mendalam, dan sebenarnya ada sebagian dirinya yang setuju dengan perkataan pria yang di depannya yang tak lain adalah seorang raja kerajaan mountain kingdom.


dan dengan hasil itu ia pergi ke akadimi kerajaan untuk menjenguk putrinya


_______________________________________________________


disisi lain arcane sedang mempelajari hal umum yang ada di dunia ini butuh waktu seharian untuk mempelajari semuanya, dan inilah yang ia dapatkan.


bisa di katakan mana adalah salah satu sumber energi dan setiap mahluk hidup memilikinya, penggunaan mana bisa memunculkan keajaiban seperti membuat api dari kekosongan dan itu di sebut sihir.


sihir membutuhkan mana untuk di aktifkan, seperti api yang akan menyala selama ada kayu.


namun mana berada di mana pun namun ketebalan mana biasanya berbeda-beda tergantung anomali yang ada di suatu wilayah.


anomali yang di maksudkan di sini adalah lingkungan sekitar yang memiliki ketentuan khusus seperti tempat yang di penuhi lahar panas namun memiliki tanaman langka biasanya memiliki mana yang bersifat membara dan panas, namun meski begitu proses penyerapan mana tetap sama dan hanya rasa penyerapan mana itu yang sedikit berbeda.


setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam penggunaan nya, itu semua tergantung persepsi, pemahaman, dan jumlah mana yang di butuhkan.


seperti kesatria yang menggunakan mana untuk memperkuat beberapa bagian tubuh seperti stamina, kekuatan, kelincahan dan sebagainya.


disisi lain para penyihir memiliki perlakuan berbeda, mereka menggunakan mana menjadi sihir nyata seperti melontarkan api, menciptakan banjir dan sebagainya,namun setiap individu hanya bisa mengendalikan 1 sihir yang ber elemen, dan jika lebih dari itu ia bisa di sebut sebagai jenius.


lalu ada juga penyihir yang meletakkan semacam simbol di sebuah benda dan jika benda itu di aliri mana maka akan terjadi reaksi sihir, seperti simbol ledakan, atau pedang api.


dan simbol ini juga di pasang ke dalam zirah besi, dan perkembangannya hampir mirip dengan baju besi di jaman modern namun bedanya baju besi di dunia ini hanya bisa memberikan atribut tambahan seperti percepatan tinggi dan kekuatan dasyat.


jadi wajar dengan ancaman itu para pemimpin memfokuskan keamanan wilayah nya dari serangan hewan sihir maupun wilayah lain.


lalu disisi lain kerajaan yang menjadi rumahnya kini adalah kerajaan mountain kingdom yang merupakan salah satu dari 5 kerajaan manusia terkuat dan kerajaan mountain berada di urutan ke 5.


arcane mengerti secara garis besar dunia ini dan kini ia mulai menyusun rencana untuk kedepannya.


arcane kini mempunyai uang yang cukup banyak mungkin sekitar 5.000 koin emas, sebenarnya arcane cukup bingung karena uang bulanannya adalah 100 koin emas namun ia meminta uang yang begitu banyak untuk membeli semua perhiasan itu.


arcane tidak peduli yang penting kini ia harus mengatur keuangannya dan mulai belajar tentang sihir, dan untuk ini ia langsung pergi ke halaman belakang mansion nya.


dihalaman belakang terdapat sebuah lapangan luas untuk berlatih disana sudah ada beberapa pohon dan boneka kayu untuk target.


lalu arcane menuju tengah lapangan dan membawa buku tentang sihir untuk mencoba apakah ia bisa melakukan eksekusi sihir dengan efektiv.


arcane langsung membuka buku itu dan langsung mempraktekan apa yang ada di dalamnya seperti mengulurkan tangan dan membaca mantra.


menurut penjelasan untuk mengaktifkan sihir untuk pemula orang itu harus paham akan apa hasil yang di timbulkan seperti apa yang di lakukan arcane saat ini


ia mengarahkan tangannya dan mulai mencoba mengarahkan mana ke tangannya, setelah terkumpul ia mulai membaca mantra yang di dalam buku.


"wahai api hilangkan kegelapan di hadapanku dan terwujud lah sebagai bola yang membara.


fire ball"


dalam sekejap mata sebuah bola api sebesar bola tenis meja muncul dan langsung meluncur ke boneka kayu itu dan setelah kena boneka itu hanya hangus.


arcane heran karena biasanya seseorang memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengeksekusi sihir pertamanya, namun arcane bisa melakukannya untuk pertama kalinya.


ia bisa yakin akan hal itu karena pemilik sebelumnya hanya menggunakan status dan kekayaannya untuk melakukan apa yang ia mau bukan kekuatan dan usahanya sendiri.


lalu ia langsung mencoba kembali namun kali ini ia melakukannya tanpa mantra, karena ada penjelasan kalau seseorang bisa melakukan eksekusi sihir dengan menyebut nama sihir itu atau bahkan melakukannya tanpa mantra jika memahami dengan dalam sihir apa yang ia eksekusi.


dan hasilnya ia berhasil dengan sekali percobaan dengan kondisi dan efek yang sama, lalu pemikiran muncul di benak arcane.


sebagai seorang penemu dan peneliti ia memiliki sifat untuk mencoba apa yang baru baginya, dan saat ini ia ingin mencoba berapa banyak elemen yang bisa ia gunakan.


arcane meletakkan bukunya dan mencoba fokus untuk memunculkan sihir lain dalam bentuk yang sama namun dengan elemen yang berbeda.


"hahaha luar biasa"


dalam sekejap dengan pemahamannya sendiri ia bisa menciptakan 6 bola elemen yaitu api, air, tanah, udara, petir, dan es.


semua bola itu melayang atas kuasa arcane


arcane bahkan mencoba untuk menambah elemen yaitu megma dan besi namun tiba-tiba Kepalanya menjadi berat, pandangannya semakin buram bola sihirnya menghilang dan ia pun ambruk.


arcane menyadari kalau ia kehabisan mana, itu wajar karena sebelumnya tubuhnya tidak pernah melatih kontrol mananya, namun ia masih tersenyum karena dirinya menemukan sebuah konsep baru dan ia puas dengan perkembangan ini.