Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 101


Arcane dibawa oleh Kai kedalam markas melalui tempat Brian, ia langsung masuk dan berlari mengabaikan orang-orang yang bertanya sambil menyusuri lorong bercahaya.


setelah beberapa belokan ia langsung mendobrak pintu yang di depannya ada sebuah gelas yang dililit oleh 2 ular.


"dokter!! sekarang!! " kata Kai yang berteriak.


begitu masuk ada ruangan kecil dan ada meja resepsionis, disamping kirinya ada sebuah jendela yang menghubungkan seperti dengan tempat peracikan sementara di sebelah kanan nya ada tiga pintu yang sama persis hanya saja hanya pembedanya adalah nomer yang di tempel.


dimeja resepsionis ada sebuah patung batu yang menyambut, ketika Kai datang patung itu langsung bergerak.


"pasien gawat darurat... silahkan masuk pintu nomer 1"


Kai langsung memasuki ruangan itu, ia di sambut dengan banyak patung batu yang menghampirinya sambil membawa sebuah tandu.


Kai menyerahkan Arcane kepada mereka dan membiarkan semua patung batu itu membawa Arcane.


Kai tidak pergi begitu saja ia dengan sabar menunggu di dalam ruangan itu, hingga beberapa saat kemudian beberapa orang memasuki ruangan dan bertanya.


"tuan... bagaimana dengan tuan!! "


Kai menoleh dan mendapati kalau itu adalah Gray dan Brown, ia kemudian menjawab.


"aku tidak tau"


semua orang terdiam lalu One eye kini berbicara.


"sebenarnya apa yang dilakukan oleh bos? "


"ia bertarung dengan Magical knight" kata Kai.


One eye tertawa dan berkata.


"brfff... apa kau bercanda? bos? Magical knight? yang benar saja"


One eye bicara dengan nada bercanda namun semua orang yang mengikuti Kai terdiam dan sebenarnya masih takjub dengan pemandangan yang mereka lihat.


One eye kemudian melirik Leon untuk memastikan pembenaran nya namun Leon hanya melukiskan tampang takjub dan ngeri.


One eye langsung mengerti kalau Leon membenarkan perkataan Kai ia langsung tak berani berkata kata.


beberapa saat kemudian sebuah suster berbentuk patung batu bergerak dan berkata.


"jika kalian ingin menjenguknya kalian memiliki waktu 1 jam"


mereka tersenyum dan langsung mengikuti arahan suster batu itu, di dalam ruangan terdapat aura dan aroma yang memenangkan untuk membantu penyembuhan.


setelah melewati beberapa kamar mereka akhirnya sampai di kamar Arcane, ketika masuk Arcane kini telah di obati dimana pakaian nya telah di ganti dan badannya telah di bersihkan.


ketika mereka menatap Arcane sebuah patung batu berbentuk seorang dokter datang dan berkata.


"siapa wali anak itu? "


semua orang berbalik dan terdiam tidak mengerti apa maksud perkataan dokter itu, namun sebuah cahaya biru muncul dan berkata.


"kami semua keluarga nya"


"apa ini? "


"itu apa yang di sebut dengan batu mana, yah meskipun dalam kwalitas terburuk dari yang terburuk" jawab dokter itu.


semua orang terkejut dan Kai membalas..


"apa? jadi maksudmu tuan membuat sebuah batu mana? "


dokter itu mengangguk kecil.


"aku tidak terlalu yakin, namun konsep batu mana adalah mana alam yang tersimpan di sebuah benda seperti batu dan mengkristal.


jika menggunakan konsep seperti itu maka tanpa sengaja ia telah mengendalikan mana secara langsung dan tidak sengaja memadatkan nya"


semua orang terkejut lalu Brown menyangkal.


"tunggu itu tidak mungkin, meskipun kita bisa menyerap mana namun mengeluarkannya dalam bentuk mana adalah hal mustahil"


"mustahil bukan tidak mungkin" balas dokter dengan cepat.


"aku tidak peduli bagaimana cara ia melakukannya, namun ia memiliki luka dalam yang lumayan parah dan kehabisan mana, mungkin ia tidak akan sadar dalam 2-3 hari"


Setelah mengatakan itu si dokter pergi namun sebelum keluar ia berkata


"pakaian anak itu berada di ranjang, tempatnya di bawah tempat tidur nya"


mereka semua saling menatap namun Blue dengan nada datarnya melayang di atas tubuh Arcane dan berkata.


"sebaiknya kalian melakukan apa yang bisa kalian lakukan"


perkataan Blue berhasil membuat semua orang tersadar, namun mereka semua mulai mempertanyakan soal Blue.


"kau!! hantu?! "


"tidak itu pasti spirit"


"spirit memiliki bentuk apa mungkin itu peri? "


semua orang mulai berdebat, namun tiba-tiba suster batu mendobrak pintu dengan keras dan berteriak.


"DIAM!! JANGAN BERISIK, PASIEN DISINI MEMERLUKAN KETENANGAN!!!"


semua orang kaget dan diam, suster batu itu melihat sekitar dan mengangguk.


"BAGUS, PERTAHANAN SEPERTI INI!!... DASAR BODOH!! "


suster batu itu juga langsung membanting pintu dan menyebabkan suara keras.


"bukankah dia lebih keras dari kita? " kata Gray dengan pelan.


"benar" kata semua orang hampir bersamaan