
diluar istana Elias sedang marah besar, ia memporak porandakan semua barang yang ada di sekitarnya dan terus berkata dengan nada tinggi.
"BODOH... TIDAK BERGUNA!..... APA YANG SEBENARNYA KALIAN KERJAKAN SELAMA INI!!! "
kata Elias.
di sisi lain beberapa orang sedang bersujud dan gemetar ketakutan, mereka memakai jubah yang menutupi seluruh tubuhnya dan ada juga yang memakai pakaian pelayan.
salah satu orang yang memakai pakaian pelayan dengan gugup berkata.
"hamba mohon maaf tuan, karena hamba pikir ruangan penyimpanan anda aman jadi hamba pergi dengan pelayan lainnya"
selesai pelayan itu berkata seseorang yang memakai jubah juga bersuara.
"hamba juga, hamba pikir cetak biru itu akan memperkuat kelompok kita maka dari itu hamba menyuruh prajurit untuk mencurinya"
"BODOH!!! .....wush" Elias langsung membalas di barengi dengan melambaikan tongkatnya dan mengeluarkan sihir yang membuat kedua orang itu terlempar hingga mendarat di dinding.
"ibunda dan frost sedang mengurus tentara dari gereja, jika beliau disini kalian pasti mati!!!....
kalian akan menerima 100 cambukan, dan culik banyak rakyat kumuh sebagai budak.
jadikan mereka prajurit yang telah tewas dan pembantu disini, lakukan dalam sebulan jika tidak kalian akan menjadi budak"
selesai berkata Elias langsung pergi dengan marah, sementara sepeninggalan Elias datang beberapa orang dengan otot besar membawa cambuk di tangan mereka.
dan teriakan demi teriakan mengiringi kepergian Elias.
__________________________________________________________
dalam istana kini terlihat sibuk dan padat di karenakan prajurit dengan memakai zirah putih dengan hiasan emas, di dada mereka juga ada tanda salib emas yang besar.
salib emas menandakan kalau mereka adalah prajurit gereja yang datang ke istana, di dalam istana sendiri seorang pastur di temani oleh seorang kesatria bersamanya sedang berbicara dengan raja James.
"maaf kedatangan hamba yang terlambat, terjadi kerusuhan yang sama di gereja" kata pastor itu.
apa yang di katakan pastor itu adalah setengah kebenaran, bagian palsunya adalah ketika mereka mengirim prajurit.
alasannya adalah gereja kini bukan hanya sebagai tempat para penganutnya namun seperti organisasi dunia bawah yang mengakar secara terang terangan.
sangking kuatnya mereka bahkan memiliki pengaruh yang besar di sebuah kerajaan, bahkan pastor atau pendeta mereka memiliki Otoritas yang lebih tinggi dari pada raja di kerajaan itu bahkan lebih parahnya mereka memiliki raja boneka.
setelah beberapa saat bercakap ringan raja James pergi ke taman dan menuju sebuah gazebo, dan di dalam gazebo tersebut terdapat grand queen Marina yang sedang membaca buku.
tanpa basa basi raja James langsung membungkuk tanpa berkata melihat itu marina tersenyum.
"kenapa kau kesini? "
"ingin bertanya beberapa hal ibunda" balas James.
Marina tersenyum kemudian berkata dengan lembut.
"aku tau apa yang ingin kau tanyakan.....duduklah"
raja James menuruti kemauan marina, James menemui ibunya karena ia berfikir tau sesuatu karena kemarin saat ia berada di kamar Arcane Marina datang dan mengatakan beberapa hal.
James juga mendengar kalah tidak ada keterkejutan atau kekaguman yang nampak pada nada atau ekspresi marina ini membuktikan kalau ia sudah mengetahui banyak hal.
kembali ke saat ini dimana marina mulai memberikan ceramahnya.
"kau sama seperti Blast, terlalu fokus pada tanggung jawab mu.
namun kau terlalu lama berpaling pada kewajibanmu.
hidup bukan hanya soal menjalani apa yang telah menjadi takdir kita sendiri, namun tanpa di sadari kita juga menjadi ikut ambil bagian dalam takdir orang lain.
yang lalu jadikan pelajaran, meskipun kau jatuh di lubang yang sama setidaknya kau bisa keluar lebih cepat dari sebelumnya.... "
sementara itu di sisi Johnson ia sedang mengamuk karena entah bagaimana prajuritnya bisa bergabung dengan kerusuhan itu dan banyak koleksinya telah hilang