Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 59


semua orang menoleh ke sumber suara dan ternyata itu adalah Adam yang selama ini diam, ketika Arcane memandangnya ia bisa melihat senyuman licik tertera di wajahnya.


semua orang kemudian menoleh kearah Gray dan Brown dan baru menyadari kalau mereka berasal dari ras half beast.


mereka semua tidak menyadari nya karena terlalu fokus dengan Arcane yang sembarangan memasuki ruangan, seketika itu pula raja James memanggil prajurit istana.


"prajurit!!!..... tangkap mereka"


selesai bicara banyak prajurit memasuki ruangan dan mengarahkan senjatanya kepada Gray dan Brown.


melihat itu tentu Arcane tidak tinggal diam ia langsung maju ke depan dan menghadang para prajurit itu dan langsung memasang kuda-kuda bertarung, Gray juga tidak tinggal diam sebagai pengawal Arcane ia selalu siap dan langsung mengeluarkan pedang yang ia bawa secara refleks.


melihat pemandangan itu semua orang tidak menyukai hal itu apalagi dengan pedang yang di bawa oleh Gray bahkan ratu Elizabeth sendiri.


raja James kemudian berdiri dan berkata dengan marah.


"Arcane apa yang kau lakukan! minggir!!! "


Arcane membalas tegas tanpa menurunkan kewaspadaan.


"suruh prajurit ini mundur dulu! "


James tidak tertarik namun ia kini langsung kepada intinya.


"kami tidak sadar dengan orang yang kau bawa, namun karena Adam kami bisa menyadarinya, terimakasih adam..... "


James melakukan jeda di perkataannya dengan sengaja dan menatap Adam, di sisi lain Adam memberi hormat kepada James.


"sudah sifatku untuk selalu fokus dan melihat lebih luas"


James hanya mengangguk dan langsung kembali menatap Arcane dengan tajam.


"sekarang Arcane, jelaskan maksud mu melakukan hal ini...


apa kau ingin menjadi penghianat negri ini!? "


bukannya takut ia malah menatap ayahnya dengan tajam.


"hahaha....


mau penghianat atau penjahat bukannya sama saja dimata kalian? bagi kalian aku tidak lebih dari pada sa-"


sebelum perkataan Arcane selesai Jhonson langsung berteriak dengan keras.


"dasar lancang!


seperti inikah perilaku seorang pangeran!? "


belum sampai selesai Elias malah menambahkan minyak kedalam bara api.


"kau mencoreng kehormatan istana ini dengan membawa mereka ke ruangan ini.


sepertinya kau belum di didik dengan benar"


suasana kini semakin menjadi panas, lalu Elisabeth yang dari tadi diam kini mulai bersuara.


"kalian semua tenang....


meski suasana masih tegang namun berkat perkataan Elisabeth kini menjadi sunyi dan kemudian ia berbicara kembali.


"jadi Arcane beritahu kepada kami kenapa kau membawa mereka!? "


sesungguhnya Elisabeth tidak peduli dengan Gray dan Brown karena mereka adalah budak, namun kini ia sadar kalau pedang Arcane telah berpindah tangan apalagi mereka tidak memiliki rantai budak yang artinya Arcane telah membebaskan mereka.


Elisabeth memang tidak memandang sebelah mata ras lain namun ia masih memandang rendah ras lain seperti yang lainnya, meski tidak seagresif manusia kebanyakan.


disisi lain semua orang juga mulai menghina dan menambah runyam meskipun tidak main fisik namun perkataan mereka jika bisa di rubah menjadi pisau maka pisau itu akan membunuh mereka bertiga berkali-kali.


Arcane yang di tanyakan bertubi-tubi akhirnya membukakan mulut dengan nada keras hingga memenuhi seluruh ruangan.


"DIAM SEMUA...... "


sontak semua orang disana menjadi diam, Arcane juga menatap mereka semua dengan tatapan tajam dan mengancam.


"mereka adalah pengawal pribadi ku....


dan pelayan pribadi ku, itu sudah cukup menjadi alasan mereka menemani aku disini!!! "


selesai bicara Elias langsung membalas.


"apakah kau kekurangan pelayan di Kerajaan ini? hingga harus mengangkat mereka menjadi pelayan mu!? "


Arcane pun tak mau kalah langsung membalas dengan sengit.


"pelayan, hahahaha...


pelayan mana yang sukarela di cela karena malayani aku.


setiap saat aku kesini para pelayan akan menganggap derajat mereka lebih tinggi dari seorang pangeran apakah itu pantas."


selesai bicara ratu Lina langsung menimpali.


"pangeran?


kau mengangap dirimu pangeran? apakah kau lupa kalau kau adalah seorang sampah?


kau baru menunjukkan bakatmu karena di latih langsung oleh grand king.


dan di istana ini tidak ada yang menganggap dirimu seorang pangeran itulah mengapa para pelayan memanggilmu dengan sebutan 'tuan' bukan 'pangeran' Arcane"


perkataan itu membuat raja Albert dan putri Luna terkejut, pasalnya meski mereka tau kalau Arcane adalah orang yang selalu membuat kekacauan namun mereka tidak tau kalau mereka akan mendapatkan seorang sampah.


namun Albert masih berfikir jernih karena ia akan mendapatkan sebuah boneka untuk di kendalikan setidaknya ia akan berguna dan jika selesai ua akan membuangnya.


namun disisi lain Luna terkejut karena bagaimana seseorang yang mengerikan seperti itu yang tidak takut akan kekuatan gereja bisa di sebut sebagai sampah


mengikuti itu beberapa orang juga menambah perkataan yang tidak mengenakkan, meski rapat itu hanya sebatas seperti rapat keluarga namun kondisinya malah seperti penghakiman sepihak untuk Arcane.


lalu tiba-tiba Elias langsung berbicara dengan keras.


"mungkin ini bukan karena Arcane, melainkan ia telah di hipnotis oleh kedua mahluk kotor itu... "