Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 88


dengan perasaan tidak enak Arcane pergi, meskipun dihatinya memiliki peran sangat tidak menyenangkan.


perasaan itu semakin tidak mengenakkan hingga ia keluar dari ruangan penjara itu, ketika ia membuka pintu.


"Deg..... "


seseorang dengan perawakan gagah dan tua berada di depannya, ketika ia melihat Arcane ia mulai mengeluarkan hawa permusuhan yang kental.


"siapa kau!? "


'kakek!? kenapa dia ada di sini!? ' batin Arcane.


seseorang yang paling mustahil ia duga kini telah bertemu, sebelumnya tidak pernah ada informasi ataupun desas-desus tentang Blast yang mengunjungi penjara.


Blast kini melangkah menuju Arcane dan mulai mengeluarkan aura pertempurannya, Arcane merasa tertekan karena aura itu terasa sangat dingin dan mengancam.


kemudian dalam sekejap mata.


"sling..... duak.... "


dalam sekejap Blast menghilang dan langsung menendang Arcane, meskipun bukan kekuatan penuhnya namun kekuatannya tidak bisa di remehkan apalagi oleh anak seumuran Arcane.


Arcane yang terkena tendangan itu langsung meluncur dan menabrak pintu penjara, dan membuatnya tidak bisa bergerak.


Blast kemudian langsung menarik kerahasiaan baju Arcane dan berkata.


"aku tanya sekali lagi.... siapa kau!! "


Arcane yang di tarik kerahnya terasa tercekik dan kesulitan bernafas, tidak hanya itu Blast mulai mengumpulkan energinya ke tangan lainnya.


ketika Blast akan mengakhiri nyawa Arcane.


"whooosh...... "


sebuah gelombang sihir yang sangat kuat keluar dari dalam penjara, seketika Blast menghilangkan dan menghentikan seluruh kekuatannya.


tak hanya itu Blast juga melepaskan Arcane dan menatapnya dengan tajam, setelah itu ia langsung menendang kesamping hingga membuat Arcane terlempar beberapa meter.


Blast menatap acuh kemudian masuk kedalam penjara itu, disisi lain Arcane bangkit dan mendapati kalau tangan kirinya tidak bisa di gerakkan.


Arcane memeriksa dan menemukan kalau tangan kirinya kini berada dalam posisi abnormal, ia kemudian melihat Blast.


namun anehnya Blast langsung masuk ke dalam penjara dan memilih mengabaikan Arcane yang terluka, memanfaatkan kesempatan itu ia langsung pergi meninggalkan area itu.


"Blue kau dimana" kata Arcane.


namun perkataan itu tidak kunjung di jawab hingga beberapa kali, akhirnya Arcane memilih untuk mengobati tangannya terlebih dahulu.


Arcane langsung menuju dapur dan mengambil beberapa kain dan langsung melakukan pertolongan pertama untuk lengan kirinya, dan setelah di periksa hanya masalah dislokasi.


"huh.... untung hanya segini, jika tidak bakal bermasalah nih"


ketika selesai melakukan pengobatan ia tiba-tiba mendengar suara.


Arcane yang sedang sembunyi mengintip dari balik meja, ia pun kini melihat dua pelayan yang sedang mengendap-endap masuk ke ruang penyimpanan makanan.


'sedang apa mereka disini?' pikir Arcane.


Arcane mengikuti mereka masuk kedalam ruangan itu, ketika masuk Arcane dapat merasakan kalau suhu ruangan itu terasa lebih dingin.


Arcane tidak terkejut karena hal seperti itu sudah umum.


kedua pelayan itu berjalan dan berada di ujung ruangan yang berapa rak daging, mereka melihat sekeliling dan mendapati kalau mereka menekan sesuatu.


secara ajaib sebuah ruangan rahasia muncul di lantai dan mengarah ke bawah, mereka masuk sebentar dan tentu saja Arcane mengikuti mereka.


ketika di dalam Arcane bisa melihat kalau tangga itu mengarah ke sebuah ruangan yang sangat besar, dan pandangan pertama Arcane adalah gunungan koin emas yang sangat banyak.


'sepertinya aku jatuh di awan dan melayang' pikir Arcane.


setelah melihat sekilas ia langsung pergi dan memeriksa benda untuk membuka ruangan itu, ketika ia memeriksa Arcane mendapati kalau itu adalah sebuah tombol dan dengan cepat ia langsung memberi tanda di rak tersebut.


mengingat kondisinya ia langsung berusaha kembali dan tidak ingin mengambil resiko untuk bertemu orang lain.


ketika kembali Arcane mencari Blue.


"Blue kau dimana? "


"hamba di sini tuan" jawab blue.


"darimana saja kau?" tanya Arcane.


"setelah bertemu dengan Blast hamba bersembunyi, namun ketika bersembunyi hamba mendeteksi sebuah ruangan yang sangat besar di penuhi senjata dan zirah jadinya hamba memeriksanya" jawab Blue.


Arcane berfikir sebentar dan menjawab.


"mungkin itu gudang senjata para prajurit"


namun disini Blue mengkoreksi.


"namun tuan tempat itu berada di dalam istana"


Arcane kini tersenyum dan kemungkinan malam ini ia benar-benar mendapatkan sebuah Jackpot, ia benar-benar memiliki berkah dari dewi keberuntungan.


"bagus Blue"


__________________________________________________________


halo para reader maaf nih chapter kali ini cuman sedikit, dan mungkin beberapa chapter kedepan bakal pendek juga. πŸ™πŸ™


karena musim pancaroba dan 3 hari main Ujan-ujanan terus jadinya badan Saya tepar😷🀧.


tapi Saya usahakan buat terus nulis ceritanya


maaf karena ketidaknyamanan nya YaπŸ™πŸ™‡β€β™‚οΈ