
ketika mendengar nama arcane pria itu terdiam dan memandang arcane dengan tajam dan serius, kemudian tatapannya menjadi berubah dan menjadi lebih menghina dan mencibir.
ketika akan mengatakan sesuatu arcane mendahuluinya.
"bocah gila, sebaiknya kau pergi dan jangan mengacau disini"
sang pemilik menaikkan alisnya karena heran bagaimana arcane bisa mengetahui apa yang ingin dia katakan, sementara itu arcane tersenyum dan melanjutkan.
"pegawai mu meneriakkan perkataan sejenis itu dan mengusir ku.
jadi aku berfikir apakah begini cara memperlakukan setiap pelanggan?, bilang saja kalau kalian tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk membuat barang yang aku inginkan"
arcane menekan perkataannya khususnya pada perkataan terakhirnya supaya mereka semua bisa mendengar sampai keluar toko.
pemilik toko merasa tidak terima namun mengingat reputasi arcane ia ragu akan mengambil pemesanan itu.
hanya penjelas kalau sebenarnya meskipun arcane disebut sebagai sampah yang suka mengacau namun wajahnya masih tidak dikenali, ini bisa di pastikan kalau ketika ia membuka tudung penyamarannya siapapun tidak mengenalinya.
bahkan arcane berkesempatan untuk datang ke beberapa tempat bergengsi seperti restoran terbaik di ibukota sampai pusat perbelanjaan para kaum elit.
namun ketika arcane menyebutkan namanya di toko ini semua orang langsung memasang wajah tidak mengenakkan, tanpa mengkonfirmasi atau tidak semua orang langsung memandang rendah arcane.
arcane sebenarnya tidak masalah namun salah satu orang malah menjadi provokator dan akhirnya salah satu orang mencoba menyerang arcane, arcane tentu saja melawan dan berakhir dengan suasana seperti ini.
kembali ke cerita kini arcane tersenyum penuh kemenangan pasalnya harga diri mereka yang memiliki pangkat atau uang banyak biasanya sangat tinggi.
jadi mudah saja untuk memancing mereka untuk menyetujui apa yang kita inginkan secara langsung yah meski dengan perasaan enggan sih.
dan benar saja pemilik toko itu mengulurkan tangannya dan berkata.
"namaku beni, aku secara langsung menerima pesanan mu"
arcane tersenyum dan membalas dengan mengeluarkan beberapa kertas dan menyerahkannya kepada beni.
"senang berbisnis dengan anda"
beni menerima kertas itu dan ketika dilihat ia tau kalau itu ada sebuah cetak biru namun berbeda dengan cetak biru kebanyakan yang ia tau.
cetak biru ini berisi data lengkap mulai bahan, ukuran, bentuk dan bahkan lebarnya juga di jelaskan.
ia juga bisa melihat kalau beberapa barang bisa di rubah komposisinya dengan syarat tertentu.
ini akan memudahkannya untuk menempa, meski beni sendiri tau kalau pekerjaan ini sangat rumit pasalnya ia menghitung lebih dari selusin cetak biru dengan setiap lembarnya berisi berbagai benda aneh.
arcane tau kebingungan beni dan menjelaskan.
"itu adalah beberapa bagian dari alat yang akan aku buat, kau cukup membuat bagian-bagian itu mengikuti instruksi yang telah aku berikan.
kau tidak perlu merakit nya berikan saja dalam keadaan terpisah."
beni kini memandang arcane dengan tatapan rumit dan berkata.
"apa ini? senjata? jika iya ak-"
arcane memotong perkataan beni.
"bukan namun sebuah alat sihir yang secara instan merubah mana menjadi bentuk lain namun bukan seperti tongkat sihir untuk menyerang.
alat ini lebih seperti menghangatkan makanan dan penghangat ruangan ketika cuaca dingin"
beni mengangguk dan percaya pasalnya barang seperti itu banyak di jual meski bentuknya berbeda namun fungsinya sama, lagipula beni juga sempat melihat hasil akhir benda itu dan bentuknya juga ada yang mirip.
"baik, aku bisa membuatnya.
ingin berapa lama? semakin cepat semakin mahal harganya"
kata beni.
arcane kemudian mengeluarkan sebuah permata merah berukuran kecil kepada beni dan berkata.
"aku ingin satu keseluruhan bagian dulu dalam satu minggu, ini sebagai uang mukanya"
arcane melemparkan permata itu kearah beni dan tentunya ditangkap, beni melihat kalau permata itu memiliki nilai besar jika di jual.
"ya, jika sesuai dengan keinginan ku."
jawab arcane singkat, lalu beni mulai menyimpan permata itu.
"baik aku kerjakan"
arcane mengangguk ketika beni berkata seperti itu dan ia berbalik menuju pintu keluar namun sebelum meninggalkan ruangan arcane berkata dengan nada sedikit keras.
"oh, permata itu sebagai uang tutup mulut jadi aku harap bisnis ini hanya orang yang disini yang tau"
ketika meninggalkan ruangan suasana hening dan seseorang mulai bertanya.
"bos kenapa kau menerima pesanan dari dirinya!!!.
reputasi toko bisa hancur jika ketahuan"
beni kemudian menghela nafas dan menatap pekerja itu.
"bukankah dirinya sudah memberi tanda untuk merahasiakan pesanan ini!?.
secara tidak langsung keinginanmu terpenuhi asal mulut mu dan yang tau tentang ini tetap diam.
sudahlah kembali bekerja, masalah ini aku yang mengurusnya."
mereka kembali dalam pekerjaannya masing-masing namun ketika beni akan keluar ia berkata kepada mereka.
"kalian jaga rahasia ini, kalian tau motoku jika pelanggan tidak puas dengan pelayan kita maka aku akan menghukum mereka yang tidak memberi pelayan dengan baik."
beni pun pergi dan kembali kantornya dan mulai mengerjakan pesanan arcane.
__________________________________________________________
"ah..... gray apakah sudah selesai? "
ketika keluar arcane mendapati gray yang berada di pintu masuk dan akan memasuki toko dengan membawa banyak barang, kebetulan mereka berpapasan di depan toko penempa puncak gunung.
"sudah tuan"
gray menunjukkan beberapa barang yang ia beli, arcane memeriksanya dan memasukannya kedalam gelang penyimpanannya namun tidak semua.
sebelumnya arcane menyuruh gray untuk membeli beberapa barang khususnya 4 gelang penyimpanan lagi, namun 3 diberikan kepada gray.
"berikan itu kepada Jack dan brown, dan sisanya untuk mu"
gray terkejut dan mengembalikan 2 gelang itu kepada arcane.
"tapi tuan ini terlalu mahal, aku dan brown tidak bisa menerus barang seperti ini."
arcane menggelengkan kepala dan berkata.
"ambil saja anggap sebagai bayaran mu sebagai pengawal ku, dan brown sebagai pelayan dan sekretaris ku dimasa depan"
gray masih kekeh tidak ingin menerima.
"tapi tuan budak ini tidak pantas, pakaian ganti, tempat tinggal dan makanan yang cukup selama ini sudah cukup tuan"
arcane kini memandang gray dengan serius dan sedikit marah.
"gray aku ingatkan, kau dan brown bukan lagi budak.
kini kau adalah seseorang yang merdeka, kau bebas menentukan jalanmu sendiri, jika kau ingin berhenti menjadi pengawal ku maka aku persilahkan.
aku tidak akan marah atau menghukum mu, karena selain sebagai pengawal kau dan brown sudah aku anggap sebagai temanku jadi ambil saja.
alasan sebelumnya aku membeli kau dan brown adalah takdir biarpun itu orang lain jika aku mampu aku akan memerdekakan dirinya dan mungkin berada di posisimu saat ini, karena aku tidak ingin seseorang memperbudak orang lain.
itu membuat ku tidak nyaman, jadi ambil saja"
selesai menjelaskan arcane langsung berbalik dan pergi, sementara gray menatap arcane dengan penuh hormat.
ia tidak pernah berharap perkataan seperti itu akan keluar dari arcane, dan kini gray makin bertekad kalau ia akan terus setia kepada arcane.