Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 52


semua tamu dan para petinggi telah berkumpul di ruangan upacara, ruangan itu mirip seperti gereja kecuali disana ada altar yang menjadi pusat tepat di ujung ruangan.


tidak ada kursi disana hanya ada karpet merah yang membelah ruangan dan beberapa meja untuk tempat minuman dan makanan ringan ruangan itu telah di hias dengan megah dan elegan hanya hanya untuk hari ini, dimana 2 upacara sakral menjadi 1.


ketika semua orang berkumpul sang raja james fortis dengan aura tegas dan berwibawa menuju mimbar yang berada di altar dan mengucapkan pidato.


"hari ini di pagi yang cerah ini......


.


.


.


baik sekian dari saya"


selesai berpidato ada orang lain yang berpakaian seperti pastur menuju ke mimbar, ia berdiri di depan james.


meski begitu posisi raja lebih tinggi karena itu adalah tempat khusus yang di sediakan sebagai simbol kalau raja berada di kekuasaan tertinggi.


selanjutnya seruan terompet terdengar dan pintu terbuka, layaknya seorang pahlawan arcane berdiri di ketika pintu terbuka.


dengan tegas dan penuh keyakinan ia melangkah masuk kedalam melewati tengah kerumunan yang menyediakan jalan untuknya.


arcane terus berjalan hingga ia berdiri di altar, sementara gray dan brown di tingal dan berada di samping pintu masuk supaya tidak ada yang curiga dan menarik perhatian.


pendeta itu melakukan beberapa kata menggunakan bahasa asing dan menjelang akhir seorang seperti pendeta wanita datang dan membawa 2 cawan.


kedua cawan itu di serahkan kepada pendeta yang memimpin upacara lalu ia mengguyur arcane dengan sebuah air yang berada di dalam cawan.


arcane kemudian menuju depan altar dan berdiri disana menghadap para tamu, sang pendeta kemudian melakukan beberapa gerakan aneh untuk mengakhiri upacara itu.


meskipun itu upacara sakral tidak ada yang berbahagia disana, suasana begitu sepi dan senyap dan arcane melihat mereka semua dan tau kalau tidak ada rasa gembira hanya ada rasa penghinaan di sana.


ia hanya menemukan hanya Elisabeth, marina, selena yang benar-benar tersenyum dengan tulus.


__________________________________________________________


selesai upacara tamu langsung meninggalkan ruangan dan di bimbing menuju ruangan pesta, meski hari masih siang namun pesta tetap di lanjutkan.


ada dua sesi untuk pesta hari itu, satu adalah pesta perayaan arcane, yang kedua adalah pesta penyambutan sekaligus pengenalan dari Kerajaan horn hills.


namun arcane tidak mengikuti pesta itu melainkan ia kabur ke taman dan membaca bukunya, arcane tidak peduli dengan kehidupan kerajaan meski ia senang karena posisinya sebagai Pangeran namun ia masih merasa di kekang.


apalagi arcane harus meneliti beberapa hal dimana ia harus mempelajari tentang konsep ruang dan waktu, dan ia juga belajar tentang sebuah lingkaran sihir untuk merubah listrik menjadi mana.


tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, dari pagi kesiang kini menjadi malam.


dimalam ini arcane tidak bisa lari dan harus menghadiri pesta penyambutan itu, arcane sebenarnya ingin kabur namun neneknya memarahinya apalagi ia juga di pasang alat pelacakan supaya ia di ketahui.


arcane kini berada di pesta namun ia berdiri di sudut ruangan sendiri bersandar di tembok dan memegang minumannya, ia tidak mengajak gray dan brown karena tidak akan bisa bergerak bebas dan meninggalkan mereka di ruangan yang di sediakan.


"hah sungguh membosankan"


ketika arcane berkata seperti itu seseorang membalasnya dengan nada mengejek.


"jika bosan lebih baik kau buat lebih menarik, dasar pengacau"