
"judi?....
sepertinya menarik, bagaimana kalau kita melakukannya?"
suara itu tentu saja berasal dari Arcane, ketika Brian berbalik ia ternyata sudah berada di meja judi dan sedang meminum sesuatu.
menghiraukan perkataannya Brian berkata kepada Arcane.
"pangeran apakah anda cukup umur? "
Arcane melirik Brian kemudian melihat gelasnya, dengan santai ia membalas.
"ini hanya sirup"
Brian menghela nafas lega karena ada hukum di Kerajaan ini untuk meminum alkohol di atas 17 tahun, sementara itu Arcane juga tidak pernah meminum alkohol baik di dunia sebelumnya ataupun sekarang.
sementara itu Fake ia berjalan menuju ke meja Arcane dan duduk di sebelahnya.
"heh memang anak kecil punya apa? "
Arcane kemudian mengeluarkan beberapa lembar kertas dan menaruhnya secara terbaik.
"apakah kau sudah tau akan benda yang bisa meledak dengan sendirinya tanpa di harus melakukan kontak sihir secara langsung? "
semua orang disana langsung stagnan sementara itu Arcane melirik sekitar dan tersenyum, ia tau kalau benda ini sangat sukses dipasaran apalagi tentang cara pembuatannya yang misterius.
tidak ada yang berhasil membuatnya kecuali Arcane, meskipun mereka mendapatkan bagaimana cara membuatnya dari kelompok Arcane namun rancangan Arcane tidak bisa di tiru dengan sebaik Arcane membuatnya.
perlu beberapa proses yang terpisah untuk membuat benda itu dan proses itu tidak disadari oleh kelompok Arcane, itulah yang membuat dirinya berani untuk memberikan cara pembuatan bom tersebut kepada bawahannya.
meskipun mereka berhianat namun mereka tidak akan mendapatkan apapun kecuali produk gagal yang akan membahayakan nyawa mereka.
Fake menelan ludah dengan keras kemudian meraih blueprint itu namun Arcane menahannya dan berkata.
"jika ingin melihatnya kau harus memilikinya"
Fake kemudian tersenyum dan berkata.
"berapa biayanya? "
Arcane mengambang kartu yang ada di meja dan mengocok kartu itu.
"jika kau ingin blueprint ini denganku"
Fake tersenyum licik ia pun pergi untuk mengambil kartu dari meja lain dan mengocok nya, lalu ia pun berkata.
"kalau begitu mari kita lakukan, pemenang mendapatkan segalanya"
ketika akan memulai permainan seorang wanita dengan pakaian yang dapat menimbulkan hasrat lelaki datang dan berkata.
"aku juga ikut"
Arcane kebingungan dengan kedatangan wanita itu namun tidak untuk Fake ia sepertinya mengenal siapa sebenarnya perempuan itu.
"Rose? kenapa ketua kelompok poison lily berada di sini!? dan apa maksudmu mencampuri urusan kami"
perempuan yang di sebut rose itupun menjawab dengan santai.
"huh.... apa salahnya?
aku menginginkan kesenangan kebetulan disini ada yang menarik Jadi aku ikut saja, lagian tempat judi, bar, dan rumah bordir adalah zona bebas untuk siapapun."
Fake hanya bisa diam namun tak lama setelah itu seorang pria yang cukup berumur dan dengan banyak luka di wajahnya ia datang dengan pakaian elegan datang dan langsung menaruh taruhan berupa selembar kertas.
"aku juga ikut dengan memakai budak, apakah bisa? "
kini Rose dan Fake cukup terkejut dan tanpa sadar bicara secara bersama-sama.
"Kai!!.... jendral timur black hill!?"
orang yang di sebut Kai itu menghiraukan perkataan mereka berdua namun malah berbicara dengan Arcane.
Arcane menatap Kai dengan serius kemudian ia membalas.
"bagaimana jika kau kalah namun budak yang kau bawa malah penyakitan atau tidak berharga"
Kai tersenyum kemudian menunjuk kearah belakang, semua orang mengikuti arah yang di tunjuk Kai dan mendapati kalau banyak orang-orang dari berbagai ras mulai dari dwarf, beast dan elf
"mereka budak yang berkwalitas bukan, semuanya berjumlah 100 orang dan ini daftar nama mereka" kata Kai.
Arcane tersenyum lebar dan kemudian ia berkata dengan penuh keyakinan.
"aku Setuju"
Arcane mengulurkan tangannya untuk melakukan jahat tangan sebagai tanda persetujuan namun Kai malah melakukan hal sebaliknya, ia menoleh ke tiga orang itu dan berkata.
"namun sepertinya kalian harus menaikkan barang taruhan kalian, sejujurnya kita tidak akan melakukan 1 ronde permainan saja kan? "
ketiga orang itu kemudian sedikit bingung namun tiba-tiba Brian datang dan meletakkan dokumen lain dan berkata.
"ini adalah budak yang bekerja di sini dan kepemilikan bangunan ini, digabungkan dengan blueprint itu seharusnya sudah cukup bukan? "
ketika selesai bicara Fake tak trima dan berteriak.
"kau bukannya tempat ini sudah menjadi milikku! namun kenapa kau masih memiliki dokumen tempat ini!...
Apakah kau memal..... "
sebelum Fake selesai bicara Brian menyela.
"jaga ucapanmu, aku tau kau akan berbohong akan perjanjian kita untungnya dokumen tempat ini di arsip kan secara terpisah antara tanah dan bangunannya.
aku menggunakan ini disaat terakhir ku! "
"kau!... "
Fake sangat marah, ia ingin keluar dari permainan ini namun sayangnya nasi telah menjadi bubur ia tidak bisa.
aturan di meja judi jika kartu atau taruhan sudah berada di atas meja maka ia tidak bisa mundur kecuali pihak yang menang mempersilahkan pemain lain untuk mundur, namun Fake secara tidak langsung telah mempertaruhkan keluarga Brian dan dokumen tanah tempat ini jadi ia tidak bisa mundur.
sementara itu Rose menelan ludah dan dengan berat ia mengeluarkan beberapa botol ramuan berwarna warni.
"kelompok poison lily berkecimpung dalam racun jadi aku menawarkan beberapa racun sekaligus penawarannya"
lalu Fake dengan kesal ia mengeluarkan benda dari gelang ruang penyimpanan nya dan berkata dengan berat hati.
"aku adalah seorang kolektor, Jadi aku pertaruhkan apa yang ada di sini"
Fake adalah seorang kolektor senjata, armor ataupun barang sihir juga ia adalah orang penting dalam kelompok viper, mengingat dalam geng tersebut ia adalah orang yang berpengaruh Jadi tidak heran kalau ia sangat kaya dan memiliki banyak benda semacam itu.
Arcane senang namun ia menatap Brian dengan serius.
"apa kau yakin? "
Brian menatap balik Arcane dan dengan penuh keyakinan ia menjawab.
"kau sudah menolong kami hingga bisa membangun tempat ini, selain keluargaku aku menganggap semua yang aku miliki adalah milikmu"
Arcane sesungguhnya masih bingung namun ia setuju saja karena dengan dokumen kepemilikan bangunan ini dan setidaknya 100 budak pekerja di tempat ini telah cukup di Terima semua orang.
setelah pembicaraan singkat Arcane langsung mengocok kartu dan berbicara dengan lantang.
"kalau begitu karena taruhan sudah terkumpul.
.
.
.
mari mulai permainannya!!! "