Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 108


Arcane memberi tahu mereka kalau itu adalah bagian dari ciptaan nya dan mereka bisa mengaktifkannya dengan mana dan mengirim pesan suara secara singkat, Jadi mereka bisa memberikan laporan dalam waktu tertentu.


setelah memberikan beberapa pengaturan dan sop organisasi Arcane hanya perlu menunggu hasil, juga beberapa rencana kedepannya untuk anggota kelompok.


Setelah selesai Arcane langsung menuju ruang penempaan menemui Gavin, beberapa orang juga menemani dirinya bekerja membuat beberapa alat.


"bagaimana keadaan di sini? " kata Arcane menyapa.


Gavin yang sedang menempa berbalik dan menatap Arcane kemudian merogoh beberapa tumpukan barang, setelah ia mendapatkan apa yang ia cari Gavin langsung melemparnya ke Arcane.


"kau memberikan banyak pekerjaan menarik yang harus aku kerjakan" kata Gavin dengan tersenyum lebar.


Arcane menangkap barang yang di lempar Gavin, barang itu ternyata adalah sebuah topeng setengah kepala dengan design yang cukup simple, yaitu penutup mulut seperti masker dan bagian atasnya memiliki pelindung mata dan dahi.



(author : anggap kaya gitu design topengnya hehehehe😋)


Arcane mencoba topeng itu dan ternyata pas dengan kepalanya, sembari Arcane mencoba Gavin berkomentar.


"topeng itu aku beri rune untuk melekat kuat di wajahmu selama kau memiliki mana topeng itu akan selalu melekat kuat.


aku juga memberi batu mana kecil di sana Jadi jika kau kehabisan mana kau tidak perlu khawatir, yah meskipun hanya bertahan sehari saja"


Arcane puas dengan pekerjaan Gavin.


"cukup nyaman apalagi tidak mengganggu penglihatan dan soal penglihatan malam? "


Gavin tersenyum dan menggaruk kepalanya.


"yah meskipun di beri tau aku masih tidak paham, Jadi kau tau lah tapi jika kau mau memodifikasi nya aku telah mendesain itu mudah di modifikasi"


Arcane hanya mengangguk dan mengujinya di tempat gelap, ajaibnya topeng yang tadinya putih kini menjadi gelap.


"itu adalah campuran rumit yang memang aku siapkan, ini adalah kebanggaan ku" kata Gavin percaya diri.


Arcane mengangguk dan memakai topeng itu.


"trimakasih, buatkan 3 lagi untuk aku sebagai jaga-jaga"


Setelah urusannya selesai Arcane kembali ke ruang singgasananya, disana telah ada meja tambahan dan posisinya kini lebih mirip meja kerja daripada singgasana seorang raja.


Arcane duduk dan mulai menulis beberapa hal, namun ketika sedang menulis Brown tiba-tiba mendobrak dan menghampiri Arcane sambil menangis.


Arcane terkejut ketika ia ingin bertanya Brown berteriak sambil menangis.


"tenanglah.... "


Arcane disana malah sedikit tertawa karena tingkah Brown sangat imut dan menggemaskan, yah meskipun sejatinya Brown memiliki wajah imut.


Butuh waktu beberapa saat untuk menjelaskan kepada Brown supaya tenang, setelah tenang ia tertidur begitu saja di pangkuan Arcane.


Arcane menggendong Brown hingga ke kamar nya, setelah merebahkan Brown Arcane kembali ke ruangannya dan kembali bekerja menulis beberapa catatan.


__________________________________________________________


beberapa minggu berlalu, kini Tartarus mulai stabil dan sudah bisa beroperasi.


dari laporan Brian juga kelompok ini juga memilulai pergerakan paling cepat setelah insiden huru-hara yang Arcane buat.


masyarakat juga bisa pulih dengan cepat karena harta yang di sembunyikan oleh pejabat dan grup dunia bawah tergeletak begitu saja di pinggir jalan.


disisi lain grup dan Mafia bergerak lambat karena mereka juga kehilangan begitu banyak Orang, dan disinilah titik balik Arcane dimana kelompoknya membeli banyak budak dan mengambil banyak orang dari daerah kumuh.


setelah kekacauan budak berhasil kabur dan bersembunyi karena beberapa pedagang mati, jadinya kelompok Arcane lah yang mengambil mereka secara gratis.


selain itu mereka juga membeli dengan harga murah dengan menindas pedagang lemah dan rugi karena banyak budak mereka banyak yang mati dan terluka.


namun setelah beberapa saat harga budak meroket dan membuat banyak pihak ragu untuk membelinya.


saat ini Arcane berada di toko Brian dan sedang berpamitan, ia memberikan beberapa dokumen berisi rencana bisnis atau garis besar untuk organisasinya.


Arcane keluar dan kini ia menggunakan topeng dengan pakaian hem putih dengan rompi abu-abu ia juga mengenakan jas jubah hitam yang senada dengan celana dan sepatu lapang nya.


"huh akhirnya bisa keluar" kata Arcane sambil menghala nafas.


"tuan!? " kata Blue yang kini berada di samping Arcane namun kini ia memiliki wujud seperti peri dengan seluruh tubuhnya berwarna biru polos.


"benar, akhirnya aku bisa aman dari mereka" kata Arcane dengan tatapan datarnya.


Blue penasaran dan bertanya.


"kenapa bukannya mereka baik"


Arcane tersenyum di balik topengnya dan sambil berjalan ia berkata.


"mereka baik, namun serigala penyendiri akan selalu menyendiri.


dan mahluk semacam itu tidak akan mempercayai siapapun kecuali nyawa bawahannya berada di tangan dirinya"