Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 119


"byuur..... "


sebuah guyuran air dari sebuah timba yang sengaja untuk membangunkan seseorang yang tengah pingsan.


"hemp... uhuk.... uhuk.... hah... hah... hah.. .....dimana ini? "


orang itu adalah pemimpin dari kelompok topeng aneh (setidaknya itu yang dipikirkan Arcane), ia langsung terbangun dan menatap sekelilingnya


"seharusnya kau tanya apa yang telah terjadi"


sebuah suara terdengar yang tak lain adalah suara Arcane, mereka kini berada di sebuah ruangan yang minim cahaya dan pemimpin itu telah terikat pada sebuah kursi.


si pemimpin menatap Arcane dengan tatapan tajam namun ia tidak bisa melepaskan diri karena tubuhnya yang sangat lemas.


Arcane menatapnya dengan tajam dibalik topengnya.


"sekarang katakan dimana Blue"


pria itu mengangkat kepalanya dan bertanya.


"siapa Blue? "


Arcane berdiri dan langsung mengangkat kerahnya dan dengan nada mengancam ia berkata.


"roh berbentuk peri yang kau tangkap! "


pria itu bukannya ketakutan malah tersenyum mengejek.


"mari berdiskusi, apa yang kau berikan untukku? "


Arcane melepaskan pria itu dan duduk di depannya, ia kemudian menatap pira itu sementara pria itu tersenyum penuh kemenangan.


"baik sebelumnya lepas-"


namun sebelum ia selesai berkata sebuah tekanan kuat menimpa dirinya, tekanan itu bahkan bisa membuat kursi yang ia duduki rusak dan dirinya juga kini terjatuh dan berbaring di tanah.


Arcane maju dan langsung menginjak orang itu dan membuatnya semakin kesakitan.


"kau saat ini tidak memiliki kuasa berdiskusi dengan aku, aku tidak peduli siapa kau.


Jadi sebaiknya kau berikan Blue atau kau akan menyesali takdirmu"


"hoh... apakah benar? "


bukannya menyerah pria itu malah menantangnya, namun disana Arcane malah tersenyum mengerikan dibalik topengnya.


"bagus aku memang tidak ingin membuat ini mudah"


__________________________________________________________


"uh sial... "


"sekarang kau ingin bicara? "


kini si pemimpin dan beberapa anggotanya yang telah tertangkap berada di puncak gunung yang lumayan tinggi di desa itu.


mereka di kurung dalam sebuah bola anyaman tanaman yang cukup kuat disana mereka bersama beberapa warga desa dan Arcane yang siap menggelinding kan para anggota topeng aneh.


para anggota kini khawatir dan mulai berteriak apalagi di dalam bola kurungan itu terdapat banyak duri alami dari tanaman yang di gunakan.


"kau apa yang ingin kau lakukan"


Arcane menanggapi dengan santai.


"mudah, kalian mengambil milikku dan aku ingin itu kembali"


"ta-tapi kita bisa berdiskusi dulu kan"


kata pemimpin itu.


Arcane menggelengkan kepala dan menatap remeh pemimpin kelompok itu.


"sudah kubilang kau tidak memiliki kondisi yang membuat kita berdiskusi.


kau telah kalah dan aku menang"


"tapi-"


ketika ingin menyanggah Arcane langsung menyuruh para penduduk untuk Menggelinding kan mereka, tentu saja mereka menurutinya.


bola-bola itu menggelinding hingga ke arah desa disana ada warga yang tengah mencegat bola-bola itu, dan juga sisanya bekerja untuk membenarkan rumah mereka yang telah terbakar.


bola itu menggelinding cukup lama hingga setelah tiba dan berhenti di desa seluruh warga desa menertawakan kelompok itu.


beberapa warga yang mencegat langsung mendorong orang-orang itu menuju atas dan di pertengahan jalan sudah ada beberapa orang yang siap bergantian untuk mengantar sampai ke puncak.


ketika di perjalanan si pemimpin berkata dengan arogan.


"kalian... lihat saja, kalian akan membayar ini! "


para penduduk sedikit ragu namun seorang pemuda yang sebelumnya bersama Arcane berkata.


"huh.... setiap orang pasti akan mati, yang membedakannya adalah bagaimana cara kami mati setidaknya kami bisa berkata kepada leluhur kami kalau kami berjuang selayaknya kesatria untuk melindungi rumah"


si pemimpin terkejut karena keberaniannya, ia langsung berkata dengan sinis.


"huh.... perkataan semu yang di gunakan pecundang"


pemuda itu langsung menimpaku.


"nyatanya kau dikalahkan oleh pecundang ini, dan masuk begitu saja oleh pecundang ini.


jika aku jadi kau aku akan memendam kepalaku ke tanah sampai semua orang melupakan aku"


nyatanya si pemimpin kini sangat marah namun ia tidak bisa melakukan apapun dan jebakan yang mereka maksud adalah rencana Arcane dimana membagi 2 kelompok warga dimana para orang kuat dan muda di suruh untuk membuat lubang jebakan di jalan mereka datang.


sementara yang lain para wanita orang tua, dan anak-anak di suruh untuk membuat patung dan boneka jerami, selain itu juga Arcane memindahkan beberapa tombak ke bawah jurang yang ada di dekat desa.


setelah selesai menggali mereka langsung membuat beberapa tali dan kerajinan lain untuk membuat beberapa jebakan dan membuat boneka itu bergerak.


dan dimalam itu para penduduk desa bersembunyi di lubang jebakan sebelumnya lubang jebakan itu sesungguhnya tempat persembunyian mereka yang sebenarnya.


sementara beberapa orang bersembunyi di dalam rumah dan bergabung dengan pasukan untuk membuat kelompok itu panik.


ketika sedang panik mereka di giring ke tepi jurang yang telah mereka siapkan dengan tombak dan tanaman pelemas itu, alhasil beberapa orang yang tidak beruntung mengalami ajalnya.


rencana simpel yang cukup sukses karena mereka para kelompok yang memakai topeng aneh itu bukanlah prajurit dengan mental baja, melainkan kelompok penipu pengecut dengan omongan besar