
Gray dan Brown terus berlari mengikuti Blue, hingga tak lama kemudian mereka sampai di dapur istana dan langsung memasuki ruang penyimpanan makanan.
begitu masuk Blue langsung mengarahkan tempat rahasia yang ada di ruangan itu.
"salah satu dari kalian, cepat cari tombol rahasia yang ada di sekitar rak ini"
Gray langsung meraba-raba dan menemukan sebuah tombol, tanpa ragu ia langsung menekan tombol itu.
"tik.... grang.... "
begitu tombol di telan sebuah pintu rahasia terbuka, tanpa menunggu lama Blue langsung masuk dan di ikuti oleh Gray dan Brown.
ketika masuk Gray dan Brown terkejut dan dengan mulut mengaga mereka terdiam membeku, mereka melihat tumpukan emas yang sangat banyak, dan ini adalah pertama kali untuk mereka.
"jangan diam saja, Gray kau kumpulkan emasnya, dan Brown kau ikuti aku" kata Blue yang langsung pergi.
Gray dan Brown segera sadar dan mereka langsung melakukan apa yang Blue katakan, dan Brown juga berlari untuk menyusul Blue.
kini Brown dan Blue berjalan ke bagian lain di tempat itu dan ternyata selain tumpukan emas ada bahan mentah seperti besi dan tanaman obat langka.
Brown meskipun terkejut tapi ia bisa mengendalikan diri dan mulai memasuki semua bahan yang ada sesekali ia juga melihat Blue yang melayang di sampingnya.
"ada apa Brown?" kata Blue yang sadar akan tingkah Brown.
"ah... Ti-tidak hanya penasaran bagaimana anda dan tuan bisa bertemu, karena setauku mahluk roh atau sejenisnya sangat sulit di temui" kata Brown.
Blue diam sebentar dan menjawab.
"kau tidak perlu se sopan itu, lagipula kita adalah rekan...
dan sebenarnya aku tidak bertemu namun di ciptakan"
mendengar perkataan Blue, Brown langsung panik.
"apa!! di ciptakan tapi bukannya menciptakan hal seperti itu perlu pengorbanan!...
apakah... apakah tuan-"
"kau salah" kata Blue yang memotong perkataan Brown.
setelah melihat Brown tenang ia langsung melanjutkan.
dan saat ini aku seperti bayi yang perlu tumbuh"
Brown menjadi lega ia pun mengangguk dengan semangat dan berkata.
"kalau begitu mohon kerjasamanya mulai sekarang"
"dengan senang hati" jawab Blue.
Brown tersenyum dan kini lebih relaks ia kemudian melanjutkan pekerjaannya, di sisi lain Gray juga mendengar perkataan Blue karena sebelumnya ia mengendap-endap untuk memastikan siapa Blue sebenarnya.
namun mendengar penjelasan Blue meskipun tidak sepenuhnya percaya tapi Gray bisa tenang karena mereka berada di kapal yang sama.
beberapa saat kemudian.
"apakah kalian sudah selesai? "
Gray datang menghampiri Brown dan Blue, di sisi lain mereka juga berjalan kearah yang sama.
"kami juga sudah selesai, kurasa kita menyelesaikan lebih cepat"
"bagus sekarang ikuti aku bertemu dengan yang lainnya" kata Blue.
mereka langsung keluar meninggalkan ruangan yang kini telah kosong, disaat mereka keluar dan menuju keluar sebuah ledakan besar terjadi dari dapur istana.
Gray dan Brown refleks melihat kebelakang dan menatap ngeri.
"jangan takut aku dan tuan telah memperhitungkan waktu setiap ledakan yang terjadi"
setelah menelan ludah Gray dan Brown kembali berlari namun ketika mereka sedang berlari tiba-tiba terdengar sesuatu yang sangat familiar.
"BOOOMMM.......
BHAHAHAHHAHA ZIRAH APA ITU!!! AKU INGIN MENELITI NYA MEMBONGKAR NYA, MEMBUATNYA WHAHAHAHA...... BERIKAN... BERIKAN WHAHAHAHA"
"bukankah itu suara... "kata Gray sambil berbalik dan menatap Brown dan Blue.
" tuan!!"