
"Jadi kenapa kau memakai topeng arc? "
kata Albus.
"luka karena sihir"
jawab Arcane singkat.
tidak ada pembicaraan yang berarti diantara mereka namun, keduanya lebih fokus kepada permainan catur yang ada di depan mereka, dan sepertinya Albus melupakan tentang keberadaan Kevin.
entah berapa lama mereka bermain namun keduanya begitu menikmati hingga waktu telah terlewat begitu saja, ketika waktu menjelang malam keduanya berhenti.
"permainan yang menyenangkan"
kata Albus.
Arcane mengangguk dan bersiap pergi.
"yah mungkin lain kali kita bisa bermain kembali? "
Albus mengangguk dan kemudian ia bertanya.
"hei, apa kau ingin bergabung dalam pelelangan yang akan kami ikuti? "
Arcane berbalik dan menoleh ia kebingungan dan bertanya.
"pelelangan bukannya sudah kemarin malam? pelelangan di toko terkenal di kota ini"
Albus tertawa dan mengelus janggutnya.
"hahahaha....
memang benar namun pelelangan itu kali ini menampilkan barang dari dunia bawah.
kau tau Magsudku bukan? "
Arcane berfikir sejenak kemudian mengangguk setelah mereka sepakat Albert memanggil Sella dan Kevin.
"Sella, Kevin ayo kita berangkat"
dari kejauhan keduanya berteriak, namun untuk Kevin ia berkata dengan lemas.
"baik master"
di tempat itu ternyata ada sebuah restoran bagi para pengunjung VIP dan karena belum makan apapun akhirnya kelima orang itu Mampir sebentar.
namun hal yang tak terduga datang, entah kebetulan atau tidak kelompok mereka kini berpapasan dengan Elisabeth, selena dan Jones.
Arcane berdiri membeku karena akhir pertemuan kemarin namun hal yang tak terduga bagi Arcane adalah Elisabeth yang tiba-tiba memeluknya.
Arcane tidak tau apa yang terjadi namun ia tidak bisa membalas pelukan itu dan entah mengapa hatinya terasa berat.
setelah pelukan singkat Elisabeth langsung menunduk dan berkata.
"maaf, sepertinya kemarin kami melakukan kesalahan"
Arcane menduga kalau ini adalah sifat seorang ibu yang bisa merasakan kesedihan anaknya, entah karena hubungan orang tua dan anak namun Arcane bersyukur karena masih bisa merasakan kehangatan pelukan ibunya.
setelah pelukan singkat Arcane mengambil jarak dan menunduk sopan.
"hamba juga minta maaf akan sikap hamba yang kurang sopan"
Elisabeth tersenyum dan menggeleng.
"jangan seperti itu, hal itu akan membuatku menjadi sombong"
Arcane tersenyum di bali topengnya ia kemudian menawarkan untuk bergabung.
"jika tidak keberatan, apakah kalian ingin bergabung dengan kami"
mendengar itu Elisabeth langsung menoleh ke arah Albus, menanggapi isyarat Elisabeth Albus langsung menjawab.
"sebuah kehormatan untuk kami"
Elisabeth kemudian memandang Jones yang sedari tadi diam, Jones pun mengetahui maksud dari Elisabeth.
"kehormatan juga untuk kami bisa makan dengan master sihir dari akademi awan"
mereka akhirnya melakukan beberapa pembicaraan kecil dan diantara mereka semua yang mengikuti percakapan dewasa adalah Arcane sementara yang lain hanya sibuk bercerita kepada Selena tentang bagaimana wajah Kevin menjadi pucat karena keusilan Sella dan Ghor.
setelah pembicaraan kecil akhirnya mereka berkumpul ke tempat pelelangan, dan ternyata entah bagaimana Jones dan Albus memaksa untuk 1 ruangan dalam pelelangan kali ini.
Arcane dan Elisabeth kebingungan karena entah bagaimana sikap kedua orang tua itu terlihat mencurigakan, namun masa bodo yang Anak-anak lain kini menjadi grup sendiri di malam itu