
Arcane di sana sedikit kebingungan dan bertanya.
"lalu bagaimana kalian bisa memegangnya dengan begitu mudah? "
orang itu langsung menjawab.
"kami memiliki kulit tangan yang tebal, duri beracun dari tanaman ini tidak menembus kulit kami semudah itu"
"lalu bagaimana jika tanaman itu di bakar? apakah efeknya akan sama? "
kata Arcane.
"tidak, tanaman ini tidak se mengerikan itu namun kembarannya memiliki fungsi yang sama"
"kembaran? maksudmu? "
orang itu telah selesai dan berdiri.
"iya kembaran, tanaman ini tumbuh bersama'an dengan tanaman lain yang mirip.
itu memiliki efek yang sama namun fungsinya berbeda, tanaman yang satunya harus di bakar atau di oleh terlebih dahulu"
Arcane kini tau bagaimana mereka membuat seluruh desa menjadi lemah dan tidak berdaya, dan kini ia bisa tenang kalau itu adalah tanaman bius bukan narkoba.
"hmm... lalu apakah setiap malam selalu ada kabut di desa ini? "
seseorang tiba-tiba menjawab dari belakang Arcane.
"itu benar, kabut di sini aneh pasalnya jika kau naik ke tempat yang lebih tinggi kau tidak akan bisa menemukannya namun di desa ini akan selalu berkabut.
mungkin karena letak desa ini di kelilingi bukit dan gunung"
Arcane mengangguk dan kini sudah terjawab semua pertanyaan di pikirannya, lalu tiba-tiba seseorang bertanya.
"lalu kau darimana? dan kenapa kau memakai topeng? "
Arcane tanpa menoleh menjawab dengan santai.
Arcane membuka sedikit pada topengnya dan terlihat ada jejak luka parah di wajahnya dan seketika penduduk desa menatap Arcane dengan pandangan yang berbeda.
namun tanpa di sadari sebenarnya itu adalah luka palsu yang di buat oleh Arcane sendiri menggunakan beberapa kulit palsu tinta dan beberapa riasan.
meskipun sedikit ribet namun sebenarnya luka buatan Arcane cukup nyaman seperti tidak terasa.
mereka terus bekerja dan dibawah arahan Arcane mereka bekerja dengan sangat efisien baik Anak-anak sampai orang tua mereka semua bekerja demi masa depan mereka.
__________________________________________________________
tak terasa hari terlah berlalu dan kini telah menjadi sore hari, Arcane dan penduduk desa telah melakukan semua yang mereka bisa.
Arcane langsung memerintah mereka untuk langsung masuk ke rumah masing-masing dan memulai rencana mereka sementara dirinya terbang menuju sebuah bukit yang ada di desa itu.
seperti yang ia duga kalau kabut mulai turun memenuhi desa itu, ia akhirnya tau kalau desa itu menjadi pusat angin malam dan karena udara malam yang dingin akan membuat kabut yang seharusnya berada di gunung turun kearah desa itu.
namun sepertinya ada kelompok yang memanfaatkan fenomena itu untuk meminum darah mereka, Arcane berdiri di sana dan mengamati pergerakan.
kini saat kabut mulai menebal sebuah longsoran tiba-tiba terjadi, longsoran itu membuat seluruh tanaman dan Pepohonan rusak dan menjadi Wilayah datar.
setelah longsoran itu banyak orang datang mereka tidak hanya membawa pedang namun kini mereka membawa rantai, kereta dan ikatan daun yang dibakar dan mengeluarkan asap.
mereka datang dan salah seorang yang seperti pemimpin mereka berdiri di barisan paling depan berteriak.
"kalian!!! sebaiknya kalian keluar sendiri daripada kami yang menyeret kalian keluar!!.
kami tau kalau kalian menyiapkan jebakan, namun karena longsoran ini jebakan kalian tidak berguna lagi hahahaha"
setelah teriakan itu beberapa pintu terbuka dan banyak orang terlihat keluar dan berkumpul, namun mereka berkumpul sedikit lebih jauh dari mereka sehingga hanya terlihat bayangannya saja.
si pemimpin langsung menyuruh mereka untuk langsung menangkap dan menyeret mereka sementara sisanya membunuh orang tua tidak berguna.
namun ketika mereka mendekat tiba-tiba.
"BRAK!!! "