Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 133


pria tua melihat tindakan Arcane langsung bersikap cepat dan menangkap murid laki-laki nya dan langsung melakukan sihir penyembuhan.


pada pihak Arcane ia langsung pergi dengan sempoyongan, pak tua itu memperhatikan kalau Arcane tidak mendapatkan masalah apapun melainkan kehabisan mana.


pria tua itu tidak memperpanjang masalah karena itu di mulai dengan permasalahan kecil, setelah selesai menyembuhkan muridnya ia memeriksa tombak yang di tinggalkan Arcane.


awalnya ia ingin mencabut benda itu namun tidak Jadi karena ia merasakan ada jejak sihir petir di tombak itu dan akhirnya ia memeriksa dengan mana secara langsung.


entah bagaimana caranya ia mengeluarkan sebuah aura berwarna ungu, pria itu merasakan kalau secara perlahan petir itu hilang namun jejaknya masih ada.


ia juga baru menyadari kalau benda logam tertarik dan menempel ke arah tombak besi itu, ia takjub dengan fenomena yang terjadi.


"menarik"


__________________________________________________________


Arcane berjalan dan akhirnya sampai pada hotel tempat ia menginap disana ia langsung rebahan di kasur dan menutup matanya.


namun karena model kamarnya adalah 1 kamar 2 kasur tentu saja ketika Arcane datang Ghor mengetahuinya, namun saat itu ia tidak berani mengganggu nya.


beberapa saat kemudian ketika hari mulai siang meskipun kapasitas mana Arcane belum sepenuhnya terisi ia tetap memaksakan bangun, ia tidak terbiasa untuk tidur tenang di saat ia memiliki urusan.


ketika ia bangun disamping tempat tidurnya ada Ghor yang sedang berlutut dan di depannya terdapat palu dan besi mentah, Arcane kebingungan dan hanya menatapi Ghor yang di depannya.


disisi lain Ghor yang menyadari kalau Arcane telah bangun kini mulai bicara.


"dalam tradisi Dwarf ketika kami melakukan kesalahan dan meminta maaf kami akan menyerahkan palu dan bongkahan besi.


kau bisa melakukan apapun dengan palu dan bongkahan besi itu termasuk membunuhku"


Arcane masih bingung dan bertanya.


"kenapa kau melakukannya? "


"aku tidak tau kau memiliki masalah apa, namun sepertinya kau memiliki masalah yang besar jadi karena itu aku melakukan kebiasaan kami"


Arcane bangun dan meraih palu Ghor ia kemudian mengangkatnya dan menatapnya.


"di dunia ini setiap mahluk hidupnya pasti memiliki sesuatu yang sangat melekat pada tiap individu nya.


sangking melekatnya jika itu menghilang maka bisa di anggap individu itu mati"


Ghor menundukkan kepalanya dan keringat pun mulai menetes di dahinya namun.


"dang.... "


sebuah hentakan keras berasal dari depan Ghor ketika ia melihat kedepan ia terkejut karena sebuah bongkahan besi/batu berbentuk pedang terpampang di depannya.


itu adalah besi yang tidak pernah ia lihat tentang benda yang ada di depannya, dan entah mengapa ia ingin sekali memegang benda yang ada di depannya.


dalam kondisi normal mungkin para dwarf tidak akan melirik beda yang di bawa Arcane dan itu hanya karena 1 hal benda yang di bawa Arcane adalah limbah di mata mereka.


harga diri dwarf sangat tinggi dan mereka tidak akan menerima sesuatu yang terlihat seperti sampah, lalu Arcane langsung berbicara.


"apakah kau tau apa itu? "


Arcane bertanya tentang benda yang ia dapatkan ketika merampok senjata dari istana ia ingin menilai benda itu namun tidak ada yang tau dan kesempatan ini akhirnya datang.


Ghor sedikit kebingungan dan ia langsung mengambil palunya dan memukul besi Arcane dan.


"DANGGGG....... "


dengungan keras terjadi Ghor dan Arcane bahkan harus menutup kedua telinganya