
setelah beberapa registrasi Arcane langsung di bimbing oleh si pemilik pelelangan.
"perkenalkan namaku Gigan, kita akan menuju ruang pameran terlebih dahulu"
mereka bertiga kini menuju raa uang pemeran dengan Gigan sebagai penunjuk arah, ini ia lakukan sebagai permintaan maaf akan di resepsionis tadi.
meskipun tidak ada masalah namun Gigan tidak mentolerir nya, ia lebih memilih memecatnya daripada membuat masalah yang berkelanjutan.
beberapa saat kemudian mereka bertiga telah sampai di sebuah ruangan yang penuh dengan etalase kaca, di dalamnya banyak barang-barang yang biasa sampai mewah.
semua barang-barang itu di jaga oleh pria kekar lainnya dan dengan mengenakan baju zirah, beberapa barang juga di tempatkan di tempat tersendiri seperti sebuah Piagam penghargaan.
ketika berkeliling Gigan menjelaskan.
"ini benda yang Anda cari? "
Gigan menunjukkan dua buah benda yang dimana salah satunya adalah sebuah balok bata dengan banyak ukiran, sementara satunya adalah sebuah anting biasa.
Arcane tidak paham dan bertanya.
"apakah benar kalau mereka adalah item teleportasi? "
Gigan menggeleng singkat.
"entahlah, ketika di coba mereka benar bisa berteleport, namun ketika kembali tidak ada satupun kembali dengan tubuh utuh meskipun hanya sesaat"
Arcane kini tau benda yang di depannya adalah benda yang sama, ini akan membuat markasnya menjadi toko perdagangan segera.
kemudian Arcane kembali bertanya.
"lalu bagaimana dengan jiwa kecil itu? "
memang sebelumnya Gigan telah menjanjikan hal yang menarik namun bukan berarti itu adalah benda yang di magsud Arcane.
Gigan menggeleng dan berkata.
"roh kecil tidak akan ada yang tertarik.
kami hanya menjual kristal beast yang kemungkinan ada jiwa beast di dalamnya.
jiwa beast atau beast shoul adalah sebuah keadaan khusus di mana sebuah kristal Magical beast terdapat jiwa Magical beast di dalamnya.
jika di serap maka tubuh orang yang menyerapnya akan mengalami perubahan dan kekuatan dari Magical beast tersebut, namun jiwa Magical beast itu juga memiliki keinginan tersendiri.
jika itu terjadi maka pertarungan di alam bawah sadar lah jawabannya, jika orang itu menang maka ia akan mendapatkan kekuatan Magical beast itu jika kalah maka ia hanya menjadi orang gila.
kembali ke cerita, Arcane disana menghela nafas ia tidak terlalu tertarik namun untuk mendapatkan barang yang ia inginkan ia harus mengikuti pelelangan.
Arcane dan Ghor memisahkan diri dari Gigan, setelah berkeliling sebentar Ghor langsung berkata.
Arcane tau magsud Ghor dan tersenyum.
"karena kau berkata seperti itu maka pilihanku mengajakmu adalah hal yang tepat"
Ghor kini mengangkat kepalanya dan lebih bangga dengan dirinya sendiri.
"huh bagi dwarf menilai sebuah berlian tersembunyi semudah mengupas kulit kacang"
mereka kini berdiskusi tentang beberapa hal dan item yang di pajang, namun tanpa sengaja Ghor menabrak seseorang.
"DUG.... ADUH.... "
keduanya bertabrakan dan terjatuh.
"aduh.... ah maaf aku tidak melihat"
Ghor berdiri dan ingin membantu orang yang di tabrak nya, dan ternyata Ghor menabrak seorang anak kecil berusia sekitar 10 tahun.
perempuan itu adalah Selena yang entah kenapa ia kini sedang sendirian di ruangan itu, Selena menatap Ghor yang mengenakan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya.
karena terlihat mencurigakan ia menggelengkan kepala dan berdiri sendiri
"ugh.... tidak masalah, tidak sakit juga"
Selena menepuk-nepuk bajunya kemudian ia menatap Ghor dan menyadari kalau ia tidak sendiri melainkan bersama dengan seseorang yang memakai topeng.
kecurigaan Selena semakin besar ia akhirnya menatap tajam Ghor dan Arcane.
"siapa kalian? "
Ghor ingin menjawab namun Arcane langsung menyela.
"kami hanya tamu, jika mengganggu anda kami mohon maaf dan kami harap anda tidak memperpanjang masalah ini.
kami pamit"
kecurigaan Selena masih tidak berkurang melainkan malah bertambah, namun ia juga tidak ingin memperpanjang masalah ini dan akhirnya mengiyakan permintaan Arcane.
"baik kalau begitu tidak masalah"
Arcane langsung menunduk dan berbalik di ikuti oleh Ghor namun ketika ia berbalik malah Arcane yang kini menabrak seseorang.
"au... hei nak Hati-hati"
meskipun tidak sampai terjatuh seperti Ghor namun sepertinya yang di tabrak Arcane lebih buruk.
'i-ibu!? '