
malam kini semakin larut Arcane dan Ghor kini sedang menuju tempat pelelangan yang ada di kota Red sand ini, Arcane kesana karena mendapatkan informasi kalau segala jenis barang langka maupun berkualitas tinggi akan di jual disana.
tak peduli dengan asal-usul barang itu jika ada yang ingin di jual maka pihak penyelenggara akan mengurusnya, disisi lain Arcane juga mengerti yang di magsud pasar besar dari ketua topeng aneh itu adalah tempat berkumpulnya pedagang dari berbagai ras dan mereka menjualnya di kota ini.
sejatinya pasar besar di tujukan kepada kota ini dan merujuk pada zona perdagangan bebas baik barang legal maupun ilegal.
mereka kini tiba di sebuah tempat yang sangat megah dan di pintu masuknya di jaga oleh dua orang berotot yang kelihatannya sangat kuat.
Arcane mendekati bangunan itu meskipun masih sedikit jauh ia sudah di cegat oleh para penjaga, tak menunggu lama Arcane langsung melemparkan sekantong uang kepada penjaga itu.
salah satu penjaga langsung menangkap dan kembali ke tempatnya, aracne dengan tatapan datar di balik topengnya langsung masuk.
didalam sana Arcane langsung ke meja resepsionis dan bertanya.
"apakah ada sisa kursi untuk 2 orang? "
penjaga resepsionis melirik Arcane dan Ghor , menilai kalau mereka masih Anak-anak penjaga resepsionis itu langsung menatap mereka dengan rendah.
ia pun menjawab dengan ketus.
"cih, lebih baik kalian pergi disini bukan tempat bermain Anak-anak"
Ghor tidak senang dengan jawaban pelayanan resepsionis, ia kini maju dan menggebrak meja.
"hei kami adalah pelanggan, bukan hak mu berkata seperti itu! "
si resepsionis pun mulai risih.
"dih, aku tau kalau kalian pasti hanya ingin melihat-lihat dan merusak sesuatu.
yah aku sarankan sebelum kalian melakukan sesuatu yang buruk dan berakhir buruk kalian pergi dari sini"
Ghor yang mendengar perkataan resepsionis kinj menjadi marah, sementara itu Arcane tau jika Ghor marah maka uang yang ia berikan kepada penjaga akan hangus sia-sia.
Arcane akhirnya mengambil inisiatif untuk menjawab.
"kami punya uang dan kalian punya barang, siapapun yang punya uang bisa membeli sesuatu."
"cih, meskipun kah punya uang kau pasti hanya membeli item putaran pertama saja"
Arcane membalas, namun kali ini ia berbicara dengan sedikit keras.
"yah jika ada barang yang membuatku tertarik akan aku beli, apakah pelelangan ini hanya menjual item mahal namun umum?
jika kau takut karena pelelangan tidak menjual item langka atau unik maka aku akan pergi"
Semua tamu lain/pengunjung yang berada di ruangan itu mendengar, dan kini pandangan dan obrolan para tamu menjadi tidak menyenangkan.
si resepsionis masih biasa saja karena tidak menyadari hal itu namun seseorang langsung berteriak.
"apa maksudmu berkata seperti itu!! "
Arcane menoleh dan mendapati seorang pria dari lantai 2 turun, ia mengenakan pakaian rapi seperti bangsawan ia juga seperti berumur 40an dan memiliki kumis dan jenggot tipis.
orang itu berjalan turun dan menghampiri Arcane ia kemudian langsung menatap Arcane dengan tajam.
"Jadi bisa jelaskan kenapa kau berkata seperti itu? "
Arcane hanya menatap datar dan berkata.
"hanya mengatakan kalau pelelangan ini hanya menjual barang nahal bukan langka atau unik.
dan sepertinya pegawaimu itu membenarkan perkataanku karena tidak berani mengatakan barang yang di jual dan memilih mengusir aku"
Pria itu kemudian menatap pelayan resepsionis itu si resepsionis kini sudah berdiri dengan keringat dingin di dahinya.
pria itu menghampiri dan berteriak di depan resepsionis.
"kau, Apakah kau lupa dengan kejadian sebelumnya!!! "
si resepsionis kini semakin berkeringat dan menelan ludahnya.