
"kring"
suara bel terkena pintu yang terbuka arcane dan yang lainnya memasuki ruangan tersebut, tanpa sungkan arcane langsung melewati meja kasir kosong dan berkeliling mengambil beberapa benda.
mereka semua adalah barang bekas namun masih bisa di pakai, arcane membutuhkan semua barang itu untuk ia pelajari karena semua yang ia ketahui meski cukup canggih namun barang itu hanya seperti pistol primitif.
artinya mereka harus di isi bubuk mesiu, dipadatkan, di beri peluru, mematik sumbu dan memasangnya di pelatuk lalu menarik pelatuk.
sangat ribet dan tidak efisien sama sekali.
meski baru berjalan namun tangan arcane, selena, gray dan brown sudah penuh dengan barang yang ada di toko itu.
selena dan brown kebingungan dengan semua benda ini, pasalnya pekerjaan crafting adalah pekerjaan kasar jadi langka bangsawan melakukan pekerjaan ini namun mereka hanya diam seperti gray.
beberapa saat kemudian Gavin datang.
"slamat dataaaa..... "
ketika Gavin datang dari pintu belakang ia kaget dengan banyaknya barang yang arcane bawa di tangannya.
mulutnya terbuka lebar, arcane hanya tertawa meliat itu.
"buuft..... jika kau tidak menutup mulutmu maka lalat dan Laba-laba akan bersarang disana"
Gavin menggelengkan kepalanya dan menyadarkan diri.
"ehem,.... slamat datang bos.
ini sebuah kejutan aku kira kau akan datang seminggu lagi"
arcane tertawa dan sembari memberi kode kepada yang lain untuk menaruh semua barang di meja kasir.
"yah.... aku kira 1 minggu terlalu lama jadi aku percepat jadwal ku.
jadi berapa totalnya"
Gavin melihat tumpukan barang di mejanya dan menggeleng.
"bos ambil saja, lagian itu adalah sampah"
arcane mengangguk dan langsung menyimpan semua barang itu kedalam gelang penyimpanan nya.
"baik kalau begitu aku akan merepotkan mu"
Gavin tertawa dan menjawab.
"hahaha....
arcane tersenyum dan tanpa ragu berkata.
"bagus karena kau akan segera pindah, dan tempat ini akan aku ratakan dan berubah menjadi tempat judi dan bar.
kau akan pindah ke pabrik"
Gavin terkejut dengan perintah arcane ia menggenggam tangannya dengan erat namun ia tetap mengangguk.
"baik tuan"
arcane kemudian pergi, namun ketika ia akan keluar arcane melemparkan kantung berisi koin emasnya, Gavin menangkapnya dan membuka koin itu kemudian ia terkejut karena disana ada 100 koin emas.
seluruh koin ini bisa membuatnya pindah dan memulai hidup baru, ketika ia ingin meminta penjelasan arcane orang yang dicarinya telah pergi.
Gavin mempererat cengkraman tangannya pada kantung itu dan ia meyakinkan hatinya untuk mengikuti instruksi arcane.
__________________________________________________________
di belokan gang selena masih mendekati arcane, meski jalannya berlumpur dan kotor namun selena tidak terlihat jijik atau takut.
ia kemudian mendekati arcane dan bertanya.
"kemana kita selanjutnya? "
arcane melihat selena tersenyum puas karena ia lega adiknya bukan tipe putri manja yang suka kemewahan dan enggan mengikuti dirinya ke tempat kumuh.
"tambang uang pribadi ku.
namun untuk kali ini kau hanya bisa melihat dari luar bersama brown dan gray"
dengan penasaran selena menjawab.
"kenapa? "
'ia lebih penasaran dengan apa yang akan aku lakukan bukan mengeluh tentang sepatu dan celananya yang kotor.
hahah.... ternyata aku masih bisa menemukan sisi baik dalam keluagaku'
batin arcane.
ia tidak menjawab pertanyaan selena dan hanya tersenyum, itu membuat selena semakin cemberut.
lalu setelah beberapa belokan mereka telah sampai di sebuah bangunan besar yang memiliki pintu yang sedang dalam proses perbaikan.