
malam kini telah berganti pagi dihalaman belakang terdapat seorang anak yang masih tertidur semalaman, ia adalah arcane.
ia tidur di halaman belakang tanpa ada yang menyadari, namun arcane berhasil sadar ketika waktu subuh disaat semua orang masih tertidur.
ia bangun dan langsung menuju kamarnya, setelah membersihkan diri dan berganti baju ia langsung mengevaluasi percobaannya.
sepertinya alasan ia adalah kehabisan mana, dan kapasitas mananya sangat buruk, jadi tujuan pertama hari ini adalah menambah kapasitas mananya.
arcane langsung mempelajari di buku yang telah ia kumpulan di kamarnya, dan sebenarnya ia juga sedikit bertanya-tanya kemana ibunya.
namun ia sadar kalau kemungkinan ibunya mengunjungi adik perempuannya yang ada di Akademi, dan membutuhkan waktu sekitar 5 hari untuk sampai karena jaraknya yang jauh namun itu juga belum termasuk pulang ke kediaman.
kondisi ini membuat dirinya menjadi sangat bebas dan leluasa, karena ia tidak perlu melakukan etiket bangsawan karena dari awal ia tidak di perdulikan.
lalu dalam waktu singkat ia menemukan kalau kapasitas mana dalam diri bisa dengan cara menaikkan tingkat warna inti mana karena kapasitas mana awal telah di tentukan dengan takdir, di dunia ini jika kapasitas mana sangat sedikit maka kedepannya ia juga hanya bisa menaikkan kapasitas yang biasa saja ketika naik tingkat.
namun ada beberapa kejadian langka dimana kapasitas mana naik karena beberapa hal, namun kejadian itu amat sangat langka maka itu hanya bisa di sebut dengan keajaiban.
berbeda jika dari lahir ia di ilhami kapasitas mana yang besar, pasti jika naik tingkat kapasitasnya akan bertambah dan pastinya memiliki cadangan yang luar biasa banyak.
sebagai informasi inti mana adalah semacam bola yang tumbuh di dalam tubuh mahluk hidup dan di sana lah tempat untuk menyimpan mana untuk lokasinya berada di tengah dada bersebelahan dengan jantung.
kembali ke permasalahan, arcane merasa kalau apa yang ia baca masih kurang lengkap ia bisa mengambil kesimpulan seperti itu di karnakan percobaan sebelumnya.
dari percobaan pertamanya ia bisa mengendalikan elemen sesuai pemahamannya sendiri dan apa yang ada di dalam buku itu salah, dan kini kemungkinan hal yang sama juga berlaku ke inti mananya.
akhirnya ia mencoba duduk ke posisi lotus pada kasurnya untuk membantunya berfikir, meski begitu ia juga mencoba mengisi mananya.
namun secara singkat ia menyadari kalau kapasitas mananya telah bertambah sedih, meski inti mananya masih berwarna putih tapi ia dapat merasakan kalau inti mananya bertambah.
"mark!....."
arcane memanggil pelayannya dan dengan waktu singkat ia datang.
"ada perlu apa tuan"
mark datang dengan cepat dan langsung memberi hormat.
"mark tolong belikan kertas gulungan pengumpul mana, penyimpanan mana dan kertas gulungan pemancar mana tingkat rendah sampai tinggi"
tanpa basa basi arcane menyuruh pelayannya karena ia tau kalau cara lain menambah kapasitas mana adalah dengan cara menghabiskan mana yang ada di dalam dirinya maka secara alami inti mana akan menambah kapasitasnya.
mark sedikit ragu namun ia tetap menjalani permintaan tuannya, yah bagaimanapun gajinya juga berasal dari uangnya.
setelah mark pergi arcane mencoba menciptakan sebuah tehnik yang ia ingat di kehidupan sebelumnya, dimana tehnik itu bisa menyerap energi yang ada di sekelilingnya dan itu bisa menambah kekuatan seorang petarung.
arcane pernah mempelajari tehnik ini namun tidak pernah ia gunakan dan ternyata ia dapat menggunakannya di dunia ini, yah ia berterima kasih karena tehnologi yang ia ciptakan di kehidupan sebelumnya ia bisa membuat tubuhnya mengingat tehnik, gaya, dan kekuatan seorang petarung.
arcane mengimplementasikan ke tubuhnya yang sekarang dan ternyata butuh beberapa percobaan supaya tubuhnya mau terbiasa dengan tehniknya.
setelah mananya penuh sambil menunggu mark datang ia keluar kembali ke halaman belakang dan membawa beberapa makanan.
kali ini ia berusaha meningkatkan kemampuan fisiknya meski sedikit menyiksa ia teguh akan pendiriannya.
.
.
.
beberapa saat berlalu hari telah berganti siang dan mark telah datang ke mansion black rose.
arcane menerimanya dan ternyata membutuhkan total 500 koin emas untuk membeli semua itu, dan setelah memberikan tipe kepada mark ia langsung pergi ke loteng tanpa siapapun yang tau.
sementara itu untuk ruang paling atas adalah loteng untuk menyimpan beberapa hadiah lama atau benda antik.
dan loteng itu adalah tempat sempurna karena jarang ada orang yang memasukinya, dan sebenarnya arcane juga tidak mempercayai siapapun yang ada di mansion ini meski mereka tidak menunjukkan tanda bermusuhan.
lalu percobaan akan di mulai dari gulungan kertas tingkat rendah dimana ia mengaktifkan gulungan kertas penyerap mana lalu ia menghabiskan mananya ke gulungan penyimpanan mana.
setelah ia merasakan kalau mananya akan habis ia langsung mengaktifkan pemancar mana dan menempelkannya ke dadanya, dan tentu saja ia pingsan dengan menindih kertas pemancar mana.
dan ini lah percobaannya yang dimana ia akan mengeluarkan seluruh mananya ke dalam kertas penyerap mana dan menyimpannya di kertas penyimpanan, lalu setelah mananya akan habis ia akan mengaktifkan kertas pemancar mana untuk memancarkan mana yang terkumpul di kertas penyimpanan mana.
dan kondisi itu akan membuat tubuhnya di isi mana secara alami tanpa paksaan, alasan ia tidak menggunakan kertas pengumpul mana untuk mengisi intinya arcane takut kalau ia tidak bisa mengatasi input mana yang masuk dan menyebabkan dirinya terluka.
arcane terus melakukan pelatihan itu hingga hari menjelang malam, namun ia tidak berhenti karena setelah makan dan membersihkan diri ia akan melatih fisik dan kontrol sihirnya sepanjang malam.
_______________________________________________________
sementara itu Elisabeth berada di dalam kereta kuda dan duduk dengan tenang.
kereta itu membawanya ke sebuah tempat dimana tempat itu sangat megah dan besar, dan di depan tempat itu terpampang tulisan sebuah nama di gerbang masuknya.
dan tulisan pada gerbang itu terbaca 'AKADEMI BUKIT EMAS'
Elisabeth masuk dengan lancar karena pada kereta kudanya terdapat lambang mountain kingdom jadi setelah kusir dan pengawalnya melapor ke penjaga kereta nya bisa lancar memasuki akademi.
setelah masuk kereta itu menuju ke area perumahan siswa, disana kereta itu berhenti di sebuah vila yang cukup mewah.
setelah berhenti dan begitu Elisabeth turun seseorang langsung menyambut kedatangan nya.
"ibu..... kau datang mengunjungi..... "
seorang anak kecil dengan rambut hitam dan sedikit warna putih membuat wajahnya semakin imut, ia adalah anak perempuan yang berusia sekitar 10 tahun.
Elisabeth melihat putrinya berlari kearahnya tentu saja ia menyambutnya dengan pelukan hangat.
"wah ternyata selena telah tumbuh besar"
"hahaha tentu saja tidak hanya itu aku kini juga bisa mengendalikan sihirku dengan lancar dan kini aku hampir menyentuh inti mana kuning"
tampak kebanggaan yang berada di anak gadis yang di sebut selena itu.
"ibu turut bangga"
Elisabeth mengelus kepalanya dengan lembut dan mengajaknya masuk ke dalam villa yang di tinggali oleh putrinya.
setelah sampai di dalam mereka duduk di meja makan dan langsung di sediakan teh oleh pelayan yang ada di sana, setelah meminum sedikit Elisabeth langsung berkata kepada anaknya.
"selena kedatangan ibu kali ini ingin mengajakmu untuk menemui kakakmu yang kini telah siuman"
setelah berkata seperti itu wajah selena merasa sedikit hitam.
"ibu bisakah kau membahas sesuatu yang lain"
selena menjawab dengan rasa engan dan tidak rela.
Elisabeth tau akan hal ini namun ia hanya bisa menghela nafas dan berbicara kembali.
"setidaknya kau ambillah cuti, alih-alih menjenguk kau datang ke ayahmu untuk membimbing mu untuk naik tingkat aku memeriksa kalau sepertinya kau telah siap"
selena langsung tersenyum dan berkata dengan semangat.
"hehehe kalau itu baiklah"