
"tu.... tunggu... hmp"
sang pemimpin kini dalam kondisi menyedihkan dimana wajahnya telah sangat pucat dan seluruh tubuhnya mengalami luka.
begitu pula dengan pengikutnya yang lain mereka lebih parah karena beberapa telah mengalami luka dari pertarungan sebelumnya, Arcane menyuruh penduduk berhenti.
Arcane tidak berkata apapun melainkan ia duduk di sebuah batu dan menunggu pemimpin itu setelah beberapa saat ia berkata.
"aku.... aku telah menjualnya....hik"
pemimpin itu langsung menghentikan perkataannya karena ketika ia berkata kalau telah menjual Blue, Arcane langsung mengeluarkan aura mananya.
meskipun hanya berwarna jingga namun semua orang bisa merasakannya kalau kini Arcane sangat marah.
"dimana? kepada siapa?"
pemimpin itu ketakutan dan langsung menjawab.
"di... di wilayah kekuasaan duke moribus"
Arcane langsung diam dan menarik aura nya, tangan kanannya kemudian memegang dagu dan tangan kirinya ia masukkan ke sakunya.
ia mengangguk dan menatap pria pemimpin itu dengan tajam, menyadari hal itu ia langsung berkata.
"di... diperdagangan besar, grup perdagangan walet petir"
selesai mengatakan informasi tersebut Arcane langsung mendorong pemimpin itu dengan sihir anginnya alhasil si pemimpin itu menggelinding.
Arcane kemudian menghadap kepada pemuda yang sebelumnya mendesak Arcane namun kini ia selalu bersama nya.
"katakan pada penduduk desa kini terserah mereka mah melakukan apa.
saat ini aku akan pergi"
Arcane berbalik dan ingin terbang namun pemuda itu memanggilnya.
"tunggu tuan, lalu bagaimana dengan nasib kami? "
Arcane menoleh dan berkata singkat.
"itu terserah kalian, dari awal aku bukanlah tuan kalian atau apapun"
pemuda itu menunduk dan menggenggam Tangannya dengan kuat kemudian ia berkata.
"aku.... aku ingin mengikuti dirimu!!! "
Arcane kemudian menatap pengunungan di depannya kemudian ia berkata.
"cari Tartarus di ibukota, katakan kalau pangeran sampah mengirim dirimu"
selesai berkata seperti itu Arcane langsung terbang menuju tempat yang di maksud, sementara itu pemuda itu tersenyum dan melambaikan tangannya dan berteriak.
"trimakasih tuan!!!! "
Arcane terbang dengan kecepatan maksimalnya menuju tempat yang di magsud.
"sih.... semoga ibu dan Selena tidak sedang berkunjung di rumah kakek"
__________________________________________________________
mereka sedang membaca bukunya masing-masing namun tiba-tiba ada seseorang yang langsung masuk dan berteriak.
"BAIK SEKARANG DIMANA MAWAR BERDURI KU DAN HARTA KARUN KESAYANGANKU HAHAHAHAHA.... "
seorang pria dengan jenggot panjang dada dan lebat tubuhnya di penuhi otot terlihat jelas karena ia memakai celana pendek dan kaos singlet tanpa corak atau hiasan apapun melekat di tubuhnya.
Elisabeth melihat itu hanya menggelengkan kepalanya dan pasrah.
"ayah kebiasaan anda tidak berubah"
"hahahaha.... kau sudah terlalu lama pergi dari rumah sehingga aura seorang moribus mulai menghilang"
Elisabeth memanggil pria itu ayah dan itu berarti adalah kakek Arcane dari ibunya Elisabeth.
ia adalah Jones moribus asal usul keluarga dan pendahulu keluarga ini memiliki kisah yang sedikit rumit dimana keluarga ini dulunya adalah keluarga penjelajah yang cukup terkenal dan terampil.
setiap individu dari keluarga ini selalu memiliki cerita yang beraneka ragam dimana keturunan mereka akan pergi dari rumah dan akan kembali dengan membawa nama yang mereka ukir sendiri.
entah itu tradisi atau tidak namun keturunan mereka pasti ada yang akan pergi keluar memenuhi hasrat mereka, mereka adalah kelurga yang sangat sukses.
bahkan sangking suksesnya dimasa lalu mereka memiliki status dan kekuatan yang melebihi bangsawan hingga ketitik dimana kerajaan pun berfikir 2 kali untuk melawan mereka.
hingga akhirnya salah satu leluhur memiliki ikatan ke seorang bangsawan yang sama-sama memiliki pandangan dan hobi yang sama, mereka di pertemuan pada sebuah perjalanan dan akhirnya menikah.
saat itulah keluarga ini menjadi salah satu keluarga bangsawan yang terbebas melakukan apapun kecuali melakukan hal-hal yang membahayakan kerajaan.
"kakek... "
teriak Selena dengan semangat dan berlari dengan riang.
"hohoho.......kemarilah harta karun ku"
kata Jones sambil membuka lebar tangannya untuk memeluk cucunya.
"Selena jaga sopan santun mu!, kakekmu baru pulang dari tugasnya jangan berlaku tidak sopan"
kata Elisabeth mengingatkan.
Jones memeluk dan menggendong Selena ia kemudian membalas perkataan Elisabeth.
"hohoho.....
tak masalah inilah sifat keluarga moribus yang sesungguhnya, tidak takut dengan peraturan yang mengekang"
Jones membelai Selena sebentar lalu ia bertanya kepada Elisabeth.
"lalu apa yang kau inginkan dari ayah? firasat ku mengatakan kau memerlukan bantuan mengenai anakmu"
Elisabeth mengangguk sedu, namun saat ia akan mengatakan tentang Arcane Jones menghentikannya.
"jika kau meminta pertolongan ku untuk Arcane aku tidak bisa...."
Selena dan Elisabeth terkejut dan menatap Jones dengan tidak percaya, namun Jones melanjutkan perkataannya.
"..... jangan khawatir ia juga seorang moribus, sejauh apapun mereka pergi mereka tidak akan pergi tanpa berpamitan dan akan selalu pulang"