
mereka kembali dan menemukan kalau Gray dan One eye telah menunggu, Arcane di sana langsung bertanya
"apa kalian menemukan sesuatu? "
One eye mengangguk.
"kami menemukan jalan keluar tapi... "
One eye tersendat dan Gray langsung meneruskan.
"lebih baik tuan melihatnya sendiri"
Arcane bingung namun ia menuruti saja.
"tunjukkan jalannya"
mereka berempat kembali berjalan dan tak terlalu lama mereka menemukan cahaya samar, One eye berjalan di depan dan setelah sampai ia menunjukkan kalau jalan mereka tertutup oleh sulur dan semak.
mereka berdua menghentikan perjalanan dan berbalik.
"disini kita harus bersembunyi"
Arcane dan Kai hanya bisa menuruti mereka, keempatnya langsung tiarap dan mulai merayap keluar.
setelah melihat keluar Arcane dan Kai terasa takjub dan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, pemandangan menakjubkannya karena mereka kini berada di ketinggian dengan pemandangan alam yang luar biasa.
Namun kekaguman itu berganti dengan rasa ngeri, karena tiba-tiba sebuah monster besar bersayap kelelawar tiba-tiba menukik dari atas dan bertarung dengan monster lainnya.
pemandangan yang indah berganti dengan pertarungan ngeri para monster, Arcane dan Kai juga kini menjadi merinding karena mahluk bersayap kelelawar itu ketika bertarung sangat brutal dan merusak.
mahluk itu melawan seekor monster berbentuk singa namun ekornya berupa kalajengking dan bersayap kelelawar.
di antara kengerian pertarungan itu One eye berkata.
"ketika kami datang mere sudah bertarung, sepertinya semakin brutal saja"
kemudian Gray juga berkata.
"huh... meskipun sudah melihatnya masih saja merinding"
Namun tanpa di sadari semua orang Arcane malah tersenyum lebar, dan matanya terlihat sorotan ketertarikan.
"apakah kita bisa menjinakkan monster?"
'tuan/bos aku mohon jangan menjadi gila'
__________________________________________________________
setelah melihat lihat mereka kembali ke markas, juga mereka melakukan memasang kamuflase atau menyamarkan jalan, Jadi jika ada seseorang atau mahluk yang tidak sengaja datang mereka akan berbelok ke kanan yang berupa aliran air.
mereka pergi saat selesai menyaksikan kedua hewan itu bertarung dengan sengit, dan dimenangkan oleh monster singa itu.
setelah kembali Arcane menyerahkan penjaga kepada Agni dan Rudra sementara mereka mencari letak tembok yang di tandai Arcane sebelumnya.
setelah beberapa saat mereka menemukan tembok yang di maksud, Arcane langsung membuka tembok itu dan memperluasnya.
Arcane kini telah selesai melakukan pembuatan ruangan dimana itu adalah ruangan kecil dan ada aliran air yang cukup deras.
Sebastian bingung dengan ruangan itu dan bertanya.
"tuan apakah anda ingin membuat toilet baru? "
"prf.... " ketiga orang lainnya menahan tawa mereka.
sebenarnya di istana ini juga ada toilet namun toilet itu seperti toilet umum yang memiliki sentuhan cukup mewah, meskipun ada ruangan pribadi namun itu tidak bisa di pakai.
Arcane sedikit terjungkal namun ia hanya menggaruk Kepalanya yang tidak gatal.
"hehehe, bukan sebenarnya aku ingin memasang sebuah alat"
Arcane langsung mengeluarkan beberapa part alat dan menaruhnya di ruangan kecil itu kemudian ia memasangnya.
setelah beberapa saat pemasangan sana sini Arcane langsung memperkenalkan alat itu.
"ok sudah selesai"
kata Arcane.
"aa.... tuan itu apa? " kata Gray.
Arcane hanya tersenyum dan langsung memperagakan alat yang ia rakit.
"saksikanlah pembangkit listrik tenaga air siap di gunakan"