Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 14


marina membalas pelukan arcane, ia dapat merasakan kalau pelukannya tulus, lembut dan hangat.


marina merasakan kalau anak yang di depannya adalah seseorang yang dimana dunia terlalu keras kepada nya dan ia memperlakukan dirinya juga begitu keras.


sebenarnya marina juga mengetahui tentang sifat arcane, namun pelukan ini membuatnya sadar kalau anak yang ia peluk hanya membutuhkan seseorang yang membantunya sedikit.


tidak perlu terlalu banyak, ia menilai kalau ketika arcane jatuh ke jurang dirinya hanya memerlukan sebuah tali dari seseorang tidak peduli apakah itu baik atau buruk maka ia bisa bertahan dan bertambah kuat itulah yang marina rasakan.


setelah berpelukan sesaat arcane menyadari kalau ini waktunya makan malam, dan ia harus bersiap ia pun langsung mengambil 5 buku dari perpustakaan dan membawa sandaran buku.


tak lupa ia membungkuk hormat kepada marina.


"terimakasih nenek, sebelum pulang aku akan mengembalikannya"


marina mengangguk dan membiarkan arcane pergi, ketika keluar ia juga berpapasan dengan kakeknya yang akan masuk.


namun tanpa salam penghormatan atau apapun arcane langsung melesat cepat meninggalkan perpustakaan itu.


"kau!.... arc!... "


blast tampak kesal karena perilaku arcane yang kurang ajar, sementara itu marina tertawa kecil karena ia merasa pemikiran nya benar.


tidak ada yang menghormati atau mengakui arcane dan sebenarnya ia sendiri juga hampir tidak pernah bertemu langsung dengan cucunya yang satu itu, atas dasar itu ia mencoba memberikan sebuah pertolongan kecil dan pemikiran nya benar.


"kenapa kau tersenyum seperti itu"


blast yang kini telah di hadapan marina tampak bingung.


"yah, karena aku menyadari sesuatu tentang anak itu"


marina membalas dan berbalik membereskan buku yang arcane baca, dan ia juga terkejut karena buku yang arcane baca hanya bisa di mengerti oleh seorang yang ahli dalam bidang itu.


"apa maksudmu? "


blast masih bingung dengan tingkah istrinya.


marina masih menata buku itu dan ia menyadari kalau arcane bisa merangkum buku-buku itu dan membuatnya menjadi lebih simple, itu artinya ia sudah mengerti akan apa yang ia baca dan bisa menjelaskan dengan caranya sendiri.


"yah, hanya membantu seorang jenius yang terabaikan"


_______________________________________________________


makan malam pun tiba, di ruang makan istana disana terdapat meja yang cukup besar berbentuk persegi panjang.


dari samping terdapat kursi yang berjejer sebanyak 20 buah dan juga ada satu kursi di masing-masing ujung meja.


disana sudah ada Elisabeth dan selena, selain mereka ada juga Maria ratu 1 dengan anaknya eliana putri ke 2, dan adam pangeran ke 4, ada juga Lina ratu ke 2 dengan anaknya frost pangeran ke 5


mereka duduk dari arah kiri dengan posisi para ratu dan putri duduk di sebelah kiri sesuai dengan urutan dan begitu juga dengan para pangeran, dan di ujung meja kosong karena itu adalah tempat raja duduk.


namun di meja para pangeran pangeran ke 1 dan 2 sedang fokus melakukan belajarnya di Akademi dan sepertinya mereka melakukan sebuah misi dari akademi bersama gurunya.


selain itu para pangeran duduk dimulai dari adam bukannya arcane, mereka semua tau kalau arcane datang namun adam sengaja duduk di dekat raja, ia melakukannya dengan sengaja dan tidak ada yang menegurnya.


sesaat kemudian arcane datang melihat mereka semua duduk di tempatnya masing-masing arcane langsung mengambil tempat paling jauh seperti di kediamannya dan langsung membuka bukunya dan mulai mencatat beberapa hal.


melihat itu semua yang ada di ruangan itu menjadi sedikit geram dan mulai menyindir.


"datang tanpa permisi, dan tidak menyapa, apakah kau sudah kehilangan tatakrama mu? "


Lina berbicara dengan keras sehingga mereka semua mendengarnya bahkan para pelayan.


"jangan buang tenaga untuknya ibu, kita semua tau kalau ia adalah anak liar"


imbuhan frost, kedua ibu dan anak itu memang dari dulu tidak menyukai Elisabeth beserta anaknya jadi ketika ada kesempatan mereka akan selalu menjek-jelekan arcane.


"oh lihat, apakah ia sekarang mulai membaca untuk mencoba menjilat ayah?


adan kini juga iku mengejek arcane.


"lupakan, palingan itu cerita anak-anak, supaya ia bisa menunjukkan seberapa pintarnya ia sekarang"


balas frost.


dengan semua sindiran itu arcane hanya diam dan fokus, ia tidak peduli dengan semua perkataan yang mengarah padanya, dan akhirnya marry juga ikut.


"sepertinya ia juga tuli, jadi jangan menghabiskan tenaga kalian"


mereka semua mengangguk namun Elisabeth dan selena hanya diam dengan tenang, mereka memilih diam karena sekarang baik membela atau menindas arcane tidak ada gunanya.


suasana itu terjadi selama beberapa waktu dan racane seperti berada di dimensi yang berbeda pada kapal yang sama, tidak di anggap dandi hiraukan oleh semua orang.


lalu apa yang mereka tunggu akhirnya tiba, sang raja telah datang James dengan aura kebijaksanaan dan ketegasan datang, mereka semua berdiri dan memberi hormat sementara para pelayan yang di sana membungkuk hormat.


James melihat sekeliling dan mengangguk, namun ia melihat ke sudut dan menemukan kalau arcane tidak berdiri dan masih duduk dan menyalin.


raja melihat arcane dan melihat tumpukan kertas disana cukup banyak jadi ia berfikir kalau arcane sedang menjalani hukuman untuk menyalin beberapa buku.


"arcane kenapa kau tidak memberi hormat"


James berkata dengan tegas, sementara arcane melirik dan mendapati James berada di sana.


ia langsung berdiri dan memberi hormat singkat, namun kemudian ia langsung kembali fokus dengan belajarnya tanpa memperdulikan semua orang yang terkejut dengan tingkah arcane.


raja mendekati arcane namun frost langsung berkata kepada James.


"ayah, jangan pedulikan dia, ia tampak belajar namun sepertinya itu hanya untuk menarik perhatian mu"


James sedikit terkejut dan berfikir


'bukan hukuman namun ia berinisiatif untuk belajar? , apakah salju akan turun di musim panas? "


namun mengingat dengan tingkah arcane yang begitu membuat nya kesal dan malu ia akhirnya duduk ke tempatnya dan mempersalahkan para pelayan untuk mempersiapkan meja.


selama itu raja juga melakukan obrolan kecil kepada mereka.


"jadi bagaimana latihan kalian"


dengan semangat selena menjawab


"aku berhasil naik ke tingkat kuning ayah"


dilanjutkan dengan adam dan frost.


"aku hampir mencapai tingkat kuning juga"


"aku juga telah mencapai tingkat hijau ayah"


lalu James mengarahkan pandangannya ke Eliana dan bertanya.


"lalu bagaimana denganmu Eliana? "


Eliana adalah perempuan yang sedikit pendiam dan tenang ia sebenarnya juga anak yang periang jika suasana hatinya baik namun tenang dan pendiam adalah sifat dasarnya.


"saya masih di warna jingga ayah"


"bagus kalian sangat berbakat"


James sangat bangga dan puas karena mereka tidak mengecewakan, karena di usia muda mereka bisa mencapai tingkatan tersebut dan menjanjikan di masa depan.


James kemudian melirik arcane yang masih fokus dalam menulis, ketika ia akan berbicara para pelayan datang dan membawa makanan, itu membuatnya mengurungkan niatnya.