
setelah beberapa permasalahan yang di buat Arcane pelelangan kembali dilaksanakan dengan normal seperti biasanya, tidak ada penawaran lagi dari lantai VIP karena pastinya mereka akan menawar pada barang akhir lelang.
di sepanjang acara juga Ghor dan Arcane terus menggenggam tangannya erat seperti anak kecil yang ingin meminta permen namun tidak bisa.
Elisabeth dan Jones memperhatikan itu hanya bisa menggeleng karena pastinya mereka tidak membawa banyak uang, hal itu memang berlaku untuk Ghor namun Arcane sesungguhnya ingin menyimpan uangnya untuk Blue.
meskipun belum jelas apakah ia di jual di tempat ini atau tidak namun apa salahnya berjaga-jaga, Arcane kini hanya bisa menahan hasratnya untuk membeli barang-barang sihir.
beberapa waktu berlalu dan pelelangan telah selesai, Arcane hanya mendapat armor tangan Magical knights generasi pertama dan 2 alat teleportasi rusak.
mereka berlima akhirnya keluar dan berpisah.
"trimakasih karena bersedia membagi kursi VIP nya"
Arcane menunduk sebagai tanda penghormatan dan di sambut ramah oleh Jones.
"hahahaha...... tidak masalah anak muda"
Selena mendekati Arcane kemudian memperhatikan matanya.
"tunggu, kita baru saja bertemu kan?"
Arcane memandang Selena dengan tatapan datar dan menjawab.
"iya kenapa memangnya? "
Selena menggeleng dan berbalik.
"yah kau hanya mirip seperti orang yang aku kenal"
Arcane hanya mengangkat bahunya singkat dan berbalik, namun Elisabeth menghentikannya.
"tunggu, nak kalau boleh bertanya kenapa kau memakai topeng? "
ketika Arcane berbalik dan hendak menjawab ia langsung mengeluarkan aura mananya, Elisabeth, Selena, dan Jones langsung terkejut.
pasalnya sebelumnya Arcane sangat ramah namun tiba-tiba ia langsung mengeluarkan aura mananya yang sangat pekat dan tebal.
tak menunggu lama Arcane langsung mengeluarkan pedang dari sabuk nya dan langsung menerjang kedepan, Elisabeth terkejut dan ia reflek memposisikan bertahan dengan mengeluarkan dinding api.
namun yang mengejutkan adalah Arcane langsung menerobos dan membuat sebagian bajunya terbakar wajar saja kalau seketika terbakar secara Elisabeth berada di tahapan biru dan hampir menyentuh nila.
tapi Arcane seperti tak pernah takut dan ia langsung saja menembus dinding api itu, Elisabeth membeku dan memejamkan mata tapi tidak ada yang terjadi hingga seseorang wanita berteriak.
"aaaa..... "
Elisabeth membuka matanya dan menyadari kalau sebenarnya Arcane tidak mengincar dirinya, ia akhirnya berbalik dan mendapati kalau Arcane kini tengah menyandera seseorang yang memakai topeng berbentuk kepala burung dengan bagian mulut dan hidung berupa paruh panjang.
Arcane merobohkan orang itu dengan sekali serang dengan beberapa bagian terbakar.
"katakan dimana Blue"
"aph.... apa magsudmu?! "
Arcane kini lebih mendekatkan pedangnya ke leher pria itu dan mengancamnya.
"jangan pura-pura tolol!!!.....
aku yakin kalau kah adalah orang yang membawa Blue kemari"
orang itu kini memasang gesture ketakutan namun Arcane tidak percaya dan menghajar pria itu, Ghor yang tidak tau apapun langsung menghentikan prilaku Arcane yang liar dengan memegang kedua tangannya.
Ghor yang seorang dwarf tentu saja memiliki kekuatan yang lebih besar dan mudah untuk mengunci Arcane, dengan kuncian itu pria itu langsung meloloskan diri dan meringkuk ketakutan.
Jones datang dan langsung memukul perut Arcane.
"nak... kendalikan dirimu! "
Arcane yang mendapatkan pukulan mentah itu langsung menggerang kesakitan dan menatap Jones dengan tatapan tajam.
Arcane langsung mengeluarkan tekanan angin kuat sehingga ia bebas dari kuncian Ghor, kemudian ia langsung mencoba berdiri dan mencari keberadaan orang tersebut.
"SIAL!!!! "
Arcane berteriak dengan sangat keras dan membuat gelombang angin.
Ghor yang bangkit langsung memegang pundak Arcane.
"hei sobat kenapa kau? "
Arcane langsung menepis tangan Ghor dan berjalan menjauhinya, disana Selena langsung menghadang dan berkata.
"hei! kau! apa maksudmu dengan tindakanmu itu!? "
Arcane tak peduli dan langsung menabrak Selena hingga ia terjatuh, Selena yang tak trima langsung menyerang Arcane dengan bola angin berharap kalau ia akan berhenti dan menanggapinya.
namun pikiran selena salah bola angin itu langsung di hancurkan oleh putaran angin yang mengelilingi tubuh Arcane dan beberapa saat membuat tubuhnya melayang.
Selena dan Elisabeth merasakan sesuatu yang familiar tentang kejadian ini dan Elisabeth langsung bertanya.
"tunggu kau-"
"wuuushhhhh..... "
belum sampai Elisabeth menyelesaikan perkataannya Arcane mengeluarkan angin kuat yang membuat Selena terdorong, otomatis Elisabeth dan Jones melindunginya.
sambil berbalik dan dengan tatapan marah Arcane berkata.
"orang itu mengambil sesuatu yang berharga dari ku, jika itu kau apa yang akan kau lakukan? "
selesai Arcane berkata seperti itu dengan cepat ia langsung terbang pergi dengan kecepatan yang luar biasa.