Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 12


3 hari berlalu dengan cepat dan arcane kini lebih tenggelam dalam pembelajarannya.


ia masih mengotak atik lingkaran sihir dan rune dan yang paling mengesankan arcane sudah bisa membuat lingkaran sihir dengan 2 elemen yang berbeda.


penjelasan singkat rune biasanya di gunakan untuk memberikan perintah untuk membuat benda sihir seperti melempar bola api, pedang terbakar dll.


sementara itu untuk lingkaran sihir itu di gunakan untuk meletakkan atau wadah untuk rune itu dan untuk elemen yang akan di gunakan mengikuti rune yang di tulis.


bahkan biasanya untuk di gunakan untuk benda sihir yang di pasang adalah jenis non elemen seperti penguatan, ketahanan atau ketajaman dan itupun biasanya di tumpuk pada benda itu namun ada juga yang menggunakan elemen di dalamnya.


biasanya hanya terdapat 1 lingkaran sihir untuk 1 tulisan rune, namun arcane bisa membuat 1 lingkaran sihir untuk 2 rune.


yah meski secara harfiah arcane menggabungkan 3 lingkaran namun itu masih 1 lingkaran meskipun rune seperti ada namun itu hanya mirip dan yang arcane buat adalah hal yang baru.


dalam waktu 3 hari ini juga sebenarnya selena juga berusaha mendekati arcane, entah maksudnya apa namun setiap melihat kakaknya ia merasa canggung dan gelisah.


sementara arcane ia tetap datar dan dingin, seperti tidak peduli apapun bahkan Elisabeth juga sedikit canggung dan arcane tidak akan bicara padanya kecuali ada kepentingan atau Elisabeth sendiri yang berbicara.


namun meski begitu ia tidak meninggalkan pelatihan fisik maupun sihirnya, karena meski jenius tidak lah cukup di zaman ini kau harus kuat, cukup kuat untuk berjalan tegak dimanapun.


lalu di saat ini arcane memanggil gray dan juga brown ke kamarnya.


"baik, kalian berdua aku punya perintah"


mereka berdua mengangguk dengan patuh.


"aku ingin kalian membaca dan mempelajari apa yang ada di buku ini"


arcane menyerahkan buku yang ia buat sendiri, sebuah buku yang ia rangkum dan ia pelajari meski bukan keseluruhan seperti memperluas kapasitas mana namun teori nya semua ia tuangkan.


brown dan gray menerima dan membukanya.


"ini...... "


ketika membuka dan membaca sekilas mereka merasa kalau itu hanya catatan pribadi tentang sihir, rune dan lingkaran sihir.


"kalian pelajari itu, aku lebih berharap brown bisa mempelajari dengan cepat"


kata arcane dengan memandang brown.


brown mengangguk paham dan langsung membungkuk.


"saya tidak akan mengecewakan anda tuan"


"baik kalau begitu jaga kamarku, aku harap tidak ada yang berubah di sini"


perintah arcane, yah meski sebenarnya tidak akan ada yang memasuki kamarnya karena tidak ada apapun yang berharga.


"baik tuan"


kata mereka berdua.


_______________________________________________________


"hah...


ini merepotkan"


arcane kini tengah bersiap untuk ke istana raja, yah meski masih siang namun Elisabeth dan selena menyuruhnya untuk bergegas.


ia memakai pakaian hitam rapi dan simple, meski begitu pakaian itu bisa membuatnya memiliki perawakan tenang dan bijaksana.


setelah berpakaian mereka langsung masuk kedalam kereta kuda dengan Elisabeth dan selena yang duduk berdampingan sementara arcane sendiri saling berhadapan.


kesunyian dan kecanggungan tercipta di dalam situ karena arcane sendiri membaca buku tentang benda sihir baik untuk kehidupan sehari-hari maupun militer.


yah pemandangan ini meski sudah di ketahui oleh penghuni mansion black rose namun masih lah terasa sangat asing bagi Elisabeth dan selena karena arcane begitu serius dalam mempelajari buku-buku itu.


"um......


pa-ngeran ke 3? "


keta selena dengan canggung.


tanpa melirik ataupun menghentikan kegiatannya arcane membalas.


"apa? "


"kenapa kau membaca buku itu? "


"karena aku ingin"


"apa kau sedang belajar? "


"ya, bisa di bilang begitu"


"sejak kapan"


"sejak aku bisa membaca"


"aku tidak pernah melihatmu belajar selama ini? "


"karena kau lebih suka melihat aku mengacau"


selena kini bingung karena ia baru melihat arcane yang sekarang atau mungkin arcane yang sesungguhnya, karena yang ia tau bahwa kakaknya adalah orang lemah dan pengecut yang selalu membuat ulah.


hal itu membuatnya tidak menerima kalau arcane adalah kakaknya, dan kemungkinan mereka semua hanya menganggap arcane hanya sebuah daging yang memiliki gelar yang hanya bisa di gunakan sebagai tumbal kerajaan.


setelah percakapan singkat itu mereka diam lagi dan memilih untuk menunggu kereta tiba di istana, meski jaraknya tidak jauh namun itu masih memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk sampai.


ketika sampai arcane langsung memisahkan diri, ia tidak akan melaporkan atau menyapa ratu lain atau saudara lainnya karena itu tidak berguna, kalau ia melakukannya pasti akan menerima hinaan dan cacimaki.


jadi ia mencari tempat nyaman untuk belajarnya, dan ia tau satu tempat dimana itu adalah tempat yang cocok untuknya belajar, meski itu adalah tempat yang memiliki kenangan buruk dalam ingatannya.


arcane datang ke sebuah taman yang indah dimana ada sebuah gazebo coklat di sana lengkap dengan meja bundar dan 4 tempat duduk.


gazebo sederhana dengan beberapa tanaman merambat membuat dan lokasinya berada di tengah taman membuatnya sangat tenang dan nyaman.


lokasi ini adalah taman istana, taman yang cukup luas dan indah ada taman bunga dan danau buatan di sini, ada 3 buah gazebo yang di bangun dan salah satunya adalah yang arcane datangi.


"disini ya.....


sepertinya tubuh ini mengingat masa lalunya"


kenangan buruk mendatangi pikiran arcane, karena disinilah ia menjadi saksi bisu kejadian 7 tahun lalu dimana ia dipukuli bukan hanya anak yang seusianya melainkan beberapa prajurit juga memukuli nya.


mungkin karena dulu ia terlalu lembut dan baik itu menjadi ujung dirinya di perlakuan seperti itu, dan dirinya sendiri yang masih kecil pun mengambil keputusan yang salah.


namun itu tidak mempengaruhi suasana hati dan tidak membuatnya kehilangan fokus, pada gazebo itu arcane langsung duduk dan membaca bukunya, jika seseorang melihatnya arcane seperti seorang sarjana jenius namun tidak ada yang tau kalau pikiran nya sedang kacau karena duduk di sini.


"hah..... ini sungguh nyaman"


beberapa saat kemudian ada 2 orang yang mendekat, dari tampangnya salah satu dari mereka seorang Kakek-kakek dengan janggut sedikit panjang, kumis dan rambut putih rapi menunjukkan kewibawaan tinggi.


sementara satu lagi memiliki janggut sedikit berantakan dan rambut hitam dengan perawakan tegas, mereka memakai pakaian yang rapi meskipun tidak terlalu mencolok.


mereka mendatangi gazebo itu dan mendapati arcane sedang belajar, mereka saling bertatap muka beberapa saat lalu memutuskan untuk duduk bersama arcane.


arcane terlihat tidak menyadari kehadiran kedua orang itu karena ketika datang dan duduk arcane tidak memberi respon.